Melansir dari jurnal University of Lancashire, “The findings supported that specific parental styles and practices act either as protective or as risk factors concerning both conventional and cyber forms of bullying and victimization.”
5 Rahasia Anak Anti Bully Berkat Pola Asuh Orangtua

- Pola asuh, komunikasi, dan dukungan di rumah berperan membentuk ketahanan mental anak terhadap perundungan, termasuk dengan mengenali batas diri dan mencari bantuan orang dewasa.
- Orangtua perlu mengajarkan anak menghadapi konflik secara tenang, menyampaikan keberatan dengan berani, serta membangun rasa berharga agar komentar merendahkan tidak mengganggu kepercayaan dirinya.
- Rumah yang hangat dan empatik memberi anak ruang aman untuk bercerita; latihan komunikasi dan bermain peran membantu mereka menyampaikan pendapat tegas saat menghadapi teman dominan.
Mama Papa pernah khawatir dengan lingkungan sosial si Anak, gak? Terlebih lingkungan sekolahnya.
Masa tumbuh kembang anak di lingkungan sosial seringkali mendapatkan tantangan dari segi pertemanan yang tidak selalu berjalan mulus. Kekhawatiran terbesar bagi setiap Mama Papa tentu saja adalah ketika anak mendadak menjadi sasaran empuk perundungan atau bullying dari teman sebayanya.
Rahasia ketahanan mental anak dalam menghadapi tekanan sosial tergantung pada komunikasi dan dukungan yang dibangun di rumah, lho! Kok bisa begitu, ya?
Hal itu karena pola asuh yang tepat terbukti mampu membentuk karakter anak yang tangguh dan tidak mudah menjadi target empuk pelaku bullying.
Melalui bimbingan yang konsisten dari Mama Papa, si Anak dapat belajar mengenali batasan diri serta cara membela diri secara sehat. Tapi bagaimana caranya?
Yuk simak 5 rahasia anak anti bully berkat pola asuh orangtua di Popmama.com.
1. Mengajarkan Boundaries

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Nah, Ma! Mengajarkan batasan atau boundaries kepada anak itu sangat penting sekali! Karena Mama menanamkan pemahaman bahwa si Anak memiliki hak penuh atas tubuh dan kenyamanan dirinya sendiri.
Dengan batasan yang jelas, anak jadi tahu bahwa mereka berhak berkata tidak seperti "Aku nggak suka", "Jangan lakukan itu ke aku", atau "Stop" pada situasi yang tidak nyaman.
Boundaries bukan hanya menjaga batasan ya, Ma. Tapi mengajarkan kapan anak merasa tidak nyaman dan harus berbicara dengan tegas atau kepada orang dewasa di sekitarnya.
2. Mengajarkan anak untuk menghadapi konflik

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Menjaga batasan memang perlu, Ma! Tapi bukan berarti si Anak malah menghindar ketika menghadapi Konflik dalam pertemanan.
Saat anak memiliki konflik dengan temannya, hal tersebut sangat wajar dan tidak perlu dihindari secara berlebihan oleh anak.
si Anak perlu diajarkan bahwa konflik bisa dihadapi dengan tenang serta berani menyampaikan keberatan jika merasa tidak nyaman. Tentu ajarkan juga pada anak untuk menghadapi konflik dengan kepala yang dingin, Ma!
3. Membangun Self Worth anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Mengajarkan si Anak bahwa dirinya tidak harus selalu menjadi yang paling pintar, cantik, populer, atau berprestasi untuk merasa dirinya berharga.
Ketika anak tahu bahwa dirinya tetap berharga, komentar yang merendahkan dari orang lain tidak mudah menentukan bagaimana ia melihat dirinya sendiri. Jadi si Anak akan tetap percaya diri dalam situasi apapun, Ma.
Mama juga perlu mengajarkan kepada anak untuk tidak mendengarkan ucapan temannya yang buruk.
4. Memberikan ruang aman pada anak

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Untuk membantu anak mendapatkan ruang aman di rumahnya, Mama perlu menciptakan suasana rumah yang hangat agar anak tidak takut untuk menceritakan setiap kejadian di sekolah.
Pendengaran yang penuh empati dari orangtua membuat anak merasa didukung dan tidak sendirian menghadapi masalah.
Jadi, agendakan sesi cerita harian bersama si Anak, Ma, Pa!
5. Melatih kemampuan berkomunikasi

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Kemampuan berkomunikasi anak dapat membantu mereka dalam menyampaikan pendapat secara tegas! Ketika anak menyampaikan pendapat dengan sopan adalah bentuk perisai pelindungan yang sangat kuat bagi anak.
Latihan peran di rumah bisa membantu anak lebih percaya diri saat harus menghadapi teman yang bersikap dominan atau tidak menyenangkan.
Perlindungan terbaik bagi anak bukanlah dengan mengurungnya dari dunia luar, melainkan membekalinya dengan mental yang kuat dan tangguh.
Itu dia, Ma, Pa, 5 rahasia anak anti bully berkat pola asuh orangtua! Yuk dukung tumbuh kembang si Anak dengan tepat agar mereka selalu merasa aman, percaya diri, dan berani bersuara dimana pun.





















