Kolik pada bayi umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius pada si Kecil. Namun, kondisi ini justru lebih sering berdampak pada kesehatan mental orangtua. Tangisan bayi yang terus-menerus dapat memicu stres dan kecemasan, terutama pada Mama setelah melahirkan.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko baby blues atau depresi pascapersalinan, munculnya rasa bersalah, marah, lelah, hingga keinginan untuk berhenti menyusui lebih awal. Dalam situasi yang berat, kelelahan dan emosi yang tidak terkendali bahkan dapat membuat orangtua tanpa sadar mengguncang bayi, yang berbahaya bagi keselamatannya.
Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa kolik adalah kondisi yang umum dan bersifat sementara. Mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau teman dapat membantu meringankan beban. Selain itu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti dokter atau psikolog untuk menjaga kesehatan mental. Orangtua juga perlu memberi waktu untuk beristirahat dan tidak menyalahkan diri sendiri, agar tetap bisa menghadapi fase ini dengan lebih tenang.
Itu penjelasan penyebab kolik pada bayi baru lahir. Semoga informasi ini dapat membantu Mama!