Popmama.com/Syiva Amalia/AI
Mendidik anak yang sedang mencari jati diri memang membutuhkan kesabaran ekstra dan proses yang panjang.
Pembentukan kebiasaan baik pada remaja tidak bisa terjadi secara instan ya Ma.
Apalagi lewat paksaan atau amarah yang menggebu. Ketika anak remaja menghadapi tantangan emosional, pendekatan bertahap dan arahan yang konsisten adalah kuncinya.
Sebagaimana ajaran Islam yang melatih ibadah dan tanggung jawab secara berproses. Mama bisa ajarkan anak kemandirian secara perlahan.
Berikan anak kepercayaan untuk mengambil keputusan kecil, membimbing saat mereka berbuat salah, dan membiarkan mereka belajar dari konsekuensi tindakannya dengan pendampingan yang aman.
Usaha dan metode pengasuhan terbaik tentu harus disempurnakan dengan doa yang tak putus-putus dari Mama ya.
Mama bisa meneladani kisah Nabi Zakaria yang memohon keturunan yang saleh dan membawa kebaikan dalam QS. Maryam: 3–6, serta membiasakan doa:
Rabbana hab lana min azwajina wa dhurriyyatina qurrata a'yun (QS. Al-Furqan: 74)
Demikianlah ajaran Al-Quran untuk orangtua dalam mendidik anak.
Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ telah memberikan ajaran yang jelas, yaitu didiklah anak dengan kelembutan, keterbukaan, serta keteladanan nyata.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati Mama dan menjadikan rumah sebagai tempat yang paling aman serta penuh kasih sayang bagi anak.