Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Umay Shahab Angkat Isu Kekerasan Anak di Film Memburu Pemangsa
Instagram.com/umayshahab
  • Umay Shahab mengangkat kekerasan terhadap anak dan pedofil dalam film horor-aksi berjudul Memburu Pemangsa.

  • Film ini terinspirasi pengalaman masa kecil menyaksikan penculikan serta kekerasan seksual di lingkungannya.

  • Produksi film melibatkan Komnas Anak, psikolog, dan kriminolog agar isu disampaikan bertanggung jawab tanpa mengeksploitasi visual korban, di tengah ramainya pembahasan eksploitasi seksual anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Umay Shahab kembali menghadirkan karya terbaru melalui film Memburu Pemangsa yang mengangkat isu kekerasan terhadap anak, khususnya pedofil. Film ini memadukan genre horor dan aksi untuk menghadirkan cerita tentang bahaya predator anak.

Di balik isu yang diangkat, rupanya terdapat pengalaman masa kecil yang membuat Umay memiliki keresahan mendalam terhadap kasus tersebut. Ia juga mengungkapkan kebenciannya terhadap pelaku pedofil yang menjadi salah satu alasan dirinya membawa isu ini ke layar lebar.

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan Umay Shahab angkat isu kekerasan anak di film terbaru Memburu Pemangsa.

Yuk, simak selengkapnya!

1. Berangkat dari pengalaman masa kecil

Instagram.com/umayshahab

Isu kekerasan terhadap anak dalam Memburu Pemangsa berangkat dari pengalaman yang pernah disaksikan Umay Shahab ketika masih kecil. Umay menceritakan peristiwa tragis di lingkungan rumahnya yang melibatkan penculikan dan kekerasan seksual terhadap anak.

Pengalaman tersebut meninggalkan trauma sekaligus keresahan yang terus ia ingat hingga dewasa. Hal itu kemudian menjadi salah satu alasan Umay memilih mengangkat isu tersebut melalui film.

“Ini really based on my true events,” ungkap Umay di Podcast milik Fadi Iskandar.

2. Menyalurkan kebencian terhadap pelaku pedofil

Instagram.com/umayshahab

Selain pengalaman masa kecil, Umay Shahab mengaku memiliki kebencian mendalam terhadap para pelaku pedofil. Perasaan tersebut menjadi salah satu dorongan baginya untuk mengangkat isu predator anak melalui film.

Umay ingin menyalurkan keresahan dan kemarahannya sekaligus menjadikan karya tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap kejahatan pada anak. Menurut Umay, isu ini penting untuk dibicarakan agar masyarakat semakin menyadari bahaya yang dapat mengancam anak-anak.

Based on kebencian gue sama pelaku pedofilia,” lanjut Umay.

3. Hadir di tengah isu predator anak yang kembali ramai

Instagram.com/umayshahab

Pengangkatan isu pedofil dalam Memburu Pemangsa hadir ketika pembahasan mengenai kasus eksploitasi seksual terhadap anak kembali menjadi perhatian publik. Salah satunya kasus Epstein Files.

Momentum tersebut membuat isu tentang predator seksual dan perlindungan anak semakin banyak diperbincangkan. Umay Shahab pun ingin filmnya menjadi salah satu ruang untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap ancaman kekerasan terhadap anak.

Umay berharap penonton tidak hanya melihatnya sebagai cerita horor-aksi, tetapi juga memahami pesan yang ingin disampaikan.

“Terus pas ada berita Epstein Files juga,” ucap Umay di Konser Amal Suara dari Perburuan (16/9/2026).

4. Mengangkat isu secara bertanggung jawab

Instagram.com/umayshahab

Umay Shahab tidak ingin Memburu Pemangsa hanya menjadi tontonan atau gimmick yang mengeksploitasi kasus kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, proses produksinya melibatkan pihak terkait, seperti Komnas Anak, psikolog, dan kriminolog.

Umay juga memastikan film tersebut tidak menampilkan eksploitasi visual terhadap korban. Langkah tersebut dilakukan agar pesan mengenai perlindungan anak dapat disampaikan secara bertanggung jawab.

Itulah beberapa alasan Umay Shahab angkat isu kekerasan anak di film terbaru berjudul Memburu Pemangsa.

Melalui Memburu Pemangsa, Umay Shahab berusaha menjadikan film sebagai ruang untuk menyuarakan perlindungan terhadap anak. Ia berharap pesan yang disampaikan dapat membuat masyarakat, khususnya orangtua, semakin waspada terhadap bahaya predator anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article