Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Sudah Makan Buah dan Sayur tapi Tetap Sembelit? Ini Penyebabnya

Anak Sudah Makan Buah dan Sayur tapi Tetap Sembelit? Ini Penyebabnya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Sembelit pada anak tidak hanya disebabkan kurang serat, tapi juga dipengaruhi faktor genetik, sistem saraf usus, mikrobiota, serta kebiasaan menahan buang air besar.

  • Kebiasaan menahan BAB karena takut atau tidak nyaman membuat feses mengeras dan memperparah sembelit, terutama jika anak tidak memiliki rutinitas ke toilet yang teratur.

  • Pencegahan dilakukan dengan membiasakan waktu BAB teratur, menciptakan posisi duduk nyaman di toilet, menjaga asupan serat dan cairan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan yang membuat frekuensi buang air besar menjadi tidak teratur, disertai kesulitan saat mengejan, serta feses yang keras dan kering. Kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak.

Selama ini, sembelit sering dianggap terjadi karena kurangnya asupan serat dan cairan, sehingga buah dan sayur dijadikan solusi utama. Namun, bagaimana jika si Kecil sudah cukup minum dan rutin mengonsumsi buah serta sayur, tetapi tetap mengalami sembelit?

Untuk itu, Popmama.com akan membahas penyebab anak sudah makan buah dan sayur tapi tetap sembelit. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

Anak Sudah Makan Buah dan Sayur tapi Tetap Sembelit, Apa Penyebabnya?

Anak Sudah Makan Buah dan Sayur tapi Tetap Sembelit, Apa Penyebabnya?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dokter Spesialis Anak, Ardi Santoso, melalui akun Instagram pribadinya @ardisantoso menjelaskan bahwa dalam pola buang air besar (BAB) pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dalam tubuh.

Faktor seperti genetik, kerja sistem saraf usus (gut-brain axis), pergerakan usus (motilitas usus), serta kecukupan nutrisi bekerja sama dalam menentukan lancar atau tidaknya BAB.

Karena itu, sembelit pada anak juga dapat dipengaruhi oleh sistem saraf usus, mikrobiota atau bakteri baik di dalam usus, serta kebiasaan anak yang sering menahan BAB karena takut, tidak nyaman, atau sedang sibuk. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat sembelit tidak hanya disebabkan oleh kurangnya konsumsi buah dan sayur saja.

Penyebab Utama Anak Sembelit yang Jarang Disadari

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu penyebab utama sembelit pada anak yang sering tidak disadari adalah kebiasaan menahan buang air besar (BAB). Kondisi ini biasanya berawal dari pengalaman anak yang pernah merasa sakit atau nyeri saat BAB, sehingga muncul rasa takut untuk kembali ke toilet. Akibatnya, anak memilih menahan keinginan BAB.

Padahal, semakin lama ditahan, feses akan semakin mengeras di dalam usus dan menjadi lebih sulit dikeluarkan, sehingga sembelit pun semakin parah. Selain itu, pola ke toilet yang tidak rutin juga menjadi faktor penting. Anak yang tidak dibiasakan BAB di waktu tertentu akan sulit mengenali sinyal tubuhnya sendiri. Kebiasaan ini membuat sistem pencernaan tidak terlatih untuk bekerja secara teratur, sehingga proses BAB menjadi tidak lancar dan lebih mudah terjadi sembelit.

Solusi yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Anak dari Sembelit

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Biasakan anak BAB secara teratur, misalnya setelah makan, karena pada waktu tersebut usus sedang berada dalam kondisi paling aktif untuk mendorong feses keluar. Dengan kebiasaan ini, tubuh anak akan terbiasa mengenali waktu BAB sehingga tidak menahan buang air besar yang bisa memperparah sembelit.

  2. Buat posisi duduk di toilet senyaman mungkin agar anak merasa aman dan tidak takut saat BAB. Rasa tidak nyaman atau takut sering membuat anak menahan BAB, sehingga sembelit menjadi lebih sulit diatasi.

  3. Meski bukan hanya berdasarkan serat dan cairan, pola makan tetap berperan penting. Pastikan anak mendapat cukup asupan serat dari buah dan sayur agar feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Selain itu, cukupi kebutuhan minum air setiap hari untuk membantu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga konsistensi feses tetap lembut.

Apakah Perlu Bantuan Suplemen untuk Mengatasinya?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak selalu. Pada sebagian besar anak, sembelit bisa diatasi tanpa suplemen tambahan, cukup dengan memperbaiki pola makan, memastikan asupan cairan cukup, serta membiasakan rutinitas BAB yang baik.

Suplemen seperti probiotik bukan kebutuhan harian untuk semua anak. Penggunaannya biasanya hanya dianjurkan pada kondisi tertentu, misalnya saat anak mengalami diare untuk membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus, setelah penggunaan antibiotik yang dapat mengganggu flora usus, atau pada beberapa kasus konstipasi yang memang memerlukan bantuan tambahan sesuai evaluasi dokter.

Kenali Gejala Sembelit pada Anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada bayi atau anak yang belum bisa bicara, orangtua perlu lebih peka terhadap tanda-tanda sembelit. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak awal agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

  1. Tidak BAB selama 2–3 hari atau kurang dari 3 kali dalam seminggu
    Frekuensi BAB yang jarang menjadi salah satu tanda utama sembelit. Semakin lama feses tertahan di usus, semakin keras teksturnya.

  2. Feses keras, kering, dan sulit dikeluarkan
    Feses yang keras menandakan kurangnya cairan atau terlalu lama tertahan di usus, sehingga membuat proses BAB menjadi lebih sulit dan menyakitkan.

  3. Anak mengejan hingga tampak kesakitan saat BAB
    Anak biasanya terlihat mengejan kuat, bahkan sampai wajah memerah atau menangis karena rasa sakit saat mengeluarkan feses.

  4. Menangis dan rewel
    Rasa tidak nyaman di perut akibat penumpukan feses bisa membuat anak menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau terlihat gelisah.

  5. Terdapat bekas tinja cair di pakaian dalam (encopresis)
    Ini terjadi karena tinja yang menumpuk di dalam usus membuat rektum melebar, sehingga feses cair keluar tanpa disadari. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai diare, padahal justru tanda sembelit.

  6. Muncul darah pada permukaan tinja
    Feses yang keras dapat melukai dinding anus saat dikeluarkan, sehingga muncul bercak darah pada tinja.

  7. Anak menjadi takut BAB
    Karena pernah merasakan sakit, anak bisa menjadi takut untuk BAB dan cenderung menahannya.

Nah, itu tadi penyebab anak sudah makan buah dan sayur tapi tetap sembelit. Yuk, latih si Kecil, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More