Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Suhu Badan Bayi 37°C, Apakah Normal? Ini Penjelasan Medis

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Suhu badan bayi bisa berubah-ubah dipengaruhi oleh waktu pengukuran, aktivitas bayi, dan lingkungan sekitar.
  • Jika suhu badan turun mencapai 35°C, kondisi ini disebut hipotermia, suhu di atas 37,5°C bisa menjadi tanda demam.
  • Cara mengukur suhu badan bayi bisa melalui mulut, ketiak, dubur, telinga, atau dahi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Suhu badan manusia memang bisa berubah-ubah termaksud pada bayi. Terkadang badan bayi terasa hangat, di lain waktu bisa terasa lebih dingin. Perubahan suhu ini dapat menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan si Kecil.

Tak heran jika suhu badan bayi sering membuat orangtua merasa waswas, terutama ketika termometer menunjukkan angka 37°C. Banyak Mama yang langsung bertanya-tanya, apakah suhu tersebut masih tergolong normal atau justru menjadi tanda bahwa bayi sedang kurang sehat.

Untuk membantu Mama memahami kondisi ini, Popmama.com telah menyiapkan jawaban mengenai suhu badan bayi 37°C, apakah normal? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Ma!

Table of Content

Suhu Badan Bayi 30°C, Apakah Normal?

Suhu Badan Bayi 30°C, Apakah Normal?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Suhu badan bayi 37 derajat Celsius umumnya masih termasuk normal. Secara medis, suhu badan normal bayi berada di kisaran 36,5–37°C jika diukur menggunakan termometer.

Namun, Mama perlu memahami bahwa suhu badan bayi bisa berubah-ubah. Perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti waktu pengukuran, aktivitas bayi, dan lingkungan sekitar.

Suhu Badan Bayi yang Tidak Normal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika suhu badan bayi turun mencapai 35°C, kondisi ini disebut hipotermia dan dapat membuat bayi terlihat lemas, pucat, hingga memerlukan penanganan medis segera. Suhu badan yang terlalu rendah tergolong berbahaya, terutama pada bayi baru lahir yang masih rentan terhadap perubahan suhu lingkungan.

Sebaliknya, bayi dapat dikatakan mengalami demam apabila suhu badan berada pada kisaran 37,5–38°C atau bisa lebih tinggi lagi, tergantung pada metode pengukuran yang digunakan. Kondisi suhu badan yang tidak normal ini perlu Mama waspadai agar bayi bisa mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Cara Mengukur Suhu Badan Bayi yang Benar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Suhu badan bayi dapat berbeda-beda, tergantung pada cara pengukurannya. Oleh karena itu, Mama perlu memahami cara mengukur suhu badan bayi menggunakan termometer dengan benar agar hasilnya lebih akurat.

Berikut beberapa metode pengukuran suhu badan bayi yang umum digunakan:

  1. Mengukur suhu dengan termometer melalui mulut (oral). Cara ini dilakukan dengan meletakkan ujung termometer di bagian bawah lidah bayi. Pastikan bayi menutup mulut dan bibir hingga terdengar bunyi “bip” sebagai tanda pengukuran selesai. Setelah itu, lepaskan termometer dan lihat hasilnya. Perlu diperhatikan, pengukuran suhu oral sebaiknya tidak dilakukan sesaat setelah bayi makan atau minum. Berikan jeda waktu sekitar 15 menit setelah bayi minum susu atau mengonsumsi makanan.

  2. Mengukur suhu dengan termometer melalui ketiak (aksila). Untuk mengukur suhu melalui ketiak, pastikan ujung termometer menempel langsung pada kulit ketiak dan tidak terhalang pakaian. Posisikan bayi dengan nyaman dalam dekapan Mama. Jepit ketiak bayi agar termometer tetap pada posisinya hingga terdengar bunyi tanda pengukuran selesai.

  3. Mengukur suhu dengan termometer melalui dubur (rektal). Pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan, pengukuran suhu dapat dilakukan melalui dubur menggunakan termometer rektal. Posisikan bayi dalam keadaan tengkurap. Oleskan sedikit petroleum jelly pada ujung termometer, lalu masukkan sekitar 2 cm ke dalam anus. Tunggu hingga termometer berbunyi, kemudian tarik perlahan untuk melihat hasil pengukuran.

  4. Mengukur suhu dengan termometer melalui telinga. Untuk metode ini, tempatkan termometer telinga ke dalam saluran telinga bayi dengan sedikit menarik daun telinganya agar posisi tepat. Tekan tombol pengukuran dan tahan hingga terdengar bunyi “bip”. Setelah itu, lepaskan termometer dan lihat hasil suhu tubuh bayi.

  5. Mengukur suhu dengan termometer melalui dahi. Mama juga dapat menggunakan termometer tembak (infrared) dengan mengarahkannya ke dahi bayi tanpa perlu menempelkan alat secara langsung. Cara ini praktis dan cepat, terutama saat bayi sedang tidur atau sulit diam.

Suhu Normal Bayi Berdasarkan Lokasi Pengukuran

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meskipun lokasi pengukuran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rentang suhu badan bayi, setiap metode memiliki batas suhu normalnya. Berikut suhu badan bayi normal berdasarkan lokasi pengukuran:

  • Oral (mulut): 35,5–37,5°C, umumnya digunakan untuk anak berusia di atas 4 tahun.

  • Ketiak (aksila): 34,7–37,3°C, mudah dilakukan, tetapi tingkat akurasinya lebih rendah.

  • Rektal (anus): 36,6–38°C, metode ini dianggap paling akurat, terutama untuk bayi baru lahir.

  • Telinga: 36,4–38°C, pengukurannya cepat, namun hasil sangat bergantung pada posisi termometer.

  • Dahi/termometer tembak 35,7–37,8°C, praktis dan nyaman, tetapi berisiko kurang akurat jika jarak pengukuran tidak tepat.

Faktor yang Memengaruhi Suhu Badan Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Suhu badan bayi dapat mengalami perubahan dan nilainya bisa sedikit berbeda, tergantung pada cara pengukuran dan tingkat aktivitas. Selain itu, suhu badan juga dipengaruhi oleh waktu. Umumnya, suhu bayi cenderung lebih rendah di pagi hari dan meningkat pada sore hingga malam hari.

Tak hanya itu, suhu ruangan, perubahan suhu lingkungan, misalnya saat bayi berpindah dari luar ruangan yang panas ke ruangan ber-AC atau penggunaan pakaian dan selimut yang terlalu tebal juga memengaruhi.

Suhu badan bayi juga dapat meningkat setelah minum ASI, setelah imunisasi, akibat dehidrasi, maupun karena kurangnya asupan ASI. Oleh karena itu, Mama perlu memperhatikan berbagai faktor tersebut saat memantau suhu badan si Kecil.

Seberapa Sering Memeriksa Suhu Badan Bayi saat Sakit?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat bayi sedang sakit dan mengalami kenaikan atau penurunan suhu badan yang cukup signifikan, Mama perlu memeriksa suhu badanya secara berkala. Idealnya, suhu bayi dapat dicek setiap 2–4 jam sekali.

Tujuannya untuk memantau perubahan suhu sekaligus melihat tingkat bayi yang mungkin saja tidak nyaman atau menujukan gejala tertentu. Dengan begitu kondisi si Kecil tetap terkontrol dan dapat segera ditangani bila diperlukan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai suhu badan bayi 37 derajat. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Inspirasi Topi Imlek Bayi, Ada Model Futou hingga Rambut Kepang

10 Feb 2026, 11:20 WIBBaby