Kenaikan berat badan memang menjadi salah satu hal yang dipantau untuk melihat pertumbuhan anak. Namun, kondisi anak tidak dapat dinilai hanya berdasarkan angka pada timbangan. Ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan, termasuk perkembangan dan aktivitas anak sehari-hari.
Normalkah Berat Badan Anak Seret karena Sangat Aktif?

Berat badan anak yang naik lambat bisa normal saat aktivitas meningkat; laju kenaikan juga berubah menurut usia, sehingga kesehatan tidak cukup dinilai dari angka timbangan.
Selain aktivitas tinggi, berat badan sulit naik dapat dipengaruhi asupan nutrisi kurang, faktor keturunan, intoleransi laktosa, atau masalah pencernaan lain.
Orangtua dapat mendukung pertumbuhan lewat makanan padat nutrisi, jadwal makan teratur, pembatasan gadget saat makan, serta pemantauan pertumbuhan berkala.
Berat badan anak seret karena anak sangat aktif bisa membuat Mama bertanya-tanya apakah kondisi tersebut wajar. Pasalnya, anak yang semakin bertambah usia biasanya mulai lebih banyak bergerak dan melakukan berbagai aktivitas, sementara kenaikan berat badannya tidak selalu secepat sebelumnya.
Hal tersebut dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam bukunya yang berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.
Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai berat badan anak seret karena anak sangat aktif.
Table of Content
1. Normalkah berat badan anak seret karena anak sangat aktif?

Magnific Berat badan anak yang sulit naik merupakan hal yang normal ketika ia semakin aktif. Menurut dr. Meta, seiring bertambahnya usia, anak mulai lebih banyak bergerak sehingga kenaikan berat badan secara bertahap cenderung melambat.
Sebagai gambaran, kenaikan berat badan bayi normal pada usia 0–3 bulan sekitar 900 gram per bulan. Sementara itu, pada usia 3–6 bulan, kenaikannya sekitar 600 gram per bulan. Artinya, laju pertambahan berat badan memang dapat berubah sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhan anak.
Meski begitu, Mama tidak perlu hanya berpatokan pada angka berat badan untuk menilai kesehatan si Kecil. Anak yang sehat umumnya tidak terlalu rewel, mengalami perkembangan sesuai dengan usianya, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.
2. Penyebab lain berat badan anak sulit naik

Magnific Meski aktivitas yang tinggi dapat memengaruhi kenaikan berat badan, kondisi tersebut bukan satu-satunya penyebab berat badan anak sulit bertambah. Asupan nutrisi yang tidak mencukupi juga dapat membuat kebutuhan energi anak tidak terpenuhi dengan baik.
Selain itu, faktor keturunan turut berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Berat badan yang sulit naik juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti intoleransi laktosa, cacingan, gangguan hormonal, hingga masalah pada sistem pencernaan, termasuk GERD.
Karena penyebabnya beragam, Mama sebaiknya tidak langsung menganggap berat badan anak yang seret disebabkan oleh aktivitasnya yang tinggi. Pemantauan pertumbuhan secara berkala dapat membantu mengetahui apakah pertambahan berat badan si Kecil masih sesuai dengan pola pertumbuhannya.
3. Langkah awal di rumah untuk menjaga berat badan anak

Magnific/Pressfoto Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak, antara lain:
Pilih makanan padat nutrisi dan kalori, seperti alpukat, keju, telur, daging merah, ikan, dan biji-bijian. Mama juga dapat menambahkan sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun atau mentega dalam jumlah yang sesuai.
Terapkan jadwal makan yang teratur dengan tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali camilan sehat di antaranya. Hindari memberikan camilan terlalu dekat dengan waktu makan agar tidak mengurangi nafsu makan anak.
Batasi penggunaan gadget, terutama ketika anak sedang makan. Dengan begitu, si Kecil dapat lebih fokus pada makanan dan mengenali rasa lapar maupun kenyangnya.
Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Kebutuhan tidur yang terpenuhi dapat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebiasaan hidup bersih dapat membantu mencegah infeksi, termasuk cacingan, yang dapat memengaruhi nafsu makan dan penyerapan nutrisi.
Jadi, berat badan anak seret karena anak sangat aktif merupakan kondisi yang normal, terutama ketika si Kecil tetap tumbuh dan berkembang sesuai usianya.
Semoga informasi ini dapat mengurangi kekhawatiran Mama, ya.





















