Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi Diare saat Tumbuh Gigi, Apakah Hal Ini Normal Terjadi?
pexels.com/Tetiana Kos
  • Tumbuh gigi tidak secara langsung menyebabkan diare pada bayi; perubahan makanan padat dan kebiasaan memasukkan benda ke mulut dapat menjadi pemicu lain.

  • Diare bayi dapat dipicu infeksi, sensitivitas atau alergi makanan, efek antibiotik, perjalanan, maupun feses encer tanpa sebab jelas; infeksi sering disertai muntah dan demam.

  • Saat diare, tetap berikan ASI atau formula dan cairan tambahan sesuai usia untuk mencegah dehidrasi; nyeri gusi dapat diringankan dengan pijatan lembut atau teether dingin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tumbuh gigi merupakan proses alami dari pertumbuhan bayi. Namun, banyak bayi mengalami diare bersamaan dengan proses tumbuh gigi tersebut. Tak jarang, hal ini membuat banyak orang tua khawatir.

Lantas, apakah benar bayi diare saat tumbuh gigi? Supaya lebih jelas, yuk cari tahu jawabannya dari sisi medis berikut ini.

1. Apakah bayi bisa diare saat tumbuh gigi?

pexels.com/William Fortunato

Tumbuh gigi sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan diare pada bayi. Meskipun banyak yang mengaitkan keduanya, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan diare bukanlah gejala yang disebabkan oleh proses tumbuh gigi. Jika bayi diare saat tumbuh gigi, maka kemungkinan ada faktor lain yang menjadi pemicunya.

Di usia sekitar 6 bulan, bayi biasanya mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Sayangnya, sistem pencernaan bayi yang masih sensitif tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan makanan baru. Hal ini yang bisa menyebabkan perubahan tekstur atau frekuensi BAB, termasuk diare.

Selain itu, bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung sering memasukkan tangan atau benda asing ke dalam mulut. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko masuknya kuman penyebab infeksi yang kemudian memicu diare. Jadi, jika bayi diare saat tumbuh gigi, jangan langsung menganggapnya karena ada kaitannya dengan gigi, ya!

2. Penyebab diare pada bayi

pexels.com/MART PRODUCTION

Melansir Healthline, berikut beberapa penyebab diare pada anak:

  • Infeksi virus atau bakteri
    Infeksi saluran pencernaan menjadi salah satu penyebab umum diare pada bayi. Biasanya, diare akibat infeksi ini juga disertai gejala lain seperti muntah dan demam. Dikarenakan bisa menular, pastikan kamu selalu menjaga kebersihan saat merawat bayi yang mengalami diare.

  • Sensitivitas terhadap makanan
    Beberapa jenis makanan mungkin sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih sensitif. Selain diare, bayi juga bisa mengalami perut kembung, lebih sering buang angin, dan sebagainya.

  • Alergi makanan
    Meskipun jarang terjadi pada bayi, alergi makanan justru lebih serius daripada sensitivitas makanan. Alergi terhadap makanan atau susu formula dapat menimbulkan diare dan biasanya disertai gejala lain, seperti ruam pada kulit, pilek, batuk, atau sesak napas. Jika muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter, ya.

  • Efek obat-obatan
    Beberapa obat, terutama antibiotik, dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam usus sehingga memicu diare. Kondisi ini umumnya terjadi selama atau setelah bayi mengonsumsi antibiotik.

  • Traveling
    Bepergian juga dapat meningkatkan risiko diare, misalnya akibat mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Meskipun diare saat bepergian juga jarang terjadi pada bayi, kondisi ini tetap bisa dialami.

  • Tanpa sebab
    Terkadang, bayi bisa mengalami feses yang lebih encer tanpa penyebab yang jelas. Jika bayi tetap aktif, tidak demam, dan tidak menunjukkan tanda sakit lainnya, kondisi tersebut biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

3. Cara mengatasi diare pada bayi

pexels.com/Jean Marc Bonnel

Untuk mengatasi bayi diare saat tumbuh gigi, berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  1. Pastikan bayi tetap terhidrasi
    Selama bayi tidak mengalami penurunan berat badan, fokus utama saat diare adalah mencegah dehidrasi. Tetap berikan ASI atau susu formula seperti biasa.

  2. Berikan cairan tambahan sesuai usia
    Jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan, kamu bisa memberikan sedikit air putih atau larutan rehidrasi oral. Jangan lupa tetap perhatikan tanda hidrasi, seperti mulut, mata, dan popok yang tetap basah seperti biasanya.

4. Cara meredakan nyeri gigi pada bayi

pexels.com/Jonathan Borba

Adapun cara meredakan nyeri gigi pada bayi, di antaranya:

  1. Pijat gusi dengan lembut
    Gunakan jari yang bersih atau kain lap yang dibasahi air dingin untuk mengusap gusi bayi. Cara ini bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi.

  2. Berikan sesuatu yang dingin untuk digigit
    Teether yang didinginkan atau buah dingin bisa dapat menenangkan gusi. Meski demikian, hindari memberikannya terlalu dingin atau beku karena akan melukai gusi bayi.

  3. Berikan makanan yang lunak
    Makanan lunak akan mempermudah bayi makan ketika gigi yang sedang tumbuh menyebabkan ketidaknyamanan pada gusi. Buah yang dihaluskan, yogurt, atau sayuran dingin memungkinkan bayi menikmati makanan padat tanpa mengiritasi gusi yang sensitif.

  4. Konsultasi ke dokter jika bayi sangat rewel
    Jika bayi terus menangis atau terlihat sangat kesakitan selama lebih dari satu hingga dua hari, sebaiknya hubungi dokter. Sementara itu, obat pereda nyeri untuk bayi sebaiknya diberikan sesuai anjuran tenaga medis.

Jadi, bayi diare saat tumbuh gigi? Jawabannya tidak, ya. Jika bayimu mengalami diare saat proses tumbuh gigi, hal itu mungkin disebabkan oleh perubahan pola makan, kontak dengan lebih banyak bakteri karena memasukkan lebih banyak benda ke dalam mulutnya, atau lainnya.

Referensi:

“A Parent’s Guide to Teething: Teething Timeline, Symptoms, and Relief Strategies”. Children’s Hospital Los Angeles. Diakses pada Agustus 2026.

“Baby’s Diarrhea: Could It Be From Teething?”. Tribeca North Dentistry. Diakses pada Agustus 2026.

“Does My Baby Have Teething Diarrhea?”. Healthline. Diakses pada Agustus 2026.

“Don’t Dismiss a Baby’s Diarrhea as Teething”. NORTON Children’s. Diakses pada Agustus 2026.

Ramos-Jorge J, et al. (2011). “Prospective Longitudinal Study of Signs and Symptoms Associated With Primary Tooth Eruption.” Pediatrics, 128(3), 471–476.

Curated For You

Editorial Team

Related Article