Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah ASI Encer Bikin Berat Badan Bayi Stuck? Ini Faktanya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • ASI encer tidak menyebabkan berat badan bayi sulit naik, pertumbuhan lebih dipengaruhi oleh kecukupan asupan ASI.

  • Foremilk yang tampak encer mengandung lebih banyak air dan laktosa.

  • Kualitas ASI dapat dijaga dengan pola makan bergizi seimbang, hidrasi cukup, istirahat memadai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupannya. Di dalam ASI terkandung hampir 200 jenis zat gizi penting, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, hingga mineral yang secara alami disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang si Kecil.

Melansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kualitas ASI dapat dinilai dari warna, aroma, tekstur, volume produksi, serta tumbuh kembang bayi. Banyak Mama merasa khawatir ketika ASI yang keluar terlihat encer seperti air cucian beras karena dianggap kurang bergizi dan dapat menyebabkan berat badan bayi sulit naik atau berat badan stuck.

Lantas benarkah ASI encer bikin berat badan stuck? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. Yuk, cari tahu, Ma!

Benarkah ASI Encer Bikin Berat Badan Bayi Stuck?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

ASI yang terlihat encer tidak selalu menyebabkan berat badan bayi sulit naik atau berat badan stuck. Hal ini karena ASI yang tampak lebih cair maupun yang terlihat lebih kental tetap mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Kenaikan berat badan bayi lebih dipengaruhi oleh apakah kebutuhan ASI hariannya terpenuhi dengan baik. Jika bayi menyusu dalam jumlah yang cukup, memiliki pelekatan yang benar, dan frekuensi menyusunya sesuai kebutuhan, pertumbuhannya tetap dapat berlangsung optimal.

Kenapa ASI Bisa Encer?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

ASI yang terlihat encer umumnya merupakan foremilk, yaitu ASI yang keluar pada awal sesi menyusui atau saat Mama mulai memerah ASI. Foremilk memang tampak lebih cair dan jernih karena mengandung lebih banyak air serta laktosa, sementara kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan ASI yang keluar di akhir sesi menyusui.

Selain itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Tumbuh Kembang, Adhytio Yasashii, menjelaskan melalui akun Instagram @drtio.pediatrics bahwa kondisi ASI yang terlihat lebih encer juga dapat dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Ketika pola makan dan waktu istirahat Mama kurang teratur, produksi hormon tersebut bisa menurun sehingga ASI yang dihasilkan dapat terlihat lebih encer.

Cara agar Kualitas ASI Tetap Optimal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

dr. Adhytio Yasashii juga membagikan cara yang dapat dilakukan Mama agar kualitas ASI agar tetap optimal dan mendukung tumbuh kembang bayi, termasuk membantu kenaikan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan stimulasi saat menyusui agar pengeluaran hindmilk lebih maksimal.

Hindmilk sendiri merupakan ASI yang keluar pada akhir sesi menyusui dan mengandung lebih banyak lemak dibandingkan ASI yang keluar di awal. Kandungan lemak ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan penambahan berat badan bayi.

Selain itu, Mama juga dapat mengonsumsi suplemen pendukung menyusui atau ASI booster, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi selama masa menyusui. Saat memilih suplemen, pastikan produk memiliki kandungan yang jelas dan didukung oleh penelitian sehingga manfaat serta keamanannya lebih terjamin.

Kebiasaan Mama Bisa Memengaruhi Kualitas ASI

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan Mama dapat memengaruhi kualitas dan jumlah ASI yang dihasilkan. Untuk menjaga produksi ASI tetap optimal, Mama disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Selain memerhatikan asupan nutrisi, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar proses produksi ASI berjalan dengan baik. Kualitas ASI juga dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan emosional Mama. Oleh karena itu, usahakan untuk mendapatkan waktu tidur dan istirahat yang cukup serta mengelola stres dengan baik.

Makanan dan Minuman yang Dapat Mendukung Kualitas ASI 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  1. Daun katuk dan daun kelor
    Daun katuk dan daun kelor mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B, zat besi, kalsium, dan protein. Kandungan ini membantu menjaga daya tahan tubuh Mama, mendukung pemulihan setelah melahirkan, serta membantu produksi ASI tetap lancar.

  2. Kacang-kacangan
    Kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah, dan kacang kedelai mengandung vitamin E, vitamin B kompleks, protein, lemak sehat, magnesium, dan folat. Nutrisi ini berperan dalam menambah energi Mama, menjaga kesehatan saraf, serta mendukung perkembangan otak bayi.

  3.  Susu khusus ibu menyusui
    Susu ibu menyusui biasanya mengandung protein, kalsium, vitamin D, vitamin B1, B2, B12, serta zat besi. Kombinasi nutrisi ini membantu menjaga kekuatan tulang, meningkatkan stamina, dan mendukung kualitas ASI selama masa menyusui.

  4. Makanan tinggi protein dan lemak sehat
    Telur, ikan, daging tanpa lemak, alpukat, dan susu kedelai mengandung protein, omega-3, vitamin D, vitamin B12, zat besi, dan lemak tak jenuh. Nutrisi ini penting untuk memperbaiki jaringan tubuh Mama, menjaga imunitas, serta mendukung perkembangan otak dan tubuh bayi.

  5. Air putih
    Air putih tidak mengandung vitamin, tetapi sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh Mama. Hidrasi yang cukup membantu proses produksi ASI tetap optimal dan menjaga tubuh tetap segar selama menyusui.

Jadi, ASI encer tidak selalu menyebabkan berat badan bayi sulit naik atau berat badan stuck, ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat!

Editorial Team

Related Article