Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Alasan Orangtua Gemas Sampai Ingin Cubit Bayi, Menurut Studi 

Ini Alasan Orangtua Gemas Sampai Ingin Cubit Bayi, Menurut Studi 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Rasa gemas berlebihan pada bayi disebut cute aggression, muncul karena otak kewalahan menyalurkan emosi positif.

  • Studi menunjukkan cute aggression berfungsi sebagai mekanisme pengatur emosi agar orangtua.

  • Ciri fisik dan perilaku bayi memicu respons alami manusia untuk menyayangi dan melindungi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat melihat wajah bayi dengan pipi chubby, senyuman manis, atau tingkah lucunya, banyak Mama dan Papa merasa sangat gemas. Rasa gemas ini bahkan bisa muncul begitu kuat hingga tanpa sadar diekspresikan, seperti mencubit pipi atau bahkan menggigit pelan dan memeluknya secara erat.

Menariknya, respons tersebut ternyata tidak hanya terjadi begitu saja. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dorongan untuk mencubit atau mengekspresikan “gemas berlebihan” pada bayi memiliki penjelasan yang lebih dalam dan menarik untuk dipahami.

Berikut Popmama.com siapkan, ini alasan orangtua gemas sampai ingin cubit bayi, menurut studi.

Table of Content

1. Alasan orangtua gemas sampai ingin mencubit bayi, menurut studi

1. Alasan orangtua gemas sampai ingin mencubit bayi, menurut studi

 Orangtua gemas sampai ingin mencubit bayi menurut studi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Perasaan gemas yang sampai memunculkan keinginan mencubit bayi dikenal sebagai cute aggression atau agresi karena kelucuan. Respons ini muncul karena otak mengalami “kelebihan” emosi positif, sehingga sulit menyalurkannya secara normal. 

Mengutip dari The Bump, sebuah studi tahun 2015 menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan dimorphous expression, yaitu ketika satu emosi yang sangat intens dapat muncul dalam bentuk ekspresi yang tampak berlawanan.  Sama seperti seseorang bisa menangis saat sangat bahagia, dorongan agresif ringan juga dapat muncul saat seseorang merasa terlalu tersentuh oleh kelucuan.

Psikolog anak klinis berlisensi sekaligus pendiri Milika Center for Therapy and Resilience, Kanchi Wijesekera, PhD, menjelaskan bahwa reaksi tersebut merupakan cara otak memproses emosi yang berlebihan.

“Orang-orang melaporkan ingin ‘menggigit pipi’ atau ‘meremas sampai sakit’, bukan karena mereka ingin menyakiti bayi, tetapi karena otak mereka mencoba memproses kelebihan cinta, kelembutan, dan kenikmatan sensorik,” ujar Kanchi Wijesekera.

2. Apa penyebab munculnya agresi terhadap kelucuan?

Penyebab munculnya agresi terhadap kelucuan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa cute aggression atau agresi terhadap kelucuan sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme pengatur emosi. Respons ini membantu menyeimbangkan perasaan agar seseorang tetap stabil secara emosional, sehingga tetap mampu melakukan perawatan atau pengasuhan dengan baik.

Dengan kata lain, ketika rasa gemas terasa terlalu “memuncak”, otak secara otomatis mencoba meredakannya agar tidak sampai membuat emosi menjadi berlebihan. Karena itu, agresi terhadap kelucuan bisa dipahami sebagai semacam “katup pengaman” emosional bawaan.

Ibarat sistem pendingin, respons ini membantu menurunkan “panas” emosi saat seseorang terlalu tersentuh oleh hal-hal yang sangat menggemaskan, seperti bayi, sehingga perasaan tetap terkendali dan tidak berlebihan.

3. Mengapa bayi bisa tampak begitu menggemaskan?

Alasan bayi bisa tampak begitu menggemaskan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi terlihat sangat menggemaskan karena adanya respons alami manusia terhadap ciri-ciri fisik dan perilaku mereka yang dianggap “lucu”. Menurut studi dari Universitas Pennsylvania, kelucuan bayi berkaitan dengan mekanisme alami yang membantu kelangsungan hidup manusia sebagai spesies.

Dalam hal ini, tampilan bayi yang lucu bukan sekadar kebetulan, tetapi berfungsi untuk memicu respons emosional pada orang dewasa. Otak manusia secara otomatis merespons dengan rasa sayang, simpati, dan keinginan untuk melindungi ketika melihat bayi, sehingga muncul dorongan alami untuk merawat mereka.

4. Bentuk agresi kelucuan yang sering dilakukan orangtua

Bentuk agresi kelucuan yang sering dilakukan orangtua
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Respons gemas terhadap bayi merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya, selama orangtua tetap menjaga kendali. Bentuk-bentuk agresi kelucuan yang biasanya dilakukan orangtua antara lain:

  • Keinginan untuk mencubit atau menggigit pipi bayi

  • Mencium bayi berulang kali tanpa henti

  • Meremas kaki atau tangan mungil bayi

  • Memeluk bayi dengan sangat erat karena terlalu gemas

  • Menggertakkan gigi saat menggendong bayi

  • Menahan teriakan kecil atau ekspresi spontan karena rasa gemas yang berlebihan

5. Cara mengalihkan rasa gemas berlebihan pada bayi

Cara mengalihkan rasa gemas berlebihan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat rasa gemas muncul terlalu kuat, Mama bisa mencoba mengalihkannya dengan cara yang lebih aman. Misalnya memeluk bantal, mencium bayi perlahan, atau mengungkapkan rasa sayang lewat kata-kata lucu kepada si Kecil.

“Cara terbaik untuk mengalihkan agresi karena kelucuan adalah dengan menyadarinya. Beri nama. Peluk bantal. Katakan, 'Kamu sangat lucu sampai bikin sakit,' lalu abaikan saja. Gunakan luapan emosi untuk mengekspresikan cinta dengan cara yang sehat dan aman,”  ujar Psikolog anak klinis berlisensi sekaligus pendiri Milika Center for Therapy and Resilience, Kanchi Wijesekera, PhD.

Apabila tindakan sulit dikendalikan dan sudah berlebihan hingga membahayakan, sebaiknya segera mencari bantuan atau perawatan medis, terutama jika dirasa dapat membahayakan diri sendiri, bayi, atau orang lain, dengan tetap memperhatikan kesehatan mental pascapersalinan.

Nah ini alasan orangtua gemas sampai ingin cubit bayi menurut studi. Jangan sampai menyakiti si Kecil, ya, Ma!

Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More