Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir bahwa bayi dapat mewarisi penyakit tertentu dari mama yang mendonorkan ASI. Namun, faktanya penyakit keturunan atau sifat genetik tidak dapat ditularkan melalui ASI donor.
“Penyakit keturunan atau sifat genetik tidak akan berpindah melalui ASI donor. Jadi bayi tidak akan ‘mewarisi’ penyakit genetik donor hanya karena mengonsumsi ASI donor,” ucap dr. Aisya.
Meski demikian, aspek kesehatan pendonor tetap menjadi perhatian penting dalam proses pemberian ASI donor. Yang perlu diwaspadai bukanlah penyakit genetik, melainkan kemungkinan adanya penyakit infeksi tertentu. Oleh karena itu, setiap calon pendonor harus melalui proses skrining yang ketat.
“Yang perlu menjadi perhatian justru adalah penyakit infeksi tertentu. Itulah sebabnya donor ASI harus melalui proses skrining yang ketat, termasuk riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, gaya hidup, dan pemeriksaan penyakit infeksi tertentu,” lanjutnya.
Selain proses skrining, ASI donor juga melalui tahap pasteurisasi sebelum diberikan kepada bayi. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan ASI donor dan menekan risiko penularan penyakit semaksimal mungkin.
“Setelah itu, ASI juga dipasteurisasi untuk meningkatkan keamanannya. Dengan prosedur tersebut, risiko penularan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Itu tadi kelebihan dan kekurangan ASI donor. Dengan demikian, Mama tidak perlu khawatir mengenai penurunan penyakit genetik melalui ASI donor. Yang terpenting, ASI donor harus berasal dari sumber terpercaya dan telah melalui prosedur skrining serta pasteurisasi yang sesuai standar keamanan.
Itu dia kelebihan dan kekurangan bayi diberikan ASI donor. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi para orangtua di luar sana, ya!