Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kronologi Nesa Scent Tenggelam di Kali Cisadane, Temannya Tidak Langsung Lapor

Kronologi Nesa Scent Tenggelam di Kali Cisadane, Temannya Tidak Langsung Lapor
TikTok.com/dewisatyanegara88
  • Kreator konten parfum berusia 13 tahun, Neill Angkasa Satyanegara atau Nesa Scent, meninggal setelah tenggelam di Kali Cisadane, Kompleks Pesona Serpong, Tangerang Selatan.
  • Pada hari kejadian, Nesa terakhir terlihat di rumah sekitar pukul 14.00 WIB, lalu pergi tanpa memberi tahu dan belum pulang hingga sore sehingga keluarga menghubungi teman-temannya.
  • Menurut keterangan keluarga, CCTV menunjukkan Nesa bersama tujuh teman; seorang anak mengaku Nesa tenggelam sekitar 15.30 WIB dan kejadian baru diberitahukan sekitar 17.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kabar duka datang dari dunia kreator konten setelah Neill Angkasa Satyanegara atau yang lebih dikenal sebagai Nesa Scent meninggal dunia usai mengalami insiden tenggelam di Kali Cisadane, kawasan Kompleks Pesona Serpong, Tangerang Selatan.

Nesa yang masih berusia 13 tahun dikenal sebagai kreator cilik yang aktif membagikan konten seputar parfum melalui akun media sosial @nesascent.

Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Belakangan, kronologi kejadian yang disampaikan sang Mama, Dewi Satyanegara, turut menjadi perhatian.

Pasalnya, Dewi mengungkap dugaan bahwa sejumlah teman Nesa mengetahui kejadian tersebut, tetapi tidak segera menyampaikannya kepada keluarga.

Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi Nesa Scent sebelum akhirnya diketahui tenggelam di Kali Cisadane berdasarkan informasi dari keluarga.

  1. 1. Nesa awalnya berencana tetap di rumah

    Kronologi awal kejadian nesa scent diceritakan oleh Mama
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Pada hari kejadian, Mama Dewi sebenarnya sudah memiliki agenda untuk mengantar adik dari Nesa Scent menghadiri acara fashion show sebagai perwakilan di kawasan Bintaro.

    Pagi harinya, Nesa seharusnya mengikuti ekstrakurikuler futsal di sekolah. Namun, karena bangun kesiangan, kegiatan tersebut akhirnya tidak diikuti.

    Saat Dewi hendak pergi sekitar siang hari, ia kembali menanyakan apakah Nesa ingin ikut. Nesa sempat mengatakan ingin ikut, bahkan meminta agar nanti dibelikan makanan cepat saji di lokasi acara adiknya tersebut.

    Namun, beberapa saat kemudian ia kembali berubah pikiran. Nesa akhirnya mengatakan bahwa ia lebih memilih meminta uang jajan saja.

  2. 2. Nesa sempat membicarakan keinginannya membeli ban sepeda

    Mama cerita keinginan terakhi sang anak
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Sebelum kejadian, Nesa juga sempat bercerita kepada sang Mama mengenai uang tabungannya.

    Ia mengatakan bahwa tabungannya sudah cukup untuk membeli ban sepeda baru. Ban sepeda miliknya memang disebut sudah beberapa kali mengalami kebocoran.

    Percakapan sederhana tersebut menjadi salah satu momen yang kembali diingat Dewi setelah mengetahui anaknya mengalami musibah.

    Di rumah saat itu juga terdapat Papa Nesa dan adik bungsunya. Sang Papa sedang dalam kondisi kurang sehat sehingga memilih beristirahat sambil menemani anak.

    Dewi kemudian sempat menghampiri Nesa ke kamar untuk meminta parfum karena dirinya sudah bersiap pergi mengantar sang adik.

    Saat itu, Dewi belum mengetahui bahwa momen tersebut akan menjadi salah satu percakapan terakhirnya dengan sang anak sebelum kejadian tragis tersebut.

  3. 3. Nesa kemudian pergi dan tidak kunjung pulang

    Nesa pergi dari rumah namun tidak pamit dengan Papanya untuk main
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Setelah Dewi pergi, Nesa diketahui masih berada di rumah. Sang Papa bahkan masih melihat Nesa bermain ponsel sekitar pukul 14.00 WIB.

    Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, Papa Nesa menghubungi Dewi melalui WhatsApp dan mengatakan bahwa Nesa sudah tidak terlihat di kamarnya.

    Papa Nesa menduga putranya mungkin pergi bermain tanpa memberi tahu karena selama ini Nesa memang dikenal tidak pergi terlalu jauh dari rumah.

    Dewi pun awalnya tidak terlalu khawatir. Pasalnya, Nesa biasanya bermain di sekitar rumah dan tidak pernah terlalu jauh. Ia juga biasanya sudah kembali ke rumah maksimal sekitar pukul 18.00 WIB.

    Namun, hingga sore hari Nesa belum juga pulang.

    Dewi kemudian mulai mencari informasi mengenai keberadaan sang anak dengan menghubungi teman-teman yang biasa bermain bersama Nesa.

  4. 4. CCTV memperlihatkan Nesa bersama tujuh temannya

    Pada awalnya nesa main bersama tujuh temannya
    TikTok.com/dewisatyanegara88

    Dalam proses mencari keberadaan Nesa, Dewi kemudian memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan Nesa sedang bersama tujuh orang temannya.

    Namun, dari informasi yang disampaikan Dewi, rombongan tersebut kemudian terlihat kembali tanpa Nesa.

    Situasi tersebut membuat keluarga semakin khawatir dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

    Dewi kemudian mendapatkan informasi dari seorang anak berinisial R. Menurut penuturan Dewi, R sempat mengaku takut untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.

    R disebut mengatakan kepada Dewi bahwa dirinya takut karena sebelumnya ada larangan untuk memberitahukan keberadaan Nesa.

    Setelah ditanya lebih lanjut, R akhirnya mengakui bahwa Nesa mengalami insiden tenggelam di Kali Cisadane.

  5. 5. Nesa disebut tenggelam sekitar pukul 15.30 WIB

    Kemudian nesa dinyatakan meninggal pada jam 15.30
    TikTok.com/dewisatyanegara88

    Berdasarkan pengakuan R yang disampaikan kepada Dewi, Nesa disebut tenggelam di Kali Cisadane sekitar pukul 15.30 WIB.

    Sementara itu, pengakuan mengenai kejadian tersebut baru disampaikan kepada Mama Dewi sekitar pukul 17.00 WIB.

    Dewi juga menyebut R mengaku bahwa dirinya bersama teman-teman lainnya telah bersepakat untuk tidak memberitahukan kejadian tenggelam tersebut kepada siapa pun.

    Dugaan adanya upaya menutupi kejadian inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian paling memilukan dari kronologi meninggalnya Nesa Scent.

    Hingga kini, informasi tersebut merupakan keterangan yang disampaikan pihak keluarga.

    Karena itu, dugaan mengenai apa yang dilakukan teman-teman Nesa perlu dilihat secara hati-hati dan menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

    Kepergian Nesa Scent menjadi duka yang mendalam, terlebih ia masih berusia 13 tahun dan dikenal aktif membuat konten mengenai parfum.

    Anak juga perlu mengetahui bahwa ketika melihat teman mengalami keadaan darurat, hal terpenting adalah segera mencari pertolongan dari orang dewasa, petugas keamanan, atau pihak yang dapat memberikan bantuan.

    Semoga kisah Nesa menjadi pengingat bagi Mama dan Papa untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan anak.

    Ajarkan mereka bahwa ketika terjadi sesuatu yang membahayakan, berani berkata jujur dan segera meminta pertolongan bisa menjadi hal yang sangat penting.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More