60 mg/ml : setiap 1 ml mengandung 60 mg paracetamol
80 mg/ml : setiap 1 ml mengandung 80 mg paracetamol
100 mg/ml : setiap 1 ml mengandung 100 mg paracetamol
Perbedaan Sediaan Paracetamol untuk Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Paracetamol digunakan untuk menurunkan demam dan nyeri pada anak, tersedia dalam bentuk drop, sirup biasa, dan sirup forte dengan perbedaan konsentrasi.
Pemberian dosis paracetamol harus disesuaikan dengan berat badan anak.
Pemilihan antara paracetamol drop atau sirup bergantung pada usia dan kemampuan anak.
Paracetamol atau acetaminophen adalah obat yang umum digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, serta bisa dibeli tanpa resep dokter. Obat ini bekerja langsung di otak, tepatnya pada bagian yang mengatur suhu tubuh dan rasa sakit, sehingga keluhan seperti demam atau nyeri bisa cepat berkurang.
Pada anak-anak, paracetamol biasanya diberikan dalam bentuk cair seperti sirup atau drop (tetes) agar lebih mudah diminum. Meski sama-sama cair, kedua sediaan ini memiliki perbedaan pada kadar dan konsentrasi obatnya. Karena itu, orangtua perlu memahami jenis sediaan paracetamol yang digunakan agar pengobatan tetap aman dan efektif untuk anak.
Berikut Popmama.com siapkan penjelasan terkait perbedaan sediaan paracetamol untuk anak yang perlu diketahui orangtua. Yuk simak, Ma!
Table of Content
1. Paracetamol drop (tetes)

Paracetamol drop adalah obat cair yang diberikan dengan cara diteteskan langsung ke mulut menggunakan pipet. Dibandingkan dengan sirup, sediaan drop memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, sehingga volume yang diberikan lebih sedikit dan lebih mudah dikonsumsi oleh bayi.
Dalam paracetamol drop, kandungan obat dihitung per mililiter (ml), sehingga setiap 1 ml mengandung jumlah zat aktif tertentu sesuai konsentrasinya. Umumnya, paracetamol drop tersedia dalam 3 sediaan, yaitu:
2. Paracetamol bentuk sirup biasa

Paracetamol sirup merupakan sediaan cair yang paling umum digunakan untuk anak-anak, terutama usia balita. Obat ini biasanya diberikan menggunakan sendok takar sesuai dosis yang dianjurkan. Dibandingkan dengan sediaan drop, paracetamol sirup memiliki konsentrasi yang lebih rendah, sehingga volume yang diberikan cenderung lebih banyak untuk mencapai dosis yang sama.
Dalam paracetamol sirup, kandungan zat aktif diketahui dalam miligram per 5 mililiter (mg/5 ml), yang merupakan satuan takaran umum dalam obat sirup anak. Umumnya, paracetamol sirup tersedia dalam dua variasi kadar, yaitu:
120 mg/5 ml : setiap 5 ml mengandung 120 mg paracetamol
160 mg/5 ml : setiap 5 ml mengandung 160 mg paracetamol
3. Paracetamol sirup forte

Paracetamol sirup forte merupakan sediaan cair dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan sirup biasa. Istilah “forte” menunjukkan bahwa obat ini memiliki kekuatan dosis 2x lebih besar. Sediaan ini umumnya ditujukan untuk anak yang lebih besar atau memiliki berat badan lebih tinggi, sehingga volume obat yang diminum tidak terlalu banyak.
Dalam paracetamol sirup forte, kandungan zat aktif dinyatakan dalam miligram per 5 mililiter (mg/5 ml). Umumnya, paracetamol sirup forte tersedia dalam kadar 250 mg/5 ml, yang berarti setiap 5 ml mengandung 250 mg paracetamol.
Panduan dan Perhitungan Dosis Paracetamol untuk Anak

Pemberian paracetamol pada anak harus dilakukan dengan tepat karena dosisnya tidak hanya berdasarkan usia, tetapi juga berdasarkan berat badan (BB). Dosis yang dianjurkan adalah 10–15 mg per kg BB untuk sekali minum, dan dapat diberikan setiap 6–8 jam dengan maksimal 4 kali sehari.
Sebelum memberikan obat, penting untuk selalu memeriksa label kemasan, apakah dalam bentuk mg/ml atau mg/5 ml, agar tidak terjadi kesalahan dosis.
Contoh perhitungan dosis: Pada anak usia 1 tahun dengan berat badan 10 kg, dosis yang dibutuhkan adalah 10–15 mg × 10 kg = 100–150 mg. Artinya, anak dapat diberikan 100–150 mg setiap kali minum sesuai kebutuhan.
Contoh penggunaan paracetamol drop (80 mg/0,8 ml): Untuk dosis 100 mg, perhitungannya (100 ÷ 80) × 0,8 ml = 1 ml, sedangkan untuk dosis 150 mg, (150 ÷ 80) × 0,8 ml = 1,5 ml. Dengan demikian, anak dapat diberikan sekitar 1–1,5 ml dalam sekali minum.
Contoh penggunaan paracetamol sirup (120 mg/5 ml): Untuk dosis 100 mg, perhitungannya (100 ÷ 120) × 5 ml = 4,2 m untuk satu kali minum.
Anak Demam, Pilih Paracetamol Drop atau Sirup?

Pemilihan sediaan paracetamol pada anak harus disesuaikan dengan usia, berat badan, dan kemampuan anak dalam mengonsumsi obat. Paracetamol drop umumnya digunakan pada bayi usia 0–2 tahun.
Sediaan ini memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, sehingga dosis yang dibutuhkan dapat diberikan dalam volume cairan yang lebih sedikit. Hal ini sangat membantu karena bayi biasanya belum mampu menelan cairan dalam jumlah banyak. Selain itu, penggunaan pipet tetes membuat pemberian obat lebih praktis dan relatif lebih akurat sesuai dosis yang dianjurkan.
Sementara itu, paracetamol sirup lebih sering digunakan pada anak yang lebih besar. Sirup memiliki konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan drop, sehingga volume yang diminum lebih banyak. Namun, hal ini tidak menjadi masalah bagi anak yang sudah mampu minum dengan baik.
Sirup juga biasanya memiliki rasa yang lebih manis, sehingga lebih mudah diterima oleh anak dan mengurangi risiko anak menolak obat. Dengan demikian, pemilihan antara drop dan sirup sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak.
Ini Langkah dalam Menangani Anak Demam sebelum Memberi Paracetamol

Ukur suhu dengan termometer
Jangan hanya mengandalkan sentuhan tangan karena tidak akurat. Gunakan termometer untuk memastikan suhu tubuh anak. Demam umumnya ditandai dengan suhu di atas 37,5°C–38°C.Pastikan suhu ruangan nyaman
Gunakan kipas atau AC secukupnya agar ruangan tidak panas, karena suhu yang terlalu tinggi bisa membuat anak semakin tidak nyaman.Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat
Pakaikan baju yang ringan agar panas tubuh mudah keluar. Hindari pakaian tebal atau berlapis karena justru dapat menahan panas di dalam tubuh.Kompres dengan air hangat
Gunakan kain yang dibasahi air hangat, lalu tempelkan di area lipatan seperti ketiak dan selangkangan. Kompres hangat membantu tubuh melepaskan panas lebih efektif dibanding air dingin.Cukupi kebutuhan cairan
Demam membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Pastikan anak minum cukup, seperti air putih, ASI, atau cairan lain sesuai usia, untuk mencegah dehidrasi.Berikan obat penurun, paracetamol jika diperlukan
Jika anak tampak tidak nyaman, rewel, atau suhu cukup tinggi, berikan paracetamol sesuai dosis berdasarkan berat badan dan aturan pakai. Hindari pemberian obat tanpa perhitungan dosis yang tepat.
Nah, itu dia perbedaan sediaan paracetamol untuk anak yang perlu diketahui orangtua. Semoga membantu Mama dalam memberikan paracetamol untuk si Kecil.


















