Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan Barth syndrome. Pengobatan difokuskan untuk mengendalikan gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penanganan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis anak, jantung, hematologi, gizi, hingga rehabilitasi medik.
Beberapa terapi yang dapat diberikan meliputi:
Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri akibat neutropenia.
Obat perangsang produksi sel darah putih, seperti granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF) pada pasien dengan neutropenia berat atau infeksi berulang.
Obat gagal jantung, seperti ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik, hingga aldosterone antagonist sesuai kondisi pasien.
Terapi fisik dan okupasi untuk membantu meningkatkan kekuatan otot, kemampuan bergerak, serta aktivitas sehari-hari.
Pemasangan implantable cardioverter defibrillator (ICD) bila pasien berisiko mengalami gangguan irama jantung yang mengancam nyawa.
Transplantasi jantung pada kasus gagal jantung berat yang tidak membaik dengan pengobatan.
Selain terapi medis, anak dengan Barth syndrome juga membutuhkan pemantauan pertumbuhan, dukungan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi yang lebih tinggi, serta evaluasi perkembangan secara berkala.
Dengan diagnosis yang lebih cepat dan penanganan yang tepat, angka harapan hidup pasien kini terus meningkat dibandingkan beberapa dekade lalu. Banyak penderita dapat bertahan hingga usia dewasa dengan kualitas hidup yang lebih baik berkat kemajuan terapi suportif dan pemantauan rutin.
Itulah informasi mengenai Barth syndrome, kelainan genetik langka yang umumnya menyerang bayi laki-laki.
Meski tergolong jarang, mengenali gejala sejak dini dapat membantu anak memperoleh diagnosis dan penanganan yang lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.