- Kurang makan atau minum: Salah satu tanda dehidrasi adalah buang air besar yang lebih jarang.
- Vitamin atau obat-obatan tertentu: Beberapa orangtua melaporkan bahwa bayi mengalami sembelit ketika pertama kali mengonsumsi suplemen zat besi, misalnya.
- Perubahan jadwal atau lingkungan: Perjalanan, mulai masuk penitipan anak, atau stres dapat dikaitkan dengan sembelit pada anak-anak.
- Kondisi kesehatan: Kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi seberapa sering bayi buang air besar. Misalnya, alergi protein susu sapi adalah penyebab umum sembelit kronis pada bayi dan anak kecil. Perbedaan anatomi dan gangguan langka juga dapat menyebabkan tinja tidak teratur pada bayi.
Anak Tidak BAB Setiap Hari Belum Tentu Konstipasi, Ini Kata Dokter

Menurut dokter, bayi yang tidak BAB setiap hari belum tentu mengalami konstipasi, karena frekuensi buang air besar bisa berbeda tergantung usia dan jenis asupan.
Konstipasi ditandai oleh tinja keras dan kering, bukan sekadar jarangnya BAB; kondisi ini sering muncul saat bayi mulai beralih ke makanan padat.
Orangtua disarankan berkonsultasi ke dokter jika bayi tampak kesakitan, rewel, atau tidak BAB lebih dari seminggu untuk memastikan kesehatannya tetap aman.
Sebelum memiliki bayi, banyak orangtua membayangkan menghadapi tumpukan popok penuh kotoran. Jadi, jika buang air besar bayi jarang, Mama mungkin bertanya-tanya apakah ada yang salah. Berapa lama bayi bisa tidak buang air besar, dan kapan Mama harus khawatir?
Apakah bayi harus BAB setiap hari?
Dilansir dari unggahan dr. Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A di laman Instagram pribadinya @ardisantoso, bayi tidak BAB setiap hari belum tentu konstipasi. Penjelasannya sudah Popmama.com rangkum khusus untuk Mama pada ulasan berikut ini.
Bayi Tidak BAB Setiap Hari Belum Tentu Konstipasi

Menurut dr. Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A, bayi tidak BAB setiap hari itu belum tentu ia mengalami konstipasi, Ma.
Ternyata, ada berbagai macam frekuensi buang air besar bayi yang normal. Frekuensi buang air besar bayi terutama tergantung pada usia mereka dan apakah mereka diberi ASI atau susu formula. Tetapi terkadang bayi akan buang air besar lebih jarang dari biasanya karena perubahan pola makan, masalah kesehatan, atau bahkan stres.
Bayi tidak BAB 1–3 hari masih dianggap normal, menurut dr. Ardi Santoso. Frekuensi normal BAB pada bayi bisa mencapai 3 kali dalam sehari hingga 3 kali dalam seminggu.
Konstipasi bukan soal jarang BAB, tapi soal kualitas tinja dan gejalanya, Ma.
Apa Itu Konstipasi?

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi ketika feses bayi keras dan kering, sehingga menyulitkan mereka untuk buang air besar.
Terkadang, buang air besar yang keras bisa menyakitkan. Sembelit umum terjadi pada bayi ketika mereka beralih dari ASI atau susu formula ke makanan padat. Tinja bayi juga akan berubah seiring waktu saat mereka tumbuh, berkembang, dan pola makan mereka berubah.
Semua bayi unik, termasuk seberapa sering mereka buang air besar. Ada berbagai macam frekuensi buang air besar yang dianggap “normal”. Beberapa bayi baru lahir yang disusui buang air besar setelah setiap kali menyusui — hingga 7 kali sehari. Yang lain hanya buang air besar sekali setiap 7 hingga 10 hari. Bayi yang diberi susu formula biasanya buang air besar setiap 1 hingga 2 hari. Semua pilihan ini sehat, jika bayi tumbuh, bahagia, dan sehat.
Meskipun jumlah buang air besar tidak terlalu penting, jika bayi tampak kesakitan saat mencoba buang air besar atau memiliki tinja yang sangat keras dan kering, bicarakan dengan dokter atau perawat kesehatan anak untuk mendapatkan saran.
Alasan Mengapa Bayi Tidak Buang Air Besar Setiap Hari

Jika bayi tampaknya buang air besar lebih jarang daripada bayi seusianya, atau mulai buang air besar lebih jarang dari biasanya, Mama mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi.
Setelah bayi mulai makan makanan padat, frekuensi buang air besar akan berfluktuasi dengan variasi dalam diet mereka, tetapi ada beberapa penjelasan lain yang mungkin, seperti:
Tanda-tanda Sembelit pada Bayi

Jika bayi sudah lama tidak buang air besar, perhatikan suasana hatinya. Apakah bayi tampak puas dan ceria seperti biasanya? Atau apakah mereka tampak lebih rewel atau tidak nyaman, terutama setelah menyusu? Jika bayi tidak buang air besar sesering biasanya dan tampak tidak seperti biasanya, mereka mungkin mengalami sembelit.
Tanda-tanda sembelit pada bayi meliputi:
- Sangat rewel dan muntah
- Tinja keras dan kering atau besar dan lebar
- Menolak makan
- Sedikit pendarahan setelah buang air besar
- Mengejan atau menggeliat saat buang air besar
Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika Mama masih khawatir tentang bayi yang tidak buang air besar—atau jika bayi sudah seminggu atau lebih tidak buang air besar—hubungi dokter. Mereka mungkin ingin memeriksa si Kecil untuk memastikan mereka sehat dan nyaman.
Obat pencahar jarang digunakan untuk mengobati bayi yang sembelit, tetapi dokter mungkin menyarankan untuk memandikan bayi dengan air hangat, atau memijat perutnya, semuanya dapat membantu melonggarkan tinja dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.
Itu penjelasan tentang bayi tidak BAB setiap hari belum tentu konstipasi. Bila ini terjadi pada si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya, Ma.
















-AfMSQoMPXkygXqs5zDPR8b1BYemXpkCJ.jpg)

