Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Alasan Teman Menutupi Kejadian Tenggelamnya Nesa Scent di Kali Cisadane?
Tiktok.com/dewisatyanegara88
  • Content creator Angkasa alias Nesa Scent meninggal setelah tenggelam di Kali Cisadane, Tangerang Selatan, pada 1 Agustus 2026; jasadnya ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal.

  • Menurut sang Mama, Nesa jatuh ke kali saat mencoba menolong temannya. Teman berinisial F sempat menariknya, tetapi melepaskan karena Nesa sudah pingsan dan berat.

  • Teman-teman Nesa disebut menutupi kejadian karena takut dimarahi, termasuk menyimpan baju dan sandalnya di lokasi berbeda; hanya dua dari tujuh orangtua teman yang meminta maaf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sabtu, 1 Agustus 2026 datang kabar duka dari dunia content creator, Angkasa atau yang dikenal dengan Nesa Scent meninggal dunia dikarenakan tenggelam di Kali Cisadane, Komplek Pesona Serpong, Tangerang Selatan. 

Diketahui, Angkasa meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan orangtua nya pada pukul 14.00 WIB dan tidak kunjung pulang hingga pukul 18.30 WIB. Kedua orangtua yang khawatir telah berusaha mencari informasi terkait keberadaan Nesa Scent namun tidak ada hasil.

Salah satu teman Nesa Scent yang berinisial R dan sang Mama, berkunjung ke kediaman Nesa pada pukul 18.30 WIB dan menyebutkan fakta bahwa Nesa telah tenggelam di Kali Cisadane sejak pukul 15.30 WIB. Mendengar hal itu, kedua orangtua Nesa bergegas menuju lokasi yang disebutkan. 

Mama dari Angkasa, Dewi Satyanegara, menyayangkan respon dari teman-teman Angkasa yang memilih menutupi kejadian tersebut. Berikut Popmama.com merangkum alasan teman-teman Angkasa dalam menutupi kronologi.

1. Alasan takut untuk jujur kepada orangtua Nesa

Popmama.com/Novy Agrina/AI

Setelah kejadian, salah satu teman Nesa menyarankan untuk tetap diam dan menutupi kejadian tersebut yang pada akhirnya disetujui oleh teman-temannya yang lain sebelum akhirnya meninggalkan Nesa yang sudah tidak terlihat lagi. Alasan mereka semua setuju untuk tidak mengatakan dan diam  adalah karena takut dimarahi oleh orangtua.

2. Upaya bantuan yang gagal menyelamatkan Nesa

Pinterest/wospaces

Kronologi Nesa dapat tenggelam disebutkan karena mencoba menolong temannya yang berinisial F yang hampir jatuh, nahas nya, Nesa berbalik jatuh ke kali.

Berdasarkan cerita dari Mama Nesa, temannya yang berinisial F sempat menolong Nesa, namun kondisi Nesa sudah pingsan dan karena merasa keberatan bobot tubuhnya sehingga dilepaskan oleh temannya.

3. Menyimpan baju dan sandal Nesa di tempat lain

Popmama.com/Raisha/AI

Diketahui oleh Mama Nesa, baju dan sendal yang Nesa pakai hari itu ternyata disimpan di tempat yang berbeda oleh teman-temannya.

Fakta tersebut diketahui sesaat setelah Mama Nesa berada di lokasi kejadian dan kedua hal tersebut ditemukan oleh orang lain di lokasi yang berbeda dengan lokasi kejadian.

4. Respons orangtua dirasa restorative justice & defensif

Pinterest/Afimingyu

Pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 08.10 WIB, tubuh Angkasa ditemukan berjarak 1 km dari lokasi kejadian awal. Hari itu juga pukul 11.00 WIB Angkasa dikebumikan. Mama Dewi menyebutkan, hanya dua dari tujuh orangtua dari teman-teman Angkasa yang meminta maaf.

Disebut dalam video TikTok milik @dewisatyanegara88, “Insha Allah anak aku masuk syurga karena mati sahid, tapi aku menyayangkan beberapa respons orangtua teman-teman Angkasa”

5. Pentingnya komunikasi terbuka antara orangtua dan anak

Popmama.com/Raisha/AI

Melalui peristiwa tersebut, sangat disayangkan bagaimana tindakan teman-teman Nesa Scent yang memilih untuk menutupi kejadian dibandingkan melaporkan kronologi kejadian sejak awal.

Perlu diperhatikan bahwa emergency protocol dapat dikomunikasikan antara orangtua dan anak. Tujuannya adalah untuk menanamkan akurasi, kejujuran, serta tindakan cepat yang perlu dilakukan saat mengalami kejadian serupa.

Berbohong dan menutupi suatu peristiwa tidak akan selamanya tersimpan. Ada baiknya segera jujur dan mencoba mencari pertolongan kepada orang yang lebih dewasa. 

Kejadian memilukan ini menjadi pelajaran bagi Mama Papa maupun si Anak untuk selalu berkata jujur dalam kondisi kritikal apapun sebelum terlambat. Kisah yang dialami oleh Nesa Scent menyadarkan Mama, Papa, dan anak untuk selalu berkomunikasi dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article