Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Menatap Wajah Mama secara Intens? Ini Artinya

4 min read
Kenapa Bayi Suka Menatap Wajah Mama secara Intens? Ini Artinya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Bayi suka menatap wajah mama karena adanya ketertarikan pada wajah dan lingkungan sekitarnya.

  • Kontak mata membantu bayi mengenali emosi, belajar berkomunikasi, dan memperkuat ikatan emosional dengan orangtua.

  • Kontak mata yang jarang disertai kesulitan interaksi sosial atau keterlambatan komunikasi perlu dievaluasi lebih lanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama menyadari si Kecil sering menatap wajah mama dalam waktu yang cukup lama? Tatapan ini mungkin terlihat menggemaskan, tetapi juga bisa membuat Mama penasaran tentang apa yang sedang diperhatikan bayi.

Tatapan tersebut bisa muncul dalam berbagai situasi, mulai dari saat menggendong atau saat menyusui bayi. Tak jarang, kebiasaan sederhana ini membuat Mama bertanya-tanya apakah ada makna tertentu di balik tatapan tersebut.

Lantas, apa alasan di balik kebiasaan bayi suka menatap wajah mama secara intens? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.

  1. 1. Bayi punya ketertarikan alami pada wajah manusia

    Bayi punya ketertarikan alami pada wajah manusia
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi memiliki ketertarikan alami terhadap wajah manusia sejak usia dini. Pada awal kehidupannya, penglihatan bayi masih terbatas dan objek dapat terlihat lebih jelas pada jarak sekitar 20–30 cm. Jarak ini kurang lebih sesuai dengan posisi wajah mama saat menyusui atau menggendong si Kecil.

    Seiring bertambahnya usia, kemampuan penglihatan bayi berkembang sehingga ia semakin mampu mengenali wajah orang-orang yang sering berada di dekatnya. Bayi usia 1–3 bulan mulai dapat mengenali orangtua dan menunjukkan respons seperti tersenyum. 

  2. 2. Menatap wajah mama membantu bayi mengenali emosi

    Menatap wajah mama membantu bayi mengenali emosi
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Saat menatap wajah mama, bayi dapat mengamati berbagai ekspresi, seperti tersenyum, mengerutkan dahi, atau menggerakkan bibir ketika berbicara. Pengamatan ini membantu si Kecil mengenal perbedaan ekspresi wajah dan mulai memahami respons orang-orang di sekitarnya.

    Pada tahap awal, bayi memang belum bisa memahami emosi serumit orang dewasa. Namun, melalui interaksi yang berulang, ia perlahan belajar menghubungkan ekspresi wajah dengan situasi yang dialaminya. Misalnya, senyuman dan suara lembut Mama dapat menjadi bagian dari pengalaman positif yang membantu bayi merasa nyaman.

  3. 3. Bentuk komunikasi antara bayi dan mama

    Bentuk komunikasi antara bayi dan mama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Sebelum mampu berbicara, bayi sudah mulai berkomunikasi melalui tatapan mata, ekspresi wajah, suara, dan gerakan tubuh. Saat bayi menatap Mama, ia bisa sedang menunjukkan ketertarikan dan kesiapan untuk berinteraksi. Mama pun dapat merespons dengan tersenyum, berbicara, atau menirukan suara si Kecil untuk membangun komunikasi.

    Pentingnya kebiasaan ini juga diteliti oleh tim peneliti dari Universitas Cambridge. Dalam penelitian yang melibatkan 36 bayi, peneliti menggunakan alat electroencephalography (EEG) untuk mengukur aktivitas listrik otak melalui elektroda pada penutup kepala. 

    Hasilnya menunjukkan bahwa gelombang otak bayi dan ibunya dapat menjadi selaras ketika mereka berinteraksi melalui kontak mata. Salah satu peneliti, Victoria Leong, menjelaskan bahwa tatapan mata dapat menunjukkan kesiapan dan niat untuk berkomunikasi, sehingga membantu menyelaraskan aktivitas otak keduanya.

  4. 4. Menatap wajah mama menjadi cara bayi memahami hal baru

    Menatap wajah mama menjadi cara bayi memahami hal baru
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi bisa menatap wajah mama secara intens karena sedang mencoba memahami sesuatu yang menarik perhatiannya. Bayi dapat mengamati orang atau objek yang terasa baru baginya sebagai bagian dari proses mempelajari lingkungan.

    Selain wajah, benda-benda yang mencolok juga dapat menarik perhatian bayi. Aksesori seperti perhiasan atau pakaian berwarna cerah bisa membuat bayi lebih tertarik untuk memperhatikan seseorang. Jadi, jika si Kecil menatap Mama cukup intens, bisa jadi ia sedang mengamati ekspresi mama sekaligus berbagai hal yang ada di sekitarnya.

  5. Bayi yang Tidak Suka Menatap Perlu Diwaspadai

    Bayi yang tidak suka menatap perlu diperhatikan
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Mama perlu memperhatikan jika si Kecil kurang suka menatap dan disertai kesulitan berinteraksi atau keterlambatan komunikasi. Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda gangguan perkembangan, termasuk gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

    • Jarang merespons interaksi sosial, misalnya tidak menunjukkan respons yang diharapkan ketika diajak berinteraksi.
    • Keterlambatan komunikasi, seperti kemampuan mengoceh atau menggunakan gestur untuk berkomunikasi yang tampak terbatas sesuai usianya.
    • Perilaku atau gerakan berulang, terutama jika muncul bersama kesulitan dalam interaksi sosial.
    • Kurangnya ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain, jika terlihat secara konsisten dalam berbagai situasi.

    Jika Mama melihat beberapa tanda tersebut atau merasa perkembangan si Kecil berbeda dari yang diharapkan sesuai usianya, konsultasikan dengan dokter anak agar dapat dilakukan penilaian lebih lanjut.

    Nah, itu dia alasan di balik kebiasaan bayi suka menatap wajah mama secara intens. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More