Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Bibir Bayi Biru, Masalah pada Jantung Jadi Salah Satunya
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI
  • Bibir bayi yang membiru atau sianosis dapat menandakan kekurangan oksigen, dengan penyebab dari kondisi ringan seperti kedinginan hingga gangguan serius pada organ vital.
  • Gangguan jantung bawaan dan masalah paru-paru dapat membuat bibir, lidah, gusi, atau wajah membiru; terutama bila disertai sesak napas, napas cepat, atau mengi.
  • Sianosis juga dapat terkait kejang, gangguan endokrin, atau suhu dingin; paparan dingin umumnya memudar setelah bayi dihangatkan, sedangkan gejala berat memerlukan penanganan medis segera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bibir bayi berubah keunguan atau kebiruan, kondisi yang dikenal sebagai sianosis dan dapat berkaitan dengan kekurangan oksigen atau paparan suhu dingin.
  • Who?
    Bayi, terutama bayi baru lahir, dapat mengalami kondisi ini; tenaga medis diperlukan bila perubahan warna disertai kesulitan bernapas, kejang, atau penyebaran warna biru ke lidah dan gusi.
  • Where?
    Warna kebiruan dapat terlihat pada bibir, sekitar mulut, tangan, kaki, lidah, gusi, atau seluruh wajah bayi.
  • When?
    Kondisi dapat muncul saat bayi kedinginan setelah mandi atau terkena angin, maupun bersamaan dengan gangguan jantung, paru-paru, saraf, atau endokrin.
  • Why?
    Sianosis dapat terjadi ketika pasokan oksigen dalam darah menurun akibat kelainan jantung, gangguan pernapasan, kejang, gangguan hormon, atau penyempitan pembuluh darah karena suhu dingin.
  • How?
    Gangguan jantung atau paru dapat mengurangi oksigen darah; kejang dapat mengganggu napas. Pada paparan dingin, pembuluh darah tepi menyempit dan warna biru biasanya memudar setelah tubuh dihangatkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bibir bayi bisa jadi biru karena kedinginan, masalah jantung, paru-paru, otak, atau hormon. Kalau bayi dingin, bibirnya biasanya kembali normal setelah dihangatkan. Tapi kalau bayi susah bernapas, lemas, kejang, atau wajahnya ikut biru, Mama harus cepat membawa bayi ke tempat dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat bibir si Kecil tiba-tiba berubah warna jadi keunguan atau kebiruan tentu bikin Mama panik seketika. Apalagi kalau perubahan warna ini muncul tanpa Mama tahu penyebabnya, rasanya ingin langsung lari ke IGD.

Tenang dulu, Ma. Kondisi ini dalam istilah medis disebut sianosis, dan penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti kedinginan biasa, hingga yang serius seperti gangguan jantung atau paru-paru. 

Supaya Mama tidak salah langkah dalam menanganinya, berikut Popmama.com mengulas 5 penyebab bibir bayi biru. Yuk, simak sampai habis!

1. Masalah jantung

Pixabay/gfkDSGN

Salah satu penyebab paling sering diwaspadai dokter saat bibir bayi mama membiru adalah gangguan jantung bawaan. 

Melansir Medical News Today, kelainan jantung bawaan dapat membuat darah melompati paru-paru sehingga tidak sempat mengambil oksigen baru sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Dua contoh kelainan yang sering disebut adalah tetralogy of fallot dan tricuspid atresia.

Mengutip Cleveland Clinic, kelainan jantung bawaan seperti double outlet right ventricle, gagal jantung kongestif, hingga henti jantung juga termasuk penyebab yang perlu diwaspadai. 

Pada kasus seperti ini, warna biru biasanya tidak hanya muncul di bibir, tetapi juga menyebar ke lidah, gusi, atau seluruh wajah si Kecil. Kalau Mama melihat tanda ini, jangan ditunda, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

2. Masalah paru-paru

Wikimedia Commons/DataBase Center for Life Science (DBCLS)

Selain jantung, organ vital lain yang wajib Mama perhatikan adalah paru-paru. Melansir Medical News Today, gangguan pernapasan seperti asma, pneumonia, atau bronkiolitis dapat membatasi jumlah oksigen yang masuk ke aliran darah si Kecil.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sejumlah kondisi paru-paru lain yang bisa memicu sianosis, seperti infeksi saluran pernapasan, emboli paru, hingga berada di ketinggian yang ekstrem. 

Biasanya, gangguan paru-paru ini disertai gejala tambahan seperti napas cepat, tarikan napas yang berat, atau suara mengi. Kalau si Kecil terlihat susah bernapas bersamaan dengan bibir yang membiru, ini termasuk kondisi darurat yang butuh penanganan medis segera.

3. Masalah sistem saraf

Pexels/Laura Beauty Designer | Brasil

Penyebab yang satu ini mungkin jarang Mama duga, yaitu gangguan pada sistem saraf pusat. Menurut Cleveland Clinic, sianosis pada bayi juga bisa berkaitan dengan masalah di otak dan sistem saraf, salah satunya kejang. 

Saat kejang berlangsung, pola napas bayi bisa terganggu sehingga pasokan oksigen ke darah ikut menurun, dan inilah yang memicu perubahan warna kebiruan pada bibir.

Kondisi ini biasanya muncul mendadak dan disertai gerakan tubuh yang tidak terkendali atau penurunan kesadaran. Karena berkaitan langsung dengan fungsi otak, penyebab ini termasuk yang perlu penanganan medis secepatnya, bukan sekadar dihangatkan seperti pada kasus kedinginan biasa.

4. Masalah sistem endokrin

Wikimedia Commons/OpenStax & Tomáš Kebert & umimeto.org

Sistem endokrin, yaitu kelenjar-kelenjar penghasil hormon dalam tubuh, ternyata juga dapat berperan di balik bibir bayi biru. 

Mengutip penjelasan Toronto Centre for Neonatal Health, sianosis termasuk salah satu tanda klinis yang muncul pada gangguan endokrin di masa bayi baru lahir, misalnya kadar gula darah rendah akibat kekurangan hormon tertentu, atau gangguan tiroid bawaan.

Pada kondisi ini, sianosis biasanya tidak berdiri sendiri, melainkan disertai gejala lain seperti bayi tampak lemas, malas menyusu, tubuh gemetar, atau napas yang lebih cepat dari biasanya. 

Karena gejalanya cenderung tidak spesifik, penyebab ini sering baru terungkap setelah dokter melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut.

5. Terpapar suhu ekstrem

Pexels/Nikola Kojević

Nah, penyebab yang satu ini justru yang paling sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya, yaitu terpapar suhu dingin. Melansir Medical News Today, kondisi ini disebut akrosianosis dan sangat umum terjadi pada bayi baru lahir. 

Saat tubuh si Kecil kedinginan, misalnya setelah mandi atau terkena angin, pembuluh darah di area tepi tubuh seperti bibir, tangan, dan kaki akan menyempit untuk menjaga suhu tetap hangat pada organ-organ vital seperti jantung dan otak.

Mengutip Healthline, warna kebiruan di sekitar mulut yang disebut circumoral cyanosis ini akan memudar dengan sendirinya begitu suhu tubuh bayi mama kembali normal. 

Dikutip dari Cleveland Clinic, paparan suhu ekstrem termasuk salah satu penyebab sianosis yang paling umum dan biasanya dapat diatasi cukup dengan menghangatkan tubuh si Kecil, misalnya lewat dekapan atau selimut hangat.

Nah, itulah pembahasan mengenai 5 penyebab bibir bayi biru yang harus Mama ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article