Studi: Anak yang Memiliki Wajah Cantik dan Ganteng Warisan dari Papa

=
- Penelitian menunjukkan gen dari papa bisa lebih dominan dalam membentuk fitur wajah anak, termasuk struktur rahang, hidung, dan warna mata.
- Selain wajah, gen papa juga berpengaruh pada tinggi badan, kekuatan gigi, serta warna rambut melalui peran protein pertumbuhan IGF.
- Meskipun pengaruh papa kuat, gen mama tetap berkontribusi besar; faktor lingkungan dan gaya hidup turut menentukan penampilan akhir anak.
Setiap anak lahir dengan wajah yang unik, perpaduan khas dari kedua orangtuanya. Namun di tengah masyarakat, ada anggapan yang cukup kuat bahwa paras anak, terutama jika dinilai tampan atau cantik, lebih banyak “menurun” dari sang papa.
Ungkapan ini seolah menjadi keyakinan yang sulit dipisahkan dari cara orang memandang bagaimana genetik orangtua menurun. Menariknya penelitian mengungkap bahwa proses pewarisan gen dominan memang dapat memengaruhi bagaimana fitur wajah anak terbentuk.
Lantas, benarkah anak yang memiliki wajah cantik dan ganteng warisan telah Popmama.com siapkan di bawah ini.
Table of Content
1. Benarkah anak cantik dan ganteng warisan dari papa?

Ya, benar, wajah anak bisa dipengaruhi oleh genetik yang diturunkan dari papa. Setiap manusia memiliki 46 kromosom yang tersusun dalam 23 pasang, setengahnya berasal dari papa dan setengahnya dari mama.
Di dalam kromosom ini tersimpan ratusan hingga ribuan gen yang menentukan berbagai karakteristik fisik, termasuk bentuk wajah. Kombinasi gen dari kedua orangtua inilah yang akhirnya membentuk tampilan wajah anak.
Menariknya, gen papa bisa lebih dominan dalam memengaruhi struktur wajah. Penelitian di bidang epigenetika menunjukkan bahwa beberapa gen dari papa “diaktifkan” lebih kuat saat janin berkembang.
Bahkan studi dari University of St Andrews menemukan bahwa beberapa ciri wajah yang dianggap menarik cenderung diwariskan dari papa, terutama pada anak laki-laki.
2. Genetik fitur wajah yang diturunkan dari papa

Genetik dari papa kerap disebut memiliki pengaruh kuat dalam membentuk berbagai fitur wajah anak. Beberapa bagian yang sering terlihat mirip dengan papa antara lain garis rahang yang tegas, bentuk hidung, proporsi wajah, hingga ukuran telinga.
Selain itu, warna mata juga dapat dipengaruhi oleh gen yang diwariskan papa. Jika papa memiliki mata cokelat, biru, atau hijau, peluang si Kecil mewarisi warna serupa pun cukup besar.
Lesung pipi juga sering dikaitkan sebagai turunan dari papa. Lesung pipi yang muncul saat tersenyum bisa menjadi pemanis alami pada wajah anak dan kerap dianggap sebagai ciri khas keluarga. Meski demikian, penting dipahami bahwa bentuk dan karakter wajah anak tidak sepenuhnya diwarisi oleh papa.
3. Bentuk fisik lain yang diwarisi dari genetik papa

Tubuh manusia memiliki ratusan variasi gen yang memengaruhi pertumbuhan tinggi, dan meskipun Mapa dan Mama sama-sama menyumbang materi genetik, penelitian menunjukkan bahwa gen dari papa dapat memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap potensi tinggi si Kecil.
Hal ini berkaitan dengan insulin-like growth factor (IGF), yaitu protein yang berperan dalam merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Di sisi lain, gen dari mama membawa reseptor IGF2R yang berfungsi mengatur atau membatasi efek pertumbuhan tersebut. Interaksi antara gen papa dan mama inilah yang akhirnya memengaruhi tinggi badan anak secara keseluruhan.
Tak hanya itu, gen dari papa juga dapat berkontribusi pada kondisi kesehatan gigi anak, termasuk kekuatan struktur gigi dan kerentanannya terhadap masalah tertentu. Warna rambut pun sering kali lebih kuat dipengaruhi oleh gen papa.
4. Apakah genetik mama juga memengaruhi wajah anak?

Meskipun genetik papa kerap dianggap lebih dominan dalam membentuk beberapa fitur wajah anak, peran mama tetap tidak kalah penting. Perpaduan inilah yang membuat wajah anak tampak unik dan tidak sepenuhnya menyerupai salah satu orangtua saja.
Bahkan detail-detail kecil seperti bentuk telinga, dagu, dan pipi juga merupakan hasil kombinasi genetik papa dan mama. Jadi, meskipun pengaruh papa mungkin terlihat lebih menonjol pada beberapa fitur, kontribusi mama tetap signifikan dalam membentuk karakter wajah si Kecil secara keseluruhan.
5. Aspek lain yang membentuk penampilan anak

Selain faktor genetik dari papa dan mama, lingkungan, pola makan, serta gaya hidup juga memiliki peran besar dalam membentuk tampilan anak. Misalnya, seorang anak bisa saja mewarisi susunan gigi yang rapi dari papa, tetapi jika terbiasa mengonsumsi makanan manis seperti cokelat tanpa diimbangi perawatan gigi yang baik, kondisi giginya tetap berisiko mengalami kerusakan.
Hal yang sama berlaku pada kondisi kulit. Anak mungkin mewarisi kulit sehat dari orangtuanya, tetapi kurangnya asupan nutrisi, paparan polusi, atau perawatan yang tidak tepat dapat membuat kulit tampak kusam. Jadi, meskipun genetik dari papa dan mama memberikan fondasi awal, faktor eksternal tetap berperan dalam menentukan bagaimana penampilan akhir anak berkembang.
Nah, itulah penjelasan mengenai


















