Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Liburan Keluarga ke Air Terjun? Ini Tips Aman yang Perlu Diperhatikan

3 min read
Liburan Keluarga ke Air Terjun? Ini Tips Aman yang Perlu Diperhatikan
Pexels/Leslie del Moral
  • Kecelakaan di Air Terjun Robo mengingatkan bahwa batu licin dan arus air dapat membahayakan pengunjung.

  • Orangtua perlu menjaga jarak dari tepi, mengawasi anak, serta tidak terkecoh air yang tampak dangkal atau tenang.

  • Pengecekan cuaca, kepatuhan terhadap rambu, dan keputusan untuk tidak bermain air penting ketika kondisi terasa tidak aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kecelakaan di Air Terjun Robo, kawasan Lembah Harau, Sumatera Barat, menjadi pengingat bahwa berwisata di air terjun punya risiko yang perlu diperhatikan. Seorang perempuan berusia 25 tahun, Windy Rahma Putri, diduga kehilangan keseimbangan saat berada di aliran air sebelum terseret arus dan jatuh ke bagian bawah air terjun.

Peristiwa seperti ini menunjukkan bahwa air yang terlihat tenang belum tentu aman. Batu di sekitar air terjun bisa sangat licin, sementara arus dapat lebih kuat dari yang terlihat. Karena itu, orangtua perlu lebih berhati-hati ketika mengajak anak dan keluarga menikmati wisata alam.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal yang perlu diperhatikan agar wisata ke air terjun bersama keluarga tetap aman.

  1. 1. Jangan duduk, bermain, atau berfoto terlalu dekat dengan bibir air terjun

    Jangan duduk, bermain, atau berfoto terlalu dekat dengan bibir air terjun
    Pexels/Wisnu Yumna Yudhanta

    Salah satu hal terpenting adalah menjaga jarak dari bibir air terjun maupun aliran yang mengarah langsung ke bagian jatuhan. National Park Service (NPS), lembaga pengelola taman nasional di Amerika Serikat, mengingatkan bahwa batu di sekitar air terjun bisa sangat licin dan arus air dapat lebih kuat dari yang terlihat.

    Bahkan batu yang terlihat kering tetap dapat memiliki permukaan yang licin. Karena itu, orangtua sebaiknya menghindari beberapa kebiasaan berikut:

    • Duduk atau berbaring di batu dekat bibir air terjun
    • Memanjat batu yang terkena aliran air
    • Berdiri terlalu dekat dengan tepi demi mengambil foto
    • Meninggalkan anggota keluarga sendirian hanya untuk mencari sudut foto
    • Berjalan atau bermain di bagian atas air terjun yang alirannya menuju langsung ke tepi

    NPS bahkan menyarankan pengunjung menjaga jarak setidaknya sekitar satu panjang tubuh dari tepi sungai atau air terjun dan tetap berada di jalur atau area pandang yang telah disediakan. Anak-anak juga perlu selalu berada dalam pengawasan orang dewasa.

  2. 2. Jangan terkecoh air yang terlihat dangkal atau tenang

    Jangan terkecoh air yang terlihat dangkal atau tenang
    Pexels/Quang Nguyen Vinh

    Air yang tampak tenang di permukaan belum tentu memiliki arus yang aman. Menurut NPS, arus pada sungai atau aliran air dapat cukup kuat untuk menjatuhkan seseorang bahkan pada kedalaman sekitar enam inci atau 15 sentimeter. Arus bawah juga bisa tidak terlihat dari permukaan.

    Karena itu, jangan mengandalkan kemampuan berenang sebagai satu-satunya perlindungan. NPS juga mengingatkan agar pengunjung tidak berenang, bermain air, atau menyeberang di bagian hulu air terjun karena seseorang bisa kehilangan pijakan kemudian terseret melewati jatuhan.

    Selain itu, gunakan alas kaki dengan daya cengkeram yang baik. Sandal dengan sol licin atau berjalan tanpa alas kaki di batu basah dapat meningkatkan risiko tergelincir. Tetap pilih jalur yang kering, stabil, dan memang diperuntukkan bagi pengunjung.

  3. 3. Periksa cuaca, patuhi batas aman, dan jangan memaksakan kondisi

    Periksa cuaca, patuhi batas aman, dan jangan memaksakan kondisi
    Magnific

    Sebelum berangkat, orangtua juga perlu mengecek prakiraan cuaca dan kondisi lokasi wisata. Debit air dapat berubah cepat akibat hujan, termasuk hujan yang terjadi di daerah hulu meski kawasan air terjun sendiri tampak cerah. NPS mencatat bahwa hujan di lokasi yang berjarak cukup jauh dari tempat wisata pun dapat memicu kenaikan air secara tiba-tiba.

    Saat sampai di lokasi, beberapa hal sederhana yang sebaiknya dilakukan keluarga adalah mematuhi rambu dan larangan petugas, tidak melewati pembatas demi mengambil foto, membatasi anak bermain dekat arus deras, dan segera menjauh jika air mulai naik, berubah keruh, atau arus terlihat semakin kuat.

    Kalau kondisi terasa tidak aman, lebih baik mengurungkan niat bermain air. Foto atau pengalaman wisata tentu bisa dicari kembali di kesempatan lain, sedangkan keselamatan anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More