Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi Tidak Boleh Minum Air Putih Sebelum Usia Ini, Ketahui Alasannya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Bayi di bawah usia 6 bulan tidak perlu air putih karena kebutuhan cairannya sudah terpenuhi dari ASI atau susu formula.

  • Air putih baru boleh dikenalkan setelah bayi mulai MPASI, diberikan sedikit demi sedikit sebagai pelengkap, bukan pengganti ASI atau susu formula.

  • Pemberian air putih terlalu dini bisa menyebabkan bayi cepat kenyang, kekurangan nutrisi penting, bahkan berisiko mengalami keracunan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Air putih merupakan zat cair yang terdiri atas molekul hidrogen dan oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan serta membantu berbagai fungsi organ bekerja dengan baik. Tak heran jika banyak orangtua menganggap air putih juga perlu diberikan kepada bayi, terutama saat si Kecil terlihat rewel atau sering menangis karena dikira sedang merasa haus.

Padahal, pemberian air putih pada bayi tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada waktu yang tepat ketika si Kecil baru boleh mulai mengonsumsinya. Jika diberikan terlalu dini, air putih justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan memengaruhi proses tumbuh kembang bayi.

Berikut Popmama.com siapkan penjelasan kenapa bayi tidak boleh minum air putih sebelum usia yang disarankan.

1. Jangan beri air putih pada bayi sebelum usia 6 bulan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi berusia di bawah 6 bulan belum membutuhkan tambahan air putih. Pada masa ini, seluruh kebutuhan cairannya sudah terpenuhi dari ASI atau susu formula. ASI sendiri mengandung sekitar 87 persen air, sehingga mampu menjaga kebutuhan cairan bayi tetap tercukupi, bahkan saat cuaca sedang panas.

Selain kaya akan air, ASI juga mengandung nutrisi dan antibodi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan serta melindungi bayi dari berbagai penyakit. Setelah si Kecil memasuki usia 6 bulan dan mulai menjalani MPASI, Mama dapat mulai mengenalkan air putih dalam jumlah sedikit sebagai pendamping makanan, bukan sebagai pengganti ASI atau susu formula.

2. Berapa banyak air putih yang dibutuhkan bayi?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah mulai MPASI, air putih dapat diberikan secara bertahap sesuai usia bayi. Pada usia 6–12 bulan, air putih hanya berfungsi sebagai pelengkap karena ASI atau susu formula tetap menjadi sumber cairan utama si Kecil.

Berikut kebutuhan cairan anak berdasarkan usianya:

  • Usia 6–12 bulan: Sekitar 60–120 ml air putih per hari sebagai pelengkap MPASI.

  • Usia 7–12 bulan: Kebutuhan cairan total sekitar 800 ml per hari.

  • Usia 1–3 tahun: Kebutuhan cairan total sekitar 1.300 ml per hari.

3. Risiko memberikan air putih terlalu dini

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memberikan air putih kepada bayi sebelum waktunya atau dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Hal ini karena perut bayi masih berukuran kecil sehingga mudah merasa kenyang.

Beberapa risiko yang dapat terjadi, yaitu:

  • Bayi jadi cepat kenyang, sehingga menyusu lebih sedikit. Padahal, ASI atau susu formula merupakan sumber nutrisi utama yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

  • Kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi dengan baik karena air putih tidak mengandung kalori, protein, vitamin, maupun mineral yang dibutuhkan bayi.

  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat terganggu jika ia terus-menerus lebih banyak minum air putih daripada menyusu dalam jangka waktu yang lama.

4. Dampak serius jika bayi terlalu banyak mengonsumsi air putih

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain dapat mengurangi asupan nutrisi, memberikan air putih secara berlebihan pada bayi juga berisiko menyebabkan keracunan air (water intoxication). Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah menurun akibat tubuh menerima terlalu banyak air, sehingga keseimbangan elektrolit terganggu.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Bayi menjadi lebih rewel dari biasanya.

  • Mengantuk berlebihan atau tampak lemas.

  • Kejang, terutama pada kondisi yang sudah berat.

5. Hal yang perlu dipahami orangtua sebelum memberikan air putih pada si Kecil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama tidak perlu terburu-buru mengenalkan air putih karena pada masa awal kehidupan, kebutuhan cairan si Kecil sudah dapat dipenuhi melalui ASI atau susu formula. Agar tidak keliru, berikut beberapa hal yang perlu diingat:

  • Bayi yang belum memulai MPASI belum memerlukan tambahan air putih. ASI atau susu formula tetap menjadi sumber cairan utama pada tahun pertama kehidupan.

  • Air putih dapat mulai dikenalkan setelah bayi mulai MPASI, tetapi berikan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhannya.

  • Jangan memberikan air putih secara berlebihan.

Dengan memberikan air putih pada waktu dan jumlah yang sesuai, kebutuhan cairan si Kecil tetap terpenuhi tanpa mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Nah, itu dia penjelasan kenapa bayi tidak boleh minum air putih sebelum usia yang disarankan. Jadi, sesuaikan pemberiannya dengan sesuai usia si Kecil, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article