Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Cara Membedakan Bayi Lapar atau Mengantuk
Ilustrasi bayi menangis (Pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
  • Bayi baru lahir berkomunikasi terutama lewat tangisan, yang dapat menandakan lapar, lelah, overstimulasi, popok perlu diganti, sakit, atau kebutuhan lain.
  • Tanda lapar sebelum menangis meliputi tangan ke mulut, mencari payudara atau botol, menjilat bibir, dan tangan mengepal; bayi di atas enam bulan lebih jelas menunjukkan ketertarikan pada makanan.
  • Tanda mengantuk mencakup lesu, menguap, tidak tertarik mainan, mengisap tangan, atau melengkungkan punggung; kurangi stimulasi dan tenangkan bayi di lingkungan lebih hening.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panduan membedakan tanda bayi lapar dan mengantuk melalui tangisan, gestur, serta perilaku, termasuk cara merespons kebutuhan bayi.
  • Who?
    Bayi baru lahir hingga usia di atas enam bulan serta orang tua atau pengasuh yang mengamati dan merespons isyarat bayi.
  • Where?
    Pengamatan dapat dilakukan di lingkungan tempat bayi berada, termasuk saat menyusu, bermain, beristirahat, atau berada di ruang yang banyak stimulasi.
  • When?
    Pada beberapa bulan pertama setelah kelahiran dan seterusnya, terutama ketika bayi menangis, menunjukkan perubahan gerak, atau mendekati waktu makan maupun tidur.
  • Why?
    Bayi belum mampu menyampaikan kebutuhan dengan kata-kata dan menggunakan tangisan serta gerak tubuh untuk memberi isyarat lapar, lelah, mengantuk, atau kebutuhan lain.
  • How?
    Lapar ditandai tangan ke mulut, menjilat bibir, atau mencari payudara; mengantuk dapat terlihat dari lesu, menguap, tidak tertarik mainan, mengucek mata, atau memalingkan wajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi yang belum bisa bicara memakai tangisan dan gerakan tubuh untuk bilang mau apa. Kalau lapar, bayi bisa memasukkan tangan ke mulut, menjilat bibir, atau melihat susu. Kalau mengantuk, bayi bisa menguap, lesu, tidak mau main, atau mengucek mata. Orangtua perlu melihat tanda ini lalu memberi susu atau tempat tenang untuk tidur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan ini memberi ruang bagi orangtua untuk memandang tangisan bayi sebagai bentuk komunikasi yang dapat dipahami secara lebih peka. Dengan memperhatikan gerak-gerik, waktu makan, istirahat, dan lingkungan, orangtua dapat merespons kebutuhan si Kecil dengan lebih tenang, sekaligus membangun pemahaman dan ikatan melalui perhatian sehari-hari yang konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada beberapa bulan pertama setelah lahir, kemampuan komunikasi bayi masih terbatas. Bayi umumnya hanya bisa menangis di setiap kondisi.

Karena belum bisa berbicara dan mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata, cara komunikasi bayi juga dapat dilihat dari gestur dan perilakunya.

Hal ini mungkin membuat banyak orangtua bingung dalam mengartikan maksud dan keinginan si Kecil.

Jika bayi hanya bisa menangis pada berbagai kondisi, bagaimana cara mengartikan keinginannya, terutama saat lapar atau mengantuk?

Simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar cara membedakan bayi lapar atau mengantuk. Yuk disimak, Ma!

Bayi Baru Lahir Berkomunikasi dengan Menangis

ilustrasi bayi menangis (unsplash.com/unsplash+)

Bagi bayi baru lahir, menangis menjadi bahasa utama dan satu-satunya cara efektif untuk berkomunikasi dengan orangtuanya. Bukan berarti rewel, menangis menjadi satu-satunya cara untuk memberi tahu apa yang mereka rasakan.

Menurut UNICEF, bayi bisa menangis karena berbagai hal, mulai dari lapar, bosan, lelah, overstimulasi, butuh mengganti popok, sakit, dan lain-lain. Mengetahui alasan bayi menangis bisa membantu untuk lebih memahami dan menjalin ikatan dengan bayi Mama.

Untuk mengetahui alasannya, Mama bisa mencari tahu mulai dari mengingat kapan terakhir kali si Kecil makan atau tidur, kapan mereka terakhir buang air, atau bagaimana lingkungan di sekitar mereka.

Tanda Bayi Lapar yang Perlu Diperhatikan

Magnific/jcomp (bayi ngiler dan gigit jari)

Menangis menjadi cara bayi memberitahu bahwa mereka merasa lapar. Namun tidak semua orangtua langsung mengerti maksud tangisan tersebut adalah si Kecil perlu menyusui, bukan?

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menangis sebenarnya menandakan si Kecil sudah kelaparan cukup lama hingga akhirnya rewel. Mengetahui tanda bayi lapar sebenarnya juga bisa dilihat dari gerak-geriknya.  

Tanda bayi kelaparan saat baru lahir hingga usia lima bulan bisa dilihat dari beberapa ciri berikut ini:

  • Meletakkan tangan di mulut

  • Pandangan melihat ke arah payudara atau botol susu

  • Menjilat bibir

  • Tangan terkepal.

Jika si Kecil sudah berusia di atas 6 bulan, cara komunikasinya semakin jelas untuk memberitahu mereka merasa lapar.

Gerakan yang ditunjukkan lebih mudah dipahami, misalnya menunjuk makanan, buka mulut ketika diberi makanan, dan lebih bersemangat saat melihat makanan.

Kiat Merespon Gerak-Gerik Bayi yang Lapar

Magnific (ibu menyusui)

Setelah si Kecil menunjukan tanda-tanda mereka lapar, Mama dapat memberikannya makanan dan kembali melihat isyarat yang ditunjukkan saat merasa kenyang.

Peka dengan gerak-gerik tubuhnya akan memudahkan dalam memahami keinginan bayi yang belum bisa berkomunikasi dengan baik. 

Mama dapat berhenti menyusui saat si Kecil memperlambat frekuensi menyusui, menutup mulut, melengkungkan punggung, memalingkan wajah, atau menyingkirkan dot nya. 

Bukan sekadar isyarat, gerak-gerik ini juga dapat ditandai seberapa lama atau seberapa banyak bayi menyusui. 

Melansir dari Mom Well, sebaiknya bayi yang baru lahir disusui setiap 2-4 jam sekali karena tidak umumnya tidak menunjukkan banyak tanda lapar.

Estimasi waktu ini juga bisa menjadi penanda untuk mengetahui kapan si Kecil merasa lapar, dibanding harus menunggu mereka menangis.

Tanda Bayi Mengantuk yang Perlu Diperhatikan

ilustrasi bayi mengantuk (unsplash.com/MinnieZhou)

Mirip seperti saat sedang lapar, bayi yang mengantuk juga bisa dilihat dari gerak-geriknya selain dari tangisannya yang semakin kencang. 

Tanda-tanda bayi yang mengantuk biasanya bermula dari kelelahan atau menerima terlalu banyak stimulasi. Kondisi ini cenderung membuat bayi lebih rewel hingga akhirnya mengantuk.

Untuk mengetahui tangisan bayi yang berarti mengantuk, Mama dapat melihat beberapa tanda lainnya, dikutip dari Family Health Service Hong Kong:

  • Menghisap tangan atau kepalan tangannya

  • Terlihat lesu

  • Mata menatap ke ruangan

  • Membuat suara atau berceloteh dengan cemberut

  • Tidak tertarik dengan mainan

  • Menguap

  • Gerakan menghentak atau melengkungkan punggung.

Tanda bayi yang mengantuk semakin jelas saat usianya di atas 6 bulan. Gerak-gerik lainnya yang menandakan si Kecil mengantuk adalah mengucek mata, memalingkan wajah, dan melekatkan tubuhnya dan meminta perhatian.

Kiat Merespon Gerak-Gerik Bayi yang Mengantuk

ilustrasi bayi tidur di stroller (pexels.com/Sarah Chai)

Setelah si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, Mama perlu mengamati terlebih dahulu apa yang mereka inginkan. Bisa jadi si Kecil hanya lelah dan butuh rehat sejenak dibanding ingin tidur.

Bayi yang menerima banyak stimulasi dan menunjukkan gerak-gerik tersebut sebaiknya dikurangi stimulasinya atau dipindah ke tempat yang lebih tenang. 

Mama dapat melambatkan gerakan dan menurunkan suara untuk menenangkannya. Selain itu, coba juga dapat mencoba meletakkannya di atas tempat tidur saat sudah terlihat lelah dan mengantuk. 

Jika si Kecil terlihat bosan dan tidak kunjung tertidur, Mama dapat mengamati responnya dan mengganti aktivitas lain.

Itu dia penjelasan mengenai cara membedakan bayi lapar atau mengantuk.

Beberapa tanda mungkin hampir sama, namun dapat dibedakan dari gerak-gerik lainnya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article