Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Kaki Bayi CTEV Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasannya
Wikimedia Commons/Dr rajatsubhra
  • CTEV atau clubfoot adalah kelainan bawaan yang membuat satu atau kedua kaki bayi mengarah ke dalam; kondisi ini dialami sekitar 1 dari 1.000 kelahiran.

  • CTEV tidak hilang sendiri, tetapi dapat dikoreksi dengan terapi dini. Anak yang tertangani baik umumnya dapat memakai sepatu biasa, berjalan, berlari, dan berolahraga tanpa nyeri.

  • Penanganan meliputi metode Ponseti, metode Prancis, brace khusus, atau operasi pada kasus tertentu. Kepatuhan memakai brace dan kontrol rutin penting untuk mencegah kekambuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    CTEV atau clubfoot adalah kelainan bawaan yang membuat satu atau kedua kaki bayi mengarah ke dalam. Kondisi ini dapat dikoreksi melalui pengobatan, tetapi tidak hilang dengan sendirinya.
  • Who?
    Bayi dengan CTEV, orang tua, dokter ortopedi anak, fisioterapis, dan tim medis terlibat dalam pemeriksaan, terapi, perawatan brace, serta kontrol rutin.
  • Where?
    Penanganan dilakukan melalui layanan dokter ortopedi anak, fisioterapi, dan klinik clubfoot. Perawatan brace, pemantauan kulit, serta latihan ringan juga dilakukan di rumah.
  • When?
    Terapi umumnya dimulai pada minggu pertama atau kedua setelah kelahiran dan paling efektif dalam beberapa bulan pertama kehidupan. CTEV juga dapat terdeteksi melalui USG sekitar minggu ke-20 kehamilan.
  • Why?
    CTEV terjadi karena tendon kaki dan tungkai lebih pendek serta kencang. Penyebab pastinya per saat ini masih belum diketahui; kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan gabungan faktor genetik dan lingkungan.
  • How?
    Penanganan dapat memakai metode Ponseti dengan gips bertahap, metode Prancis dengan peregangan dan bidai, sepatu serta penyangga khusus, atau operasi bila kondisi berat maupun terapi tanpa operasi tidak berhasil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kaki bayi CTEV bisa melengkung ke dalam sejak lahir. Ini tidak hilang sendiri. Dokter bisa membantu dengan meregangkan kaki, memakai gips, atau sepatu khusus. Pengobatan sebaiknya dimulai cepat. Jika terapi dipakai sesuai jadwal, anak bisa berjalan, berlari, dan bermain tanpa sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menggendong si Kecil untuk pertama kali, Mama mungkin memperhatikan telapak kakinya tampak melengkung ke dalam. 

Kondisi yang dikenal sebagai CTEV atau clubfoot ini wajar bikin panik, apalagi kalau baru pertama kali mendengarnya. Selain itu, Mama juga pasti penasaran dengan kondisi kaki bayi dan bertanya-tanya, apakah ini bisa sembuh?

Untuk menjawab rasa penasaran Mama akan kondisi ini, berikut Popmama.com mengulas apakah kaki bayi CTEV bisa disembuhkan? Yuk, simak sampai habis!

Apakah Kaki Bayi yang Terkena CTEV Bisa Disembuhkan?

Wikimedia Commons/Dr rajatsubhra

Jawabannya, kondisi ini bisa dikoreksi dengan penanganan yang tepat. Melansir Cleveland Clinic, CTEV tidak akan hilang dengan sendirinya, tetapi anak yang mendapat pengobatan sejak dini umumnya memperoleh hasil yang baik.

Anak-anak tersebut kelak bisa memakai sepatu biasa, berjalan, berlari, dan bermain tanpa rasa sakit, bahkan ikut berolahraga. 

Melansir Johns Hopkins Medicine, kaki yang terkoreksi dengan baik tampak tidak berbeda dari kaki normal. Namun, Mama perlu tahu bahwa kondisi ini tidak membaik seiring pertumbuhan si Kecil. 

Pengobatan selalu diperlukan, karena CTEV bisa kembali kalau jadwal terapi tidak diikuti dengan benar dan tepat sesuai saran dari ahli.

Apa Itu CTEV dan Mengapa Kaki Bayi Bisa Mengalami Kondisi Ini?

Wikimedia Commmons/Brachet Youri

Mengutip Cleveland Clinic, CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus  adalah kelainan bawaan yang membuat satu atau kedua kaki bayi mengarah ke dalam, sehingga telapak kakinya sering menghadap ke samping atau bahkan ke atas. 

Kondisi ini dialami sekitar 1 dari 1.000 bayi baru lahir, dan separuh kasusnya mengenai kedua kaki. Penyebab kakinya terpelintir adalah tendon di kaki dan tungkai si Kecil yang lebih pendek serta lebih kencang dari seharusnya. 

Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kemungkinan besar merupakan gabungan faktor genetik dan lingkungan.

Dilansir dari NHS, pada banyak kasus, alasan bayi mengalami CTEV memang tidak diketahui. Kadang kondisi ini diturunkan dalam keluarga atau berkaitan dengan kondisi lain, seperti spina bifida.

Bagaimana Cara Mengobati Kaki Bayi yang Terkena CTEV?

Wikimedia Commons/Orthopediatrie

Penanganan CTEV biasanya melibatkan tim dokter, terutama dokter ortopedi anak. Cleveland Clinic menyebut ada beberapa pilihan, dan dokter akan memilih yang paling cocok untuk kondisi si Kecil.

Berikut pilihan yang biasa dipakai, mulai dari yang paling umum.

  • Metode ponseti
    Menurut Mayo Clinic, metode ini dilakukan dengan meregangkan kaki bayi secara bertahap, lalu memasangnya dengan gips dari jari kaki hingga paha atas yang diganti setiap 4–7 hari hingga posisi kaki membaik. 

  • Metode prancis
    Metode ini memakai peregangan, bidai, dan plester, bukan gips. Cleveland Clinic menyebut fisioterapis akan mengajari orangtua melakukannya di rumah.

  • Sepatu dan penyangga khusus
    Setelah bentuk kaki membaik, si Kecil perlu menggunakan sepatu khusus yang terhubung dengan batang logam (boots and bar) untuk mencegah kaki kembali ke posisi semula. Menurut Mayo Clinic, alat ini digunakan sepanjang hari dan malam selama 3–6 bulan.

  • Operasi
    Menurut Cleveland Clinic, operasi biasanya dilakukan jika CTEV tergolong berat atau pengobatan tanpa operasi tidak berhasil, idealnya sebelum anak mulai berjalan. Prosedur ini memiliki risiko, seperti cedera saraf, infeksi, perdarahan, dan kekakuan kaki.

Kapan Pengobatan CTEV pada Bayi Sebaiknya Dimulai?

Wikimedia Commons/Orthopediatrie

Semakin cepat, semakin baik. Menurut Mayo Clinic, tulang, sendi, dan tendon bayi baru lahir masih sangat lentur, sehingga terapi biasanya dimulai pada minggu pertama atau kedua setelah lahir.

Terapi paling efektif jika dilakukan dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Menurut Johns Hopkins Medicine, gips pertama dipasang 1 hingga 2 minggu setelah bayi lahir.

Kabar baiknya, CTEV sering sudah terdeteksi sebelum bayi lahir. Kelainan ini kerap terlihat lewat USG rutin pada minggu ke-20 kehamilan, dan meski belum bisa diobati saat itu, orangtua punya waktu untuk berkonsultasi dengan dokter bedah ortopedi anak guna merencanakan terapi.

Bagaimana Cara Merawat Bayi selama Pengobatan CTEV?

Wikimedia Commons/OpenStax College

Peran Mama di rumah sangat menentukan, karena keberhasilan terapi banyak bergantung pada kedisiplinan merawat si Kecil. Berikut beberapa caranya.

  • Pakai brace sesuai anjuran dokter
    Mayo Clinic menyebut penyebab utama kegagalan metode Ponseti adalah brace yang tidak dipakai sesuai petunjuk. 

  • Jadikan bagian dari rutinitas tidur
    Setelah tiga bulan pertama, menurut Cleveland Clinic, si Kecil hanya memakai brace saat malam dan tidur siang. Dengan dibiasakan, ia akan paham bahwa waktunya tidur berarti waktunya memakai brace.

  • Ajak si Kecil bermain
    Mengutip Cleveland Clinic, Mama disarankan untuk  bermain dengan bayi saat ia memakai brace, misalnya dengan gerakan ringan dan permainan menendang. 

  • Beri bantalan lunak pada batang
    Menurut Cleveland Clinic, bantalan lunak membuat brace lebih nyaman bagi si Kecil dan Mama. 

  • Hindari losion dan cek kulit secara rutin
    Cleveland Clinic menyebut krim atau losion bisa memperburuk masalah kulit, sedangkan sedikit kemerahan pada kaki masih wajar. 

  • Cegah sepatu melorot
    Pastikan tali sepatu terpasang kencang dan Cleveland Clinic menyebut dua lapis kaus kaki juga dapat membantu. Fisioterapis bisa memberi saran lain jika sepatu masih sering terlepas.

  • Datang rutin ke jadwal kontrol
    Menurut NHS, penting untuk mengikuti rencana terapi dan menghadiri janji temu di klinik clubfoot. 

Nah, itulah pembahasan mengenai apakah kaki bayi CTEV bisa disembuhkan? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article