“Bayi belum mampu menopang kepala dan refleks proteksi jalan napas belum matang. Air setinggi beberapa cm saja sudah cukup menyebabkan aspirasi,” jelas dr. Ardi di-caption unggahannya.
Air Terlalu Banyak di Bak Bayi Bisa Mengganggu Pernapasan si Kecil

- Terlalu banyak air di bak mandi bayi bisa menyebabkan risiko tenggelam, gangguan napas, hingga henti jantung karena bayi belum mampu menopang kepala dan mengatur refleks pernapasan.
- Bayi mudah tergelincir atau kehilangan kontrol postur saat mandi, bahkan alat bantu seperti baby bath seat tidak sepenuhnya aman karena bisa terbalik dan membuat bayi terendam.
- Bayi rentan kehilangan panas tubuh saat mandi terlalu lama atau dengan air berlebih; AAP menyarankan pengawasan ketat dan penggunaan air sekitar 2,5–5 cm saja untuk keamanan.
Memandikan bayi tidak hanya sekadar menjaga kenyamanan si Kecil, tetapi juga keamanannya. Dikutip dari unggahan Instagram dr. Mas Nugroho Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A di akunnya @ardisantoso, menyebut jika terlalu banyak air di bak mandi bayi bisa menyebabkan sejumlah risiko, lho.
dr. Ardi menyebut di antaranya adalah gangguan napas hingga jantung! Tidak hanya itu, si Kecil juga bisa memiliki risiko overstimulasi, nih!
Seperti apa faktanya?
Berikut Popmama.com rangkum informasi soal bahaya terlalu banyak air di bak bayi.
1. Risiko tenggelam menghantui si Kecil

Dalam unggahannya itu, dr. Ardi mengingatkan bahwa bayi bisa tenggelam hanya dengan air beberapa sentimeter, ini terbukti secara medis. Dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP), bayi bahkan bisa tenggelam di 1-2 inci (±2.5-5 cm) air dan kejadian ini bisa berlangsung cepat serta tanpa suara.
Selain itu, AAP juga menegaskan bahwa bayi memiliki kontrol leher dan otot yang masih lemah. Sehingga jika hidung dan mulut tertutup air, mereka tidak mampu mengangkat kepala untuk bernapas.
2. Air masuk ke jalan napas, bisa ganggu pernapasan

Secara definisi medis, tenggelam adalah gangguan pernapasan akibat masuknya cairan ke saluran napas.
Ketika air masuk, tubuh bisa mengalami refleks seperti laringospasme (penutupan pita suara), aspirasi paru, hingga henti napas. Walaupun istilah ini tidak selalu dijelaskan di artikel populer, mekanisme dasarnya sudah jelas secara klinis.
“Air yang masuk ke jalan napas, bisa memicu laringospasme, aspirasi paru, hingga henti napas,” tulis dr. Ardi.
3. Bayi mudah kehilangan kontrol postur

Bayi belum memiliki kekuatan dan koordinasi untuk melindungi diri di air. Bahkan dalam bak mandi, bayi bisa tergelincir atau posisi berubah tanpa mampu bangkit sendiri.
“Bayi mudah tergelincir sehingga wajah bisa terendam tanpa kemampuan bangkit sendiri,” jelas dr. Ardi.
Ditambah, alat bantu seperti baby bath seat pun tidak sepenuhnya aman karena bisa terbalik dan menyebabkan bayi terendam.
4. Risiko hipotermia dan kehilangan panas tubuh

Bayi memiliki kemampuan terbatas dalam mengatur suhu tubuh. Saat mandi, terutama dengan air yang banyak atau durasi lama, bayi bisa lebih cepat kehilangan panas.
Karena itu, AAP menyarankan teknik seperti menjaga tubuh bayi tetap hangat selama mandi.
“Air terlalu banyak atau terlalu lama membuat bayi cepat kehilangan panas tubuh,” jelas dr. Ardi.
5. Rekomendasi bayi mandi dengan aman

Panduan dari AAP menegaskan beberapa hal agar bayi aman saat mandi, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Bayi tidak boleh ditinggal sendirian bahkan sedetik saat mandi
- Pengawasan harus dalam jangkauan tangan (arm’s reach)
- Air tidak perlu banyak, cukup sekitar 1-2 inci (±2.5-5 cm) untuk mandi aman
Poin-poin itu senada dengan penjelasan dari dr. Ardi di unggahannya. Ini menegaskan jika memandikan bayi tidak sesederhana menempatkannya di bak mandi dan menyabuni. Jika tak tepat dan benar, ada sederet risiko yang membayangi kesehatan si Kecil.
Itulah tadi informasi mengenai bahaya terlalu banyak air di bak bayi. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!


















