Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Istilah dalam Skincare Anak yang Perlu Diketahui Orangtua
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Orangtua perlu memahami istilah pada produk skincare bayi .

  • Dijabarkan delapan istilah umum seperti organic product, dermatologically tested, hypoallergenic, paraben free.

  • Setiap istilah memiliki perhatian khusus.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fungsi perlindungan kulit bayi masih belum berkembang sempurna sehingga kulitnya cenderung lebih halus, lembut, dan sensitif terhadap berbagai zat yang menempel di permukaannya. Kondisi ini membuat kulit bayi lebih mudah mengalami iritasi, sehingga Mama perlu lebih memperhatikan skincare yang digunakan pada si Kecil.

Dalam produk perawatan bayi, orangtua mungkin sering menemukan berbagai istilah pada kemasan skincare yang terdengar asing. Memahami istilah-istilah tersebut penting agar Mama dan Papa bisa lebih teliti dalam memilih produk yang aman dan memudahkan orangtua menghindari bahan tertentu.

Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum berbagai istilah dalam skincare anak yang perlu diketahui orangtua!

1. Organic product (produk organik)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Istilah organic product pada skincare anak merujuk pada produk yang dibuat dari bahan-bahan alami yang ditanam dan diproses tanpa banyak penggunaan zat kimia sintetis, seperti pestisida atau herbisida. Produk dengan label organik biasanya juga telah melalui sertifikasi tertentu untuk memastikan sebagian besar kandungannya berasal dari bahan alami berkualitas.

Banyak orangtua memilih produk organik karena dianggap lebih lembut untuk kulit bayi yang masih sensitif. Meski begitu, penting untuk tetap memeriksa komposisi produk secara menyeluruh karena bahan alami pun tetap dapat memicu iritasi pada beberapa bayi dengan kondisi kulit tertentu.

2. Dermatologically tested (teruji secara dermatologis)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Label dermatologically tested menunjukkan bahwa produk telah melewati pengujian pada kulit sebelum dipasarkan. Pengujian ini dilakukan untuk melihat kemungkinan munculnya iritasi, alergi, atau reaksi tertentu setelah produk digunakan pada kulit.

Bagi orangtua, label ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa produk telah diuji keamanannya. Namun, hasil pengujian bukan berarti produk pasti cocok untuk semua bayi karena kondisi kulit setiap anak bisa berbeda, terutama pada bayi dengan kulit sensitif.

3. Hypoallergenic (minim risiko alergi)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Hypoallergenic berarti produk diformulasikan untuk mengurangi kemungkinan munculnya reaksi alergi pada kulit.

Biasanya produk seperti ini tidak mengandung bahan yang sering memicu alergi, seperti pewangi dan pewarna buatan. Istilah ini cukup penting diperhatikan karena kulit bayi masih sangat rentan mengalami iritasi.

4. Paraben free (bebas paraben)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Paraben free menandakan bahwa produk tidak menggunakan paraben sebagai bahan pengawet. Paraben sendiri sebelumnya banyak dipakai dalam produk perawatan untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur agar produk lebih tahan lama.

Kini, banyak orangtua lebih memilih skincare tanpa paraben karena adanya kekhawatiran mengenai efek penggunaan jangka panjang pada kulit dan kesehatan. Produk bebas paraben pun dianggap lebih aman untuk kulit bayi yang masih sensitif dan mudah teriritasi.

5. Preservative free (tanpa pengawet)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Label preservative free berarti produk tidak mengandung tambahan bahan pengawet sintetis. Sekilas istilah ini terdengar lebih aman, terutama bagi orangtua yang mencari produk berbahan alami untuk bayi.

Namun, produk tanpa pengawet justru bisa lebih mudah terkontaminasi bakteri atau jamur apabila tidak disimpan dengan baik. Karena itu, orangtua tetap perlu memperhatikan kualitas produk dan masa pakainya sebelum digunakan pada bayi.

6. Fragrance free (bebas pewangi)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Fragrance free berarti produk tidak menggunakan tambahan pewangi buatan dalam formulanya. Hal ini penting karena parfum sintetis cukup sering menjadi penyebab iritasi atau kemerahan pada kulit bayi.

Produk tanpa pewangi biasanya lebih cocok digunakan pada bayi dengan kulit sensitif. Meski demikian, orangtua tetap perlu memeriksa kandungan lainnya karena bukan hanya parfum yang dapat memicu iritasi.

7. Chemical free (bebas bahan kimia)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Istilah chemical free sering digunakan untuk menggambarkan produk yang tidak mengandung bahan kimia tertentu yang dianggap keras bagi kulit. Padahal secara ilmiah, hampir semua bahan, termasuk air dan garam, juga termasuk zat kimia.

Karena itu, orangtua sebaiknya tidak langsung percaya hanya pada klaim kemasan. Yang lebih penting adalah memahami kandungan produk dan menghindari bahan yang memang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

8. Natural (alami)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Produk dengan label natural biasanya dibuat menggunakan bahan yang berasal dari tumbuhan atau sumber alami lainnya. Banyak orangtua memilih produk jenis ini karena dianggap lebih lembut dan aman untuk kulit bayi.

Namun, bahan alami tidak selalu sepenuhnya aman bagi semua bayi. Beberapa ekstrak tanaman tetap bisa memicu iritasi apabila tidak diproses dengan baik atau digunakan pada kulit yang sangat sensitif.

Nah, itu tadi berbagai istilah dalam skincare anak yang perlu diketahui orangtua. Istilah apa yang sering Mama temui dalam skincare si Kecil?

Editorial Team

Related Article