Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Pentingnya Mengukur Kepala Bayi, Bukan Hanya Peyang atau Tidak

Pentingnya Mengukur Kepala Bayi, Bukan Hanya Peyang atau Tidak
Pexels/Bos Navarit
Intinya Sih
  • dr. Arifianto menekankan pentingnya memantau lingkar kepala bayi secara rutin sebagai indikator pertumbuhan otak, bukan hanya memperhatikan bentuk kepala seperti peyang atau tidak.
  • Ukuran lingkar kepala normal berada di antara -2 hingga +2 standar deviasi pada grafik Buku KIA, sementara nilai di luar rentang itu bisa menunjukkan makrosefal atau mikrosefal.
  • Orangtua disarankan mengukur dan mencatat lingkar kepala bayi sejak lahir di Buku KIA serta segera berkonsultasi ke dokter anak jika hasilnya tidak sesuai grafik pertumbuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ada banyak aspek tumbuh kembang anak yang perlu diperhatikan orangtua. Selama ini, perhatian sering kali tertuju pada tinggi dan berat badan. Padahal, ada indikator lain yang tak kalah penting, yaitu ukuran lingkar kepala.

Saat membahas kepala bayi, sebagian orangtua lebih fokus pada bentuk kepala, misalnya apakah tampak peyang atau tidak. Padahal, selain bentuknya, ukuran lingkar kepala juga perlu dipantau secara rutin karena dapat menjadi salah satu indikator pertumbuhan otak dan perkembangan anak.

dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro lewat Instagram-nya @dokterapin, mengingatkan orangtua untuk memantau lingkar kepala bayi menggunakan grafik pertumbuhan yang terdapat dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Dengan begitu, orangtua dapat mengetahui apakah ukuran lingkar kepala anak masih berada dalam rentang normal atau justru memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai pentingnya mengukur lingkar kepala bayi, bukan hanya memperhatikan bentuk kepalanya.

1. Ukuran lingkar kepala anak yang normal

Kepala anak normal atau tidak
Instagram.com/dokterapin

Dalam unggahannya, dr. Arifianto menjelaskan cara membaca grafik pemantauan lingkar kepala anak berdasarkan kurva pertumbuhan yang digunakan dalam Buku KIA.

Ukuran lingkar kepala dikatakan normal (normosefal) apabila hasil pengukurannya berada di antara -2 standar deviasi (z-score -2) hingga +2 standar deviasi (z-score +2) pada grafik pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak.

2. Ukuran lingkar kepala yang tidak normal

Kepala anak normal atau tidak
Instagram.com/dokterapin

Menurut dr. Arifianto, terdapat dua kondisi yang perlu diwaspadai, yaitu makrosefal dan mikrosefal. 

Makrosefal adalah kondisi ketika lingkar kepala anak berada di atas +2 standar deviasi (z-score > +2), sehingga ukuran kepalanya lebih besar dibandingkan rata-rata anak seusianya.

Sementara itu, mikrosefal terjadi apabila lingkar kepala berada di bawah -2 standar deviasi (z-score < -2), yang berarti ukuran kepala lebih kecil daripada rata-rata anak seusianya.

3. Jangan hanya melihat bentuk kepala, tetapi juga grafik pertumbuhannya

Kepala anak normal atau tidak
Instagram.com/dokterapin

Di awal videonya, dr. Arifianto menegaskan bahwa orangtua sebaiknya tidak hanya memperhatikan apakah bentuk kepala bayi tampak peyang atau tidak. Tidak kalah penting adalah mengukur lingkar kepala secara berkala dan memantau hasilnya pada grafik pertumbuhan di Buku KIA.

Selain melihat posisi lingkar kepala pada grafik, orangtua juga perlu memperhatikan perkembangan anak secara keseluruhan, seperti kemampuan motorik, bahasa, hingga interaksi sosialnya. Jika ukuran lingkar kepala berada di luar rentang normal atau disertai keterlambatan perkembangan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

“Apa yang sebenarnya perlu dikhawatirkan dari kepala peyang (plagiosefal)? Ternyata hal yang jelas penting adalah memastikan lingkar kepala anak-anak kita normal. Yaitu menggunakan grafik/kurva lingkar kepala di buku KIA,” jelas dr. Arifianto di Instagramnya.

"Bagaimana tahunya? Ya diukur. Dan ini wajib hukumnya, sejak bayi baru lahir. Jadi tidak sekedar menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Tapi rutinlah ukur lingkar kepalanya dan plot di grafik/kurva. Apabila ternyata mikrosefal atau makrosefal, segera konsultasikan ke dokter anak masing-masing," lanjutnya.

Itulah tadi penjelasan mengenai pentingnya mengukur kepala bayi bukan hanya memastikan peyang atau tidak. Semoga membantu Mama dan Papa.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More