Ajak si Kecil mengobrol
Studi: Bayi Bisa Mengenali Suasana Hati Satu Sama Lain di Usia 5 Bulan

Studi menunjukkan bayi usia 5 bulan sudah mampu mengenali suasana hati bayi lain dengan mencocokkan nada suara dan ekspresi wajah yang mereka lihat.
Penelitian dalam jurnal Infancy menemukan bayi berusia 3,5–5 bulan dapat memahami keselarasan emosi antara ekspresi wajah dan nada suara orang dewasa di sekitarnya.
Bayi juga merespons emosi melalui perubahan fisiologis seperti pelebaran pupil dan detak jantung, menandakan kemampuan empati sejak dini dalam perkembangan emosionalnya.
Saat si Kecil memasuki usia 5 bulan, ia mengalami perkembangan yang cukup cepat. Selain belajar berguling atau mengangkat kepalanya, si Kecil juga mulai aktif berinteraksi dan mengenali emosi orang di sekitarnya, termasuk dengan bayi lain seusianya.
Meski interaksi mereka nampak lucu dan menggemaskan, bayi masih belum mampu berbicara dengan kata-kata yang jelas. Mereka mencoba berinteraksi melalui ocehan, tatapan, gerak-gerik, serta ekspresi wajah yang terlihat satu sama lain.
Menariknya, studi terbaru menunjukkan bahwa bayi pada usia 5 bulan dapat mengenali suasana hati satu sama lain, lho.
Penasaran dengan penjelasannya? Berikut Popmama.com telah rangkum penjelasan terkait bayi bisa mengenali suasana hati satu sama lain di usia 5 bulan. Yuk, Ma, simak selengkapnya.
Table of Content
Cara Bayi Saling Memahami Suasana Hati

Pernahkan Mama memerhatikan bagaimana si Kecil berinteraksi dengan bayi lain seusianya? Terkadang mereka tampak saling mengobrol dengan bahasa bayi yang belum jelas disertai gerak-gerik dan raut wajah. Namun, apakah sebenarnya mereka dapat memahami satu sama lain?
Walaupun bayi pada usia 5 bulan masih belum mampu berbicara, bayi dapat mengenali bagaimana emosi bayi lain dengan mencocokkan nada bicara dengan ekspresi wajah yang ia lihat.
Contohnya ketika ia mendengar nada suara ceria disertai senyuman di wajahnya, bayi akan memahaminya sebagai tanda kebahagiaan. Begitu juga sebaliknya, jika nada suara terdengar murung disertai raut wajah sedih, ia akan memahami bahwa itu merupakan emosi sedih.
Hubungan Emosional Bayi dengan Orang Dewasa

Kemampuan memahami suasana hati ini tidak hanya terjadi saat bayi berinterkasi dengan sesama bayi seusianya saja, tetapi juga saat ia berhadapan dengan orang dewasa di sekitarnya, termasuk Mama.
Sama seperti si Kecil sedang berinteraksi dengan bayi lain, ia akan memerhatikan nada suara serta ekspresi wajah dari orang yang berinteraksi dengannya untuk memahami emosi yang ditunjukkan.
Kondisi ini juga didukung oleh studi yang dipublikasikan dalam jurnal Infancy. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kecocokan emosi antara orang dewasa dengan bayi berusia kurang dari 7 bulan.
Penelitian tersebut ini melibatkan bayi berusia 3,5 bulan hingga bayi berusia 5 bulan dan menunjukkan hasil bahwa mereka telah mampu mengenali keselarasan antara ekspresi wajah dan nada suara.
Hubungan Kondisi Emosional dengan Kondisi Fisiologis Bayi

Umumnya ketika seseorang merasakan emosi yang kuat, baik itu senang, marah, maupun takut, tubuh akan menunjukkan reaksi fisik tanpa disadari, salah satunya adalah pupil mata melebar.
Menariknya, reaksi tersebut juga tanpa sadar memengaruhi lawan bicara sehingga pupil mata lawan bicara juga akan ikut melebar menyesuaikan respons.
Kondisi tersebut juga dapat terjadi pada bayi berusia 5 bulan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pupil bayi dapat melebar saat melihat orang lain dalam kondisi emosional tertentu.
Hasil temuan tersebut mengindikasikan bahwa bayi mampu merasakan dan merespons emosi orang lain sejak dini.
Bukti lainnya juga menunjukkan bahwa bayi memiliki respons terhadap tubuhnya, berupa perubahan detak jantung saat melihat orang lain di sekitarnya sedang mengalami tekanan emosional.
Kepribadian Bayi dan Kondisi Emosionalnya

Setiap bayi memiliki karakter yang berbeda. Ada bayi yang cenderung tenang dan mudah diatur, ada yang lebih sensitif, mudah kesal, bahkan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi di lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, Mama memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai karakter bayi agar ia merasa lebih nyaman dan meminimalisir rasa stres.
Pada bayi yang mudah marah atau frustasi, Mama dapat menenangkannya melalui pelukan hangat, kata-kata lembut, atau mengalihkan perhatiannya dengan aktivitas lain yang menyenangkan sehingga ia akan belajar mengelola emosinya secara perlahan.
Sementara bayi yang pemalu atau lebih sensitif memerlukan perhatian khusus. Meski bayi dengan karakter ini cenderung tenang dan tidak banyak menuntut, bukan berarti ia selalu baik-baik saja. Terkadang, bayi dengan karakter ini justru mudah merasa kewalahan sehingga memerlukan kedekatan yang lebih sering agar merasa aman dan percaya diri untuk berinteraksi.
Apa yang Dapat Mama Lakukan?

Saat bayi berusia 5 bulan, bayi masih dalam tahap perkembangan yang pesat, baik secara verbal maupun nonverbal melalui tingkah lakunya. Lalu, apa saja yang dapat Mama lakukan untuk mendukung proses tumbuh kembang tersebut?
Pada usia ini, kemampuan emosional bayi mulai berkembang dan ia semakin responsif terhadap orang di sekitarnya. Mama dapat membantu perkembangannya dengan mengajaknya berbicara.
Mama dapat melakukan komunikasi secara bergantian dengannya, mulai dengarkan saat ia “berbicara” dengan ocehannya, lalu beri respons seolah kalian sedang bercakap-cakap. Cara ini tentu membantu membangun kemampuan komunikasi pada si Kecil serta ikatan emosional.
Lakukan kontak mata
Saat Mama mengajak si Kecil untuk berbicara, ajak ia untuk melakukan kontak mata. Interaksi sederhana ini dapat membantu bayi untuk belajar menoleh serta memahami ekspresi lawan bicara.
Mama juga dapat melakukan kontak mata sambil berbicara dengan bayi dengan membuat mimik wajah yang ekspresif agar bayi memahami hubungan antara kata-kata dan emosi.
Ajak si Kecil bermain
Bermain merupakan salah satu cara efektif untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial si Kecil secara aman dan nyaman. Mama dapat mengajak si Kecil bermain dengan bernyanyi atau memberinya mainan lunak yang dapat ia sentuh, genggam, atau rasakan.
Hubungi tenaga kesehatan
Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah, mungkin Mama akan bertanya-tanya ketika menghadapi tingkah laku si Kecil yang cukup berbeda dibandingkan biasanya, terutama terkait perkembangan emosionalnya.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Mama memiliki kekhawatiran terkait perubahannya yang tidak biasa. Mama dapat menjelaskan hasil pengamatan Mama terhadap si Kecil agar mendapatkan penjelasan serta arahan yang tepat untuk menangani si Kecil.
Itu tadi penjelasan tentang bayi bisa mengenali suasana hati satu sama lain di usia 5 bulan. Terus dukung perkembangan si Kecil, ya, Ma.









-AfMSQoMPXkygXqs5zDPR8b1BYemXpkCJ.jpg)








