Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Kipas Angin Bisa Membuat Bayi Masuk Angin?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Dokter anak Ricki Rajagukguk mengungkapkan bahwa kipas angin tidak langsung menyebabkan bayi masuk angin. kipas angin justru membantu sirkulasi udara di dalam ruangan.

  • Studi Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine mengaitkan penggunaan kipas saat bayi tidur dengan penurunan risiko SIDS melalui sirkulasi udara dan pengurangan penumpukan CO₂ di sekitar wajah bayi.

  • Agar tetap aman, hindari mengarahkan kipas langsung ke tubuh bayi, bersihkan kipas secara rutin, dan pastikan kipas terpasang dengan kokoh

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca yang sedang panas-panasnya bisa membuat Mama kerepotan saat merawat bayi, terutama jika di rumah belum tersedia AC. Udara panas dapat membuat si Kecil berkeringat, rewel, hingga sulit tidur. 

Kipas angin pun kerap menjadi pilihan untuk membantu menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Namun, sebagian orangtua masih khawatir menggunakan kipas angin saat bayi tidur. Ada anggapan bahwa paparan angin secara langsung bisa membuat bayi masuk angin. 

Lantas, benarkah kipas angin bisa membuat bayi masuk angin? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.

1. Benarkah kipas angin bisa membuat bayi masuk angin?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Dokter Spesialis Anak, dr. Ricki Rajagukguk, Sp.A, menjelaskan melalui akun Instagram @ricki_rajagukguk bahwa penggunaan kipas angin pada bayi tidak secara langsung menyebabkan masuk angin. Istilah masuk angin sendiri bukan diagnosis medis tertentu, melainkan sebutan yang umum digunakan untuk menggambarkan sejumlah keluhan, seperti perut kembung dan badan terasa tidak nyaman.

Kipas angin pada dasarnya berfungsi membantu sirkulasi udara agar ruangan terasa lebih nyaman saat cuaca panas. Oleh karena itu, Mama tetap boleh menggunakannya selama memperhatikan kondisi ruangan, serta mengatur arah hembusan agar tidak langsung mengenai tubuh bayi, melansir Healthline.

2. Penggunaan kipas angin pada bayi dikaitkan dengan penurunan risiko SIDS

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, penggunaan kipas angin saat bayi tidur dikaitkan dengan penurunan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Kipas angin membantu meningkatkan sirkulasi udara di kamar sehingga dapat mengurangi penumpukan karbon dioksida (CO₂) yang diembuskan bayi di sekitar wajahnya.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa hubungan ini terlihat lebih signifikan pada kondisi tidur yang kurang ideal, seperti ketika bayi berbagi tempat tidur (bed-sharing) dengan orang lain selain orangtuanya. Dalam kondisi tersebut, penggunaan kipas angin dikaitkan dengan penurunan risiko SIDS hingga 85%. 

3. Risiko penggunaan kipas angin yang tidak tepat pada bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kipas angin tidak otomatis membahayakan bayi. Namun, penggunaan yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah. Berikut beberapa risiko yang perlu Mama ketahui:

  1. Bayi tetap berisiko mengalami kepanasan. Kipas angin hanya membantu menggerakkan udara dan tidak selalu mampu mendinginkan ruangan yang sangat panas. 

  1. Debu dapat mengganggu saluran pernapasan. Kipas yang kotor dapat menyebarkan debu ke udara. Pada bayi yang sensitif terhadap debu, paparan tersebut dapat memicu iritasi atau memperburuk keluhan pernapasan tertentu.

  1. Bayi dapat merasa tidak nyaman. Hembusan udara yang terus-menerus dapat membuat bayi merasa terlalu dingin karena kemampuan termoregulasi yang belum sempurna sehingga dapat mengganggu kenyamanannya.

  1. Ada risiko cedera fisik. Kipas yang tidak stabil, baling-baling yang dapat dijangkau, atau kabel yang berada dekat bayi bisa menimbulkan bahaya. Pastikan kipas diletakkan dengan aman dan tidak dapat dijangkau si Kecil.

4. Tips menggunakan kipas angin yang aman untuk bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Agar penggunaan kipas angin tetap aman dan nyaman, Mama perlu memperhatikan arah serta kekuatan hembusan udaranya. Sebaiknya, hindari mengarahkan kipas langsung ke tubuh bayi secara terus-menerus. Gunakan kecepatan rendah atau sedang terlebih dahulu, kemudian sesuaikan dengan kondisi ruangan dan kenyamanan si Kecil.

Selain mengatur arah dan kecepatan kipas, Mama juga perlu menjaga kebersihannya. Debu yang menumpuk pada baling-baling dan pelindung kipas dapat beterbangan ketika alat dinyalakan. Oleh karena itu, bersihkan kipas secara rutin sesuai petunjuk produsen agar penumpukan debu dapat dikurangi. 

Tidak kalah penting, perhatikan penempatan kipas setelah digunakan. Pastikan kabel tidak menjuntai di dekat tempat tidur bayi dan letakkan kipas di posisi yang stabil serta tidak mudah tersenggol. Dengan begitu, kipas dapat digunakan untuk membantu sirkulasi udara tanpa menambah risiko cedera bagi si Kecil.

Jadi, penggunaan kipas angin tidak secara langsung membuat bayi masuk angin. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article