Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak 11 Tahun di Vietnam Alami Kekerasan dari Kekasih Ibunya saat Belajar
vietnam.vn
  • Anak perempuan 11 tahun di Dong Nai, Vietnam, diduga mengalami kekerasan berulang dari kekasih ibunya saat diperiksa belajar, setelah guru les melaporkan hasil belajarnya kurang baik.
  • Rekaman CCTV diduga menunjukkan pelaku menarik telinga, menampar, memukul korban dengan kayu, serta memaksanya berlutut hingga dini hari; korban mengalami mimisan.
  • Korban menghubungi pamannya untuk meminta bantuan pada 30 Juli 2026. Polisi kemudian menahan Dương Đại Long sebagai tersangka, sementara korban menjalani pemeriksaan medis dan pendampingan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, sebuah rekaman CCTV dari rumah di Dong Nai, Vietnam, viral di media sosial setelah memperlihatkan seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang diduga mengalami perlakuan kasar.

Peristiwa tersebut memicu keprihatinan banyak pihak karena kekerasan disebut terjadi saat korban sedang diperiksa tugas sekolah atau pelajarannya. Pelaku diduga menggunakan alasan mendisiplinkan anak untuk membenarkan tindakannya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa disiplin dan kekerasan adalah dua hal yang berbeda.

Orangtua maupun pengasuh perlu memahami bahwa proses mendidik anak seharusnya dilakukan dengan cara yang aman, penuh empati, dan tidak melukai fisik maupun mental anak.

Lantas, seperti apa kronologi kasus yang terjadi di Vietnam tersebut? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk, simak!

1. Korban diduga mengalami kekerasan saat belajar

vov.vn

Korban berinisial P.G.K.L. merupakan anak perempuan berusia 11 tahun yang tinggal bersama ibu kandungnya. Ibunya diketahui telah menjalin hubungan dengan Dương Đại Long dan keduanya hidup bersama sejak 2021.

Menurut keterangan kepolisian, kekerasan terhadap korban terjadi setelah guru lesnya melaporkan bahwa hasil belajar anak tersebut kurang baik. Long kemudian disebut sering memeriksa korban saat belajar pada malam hari.

Pemeriksaan tersebut berulang kali disertai tindakan kekerasan. Polisi menyebut korban mengalami perlakuan kasar dalam beberapa hari, termasuk pada 27, 28, dan 29 Juli 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa alasan untuk mendisiplinkan anak tidak dapat menjadi pembenaran bagi tindakan kekerasan.

2. Rekaman CCTV memperlihatkan anak mendapat perlakuan kasar

vov.vn

Rekaman kamera keamanan di rumah menjadi salah satu bukti yang membantu mengungkap dugaan kekerasan tersebut. Dalam rekaman, korban terlihat mengalami perlakuan kasar secara berulang.

Polisi menyebut Long menarik telinga dan menampar wajah korban hingga anak tersebut menangis. Salah satu tindakan kekerasan bahkan menyebabkan korban mengalami pendarahan pada hidung.

Kekerasan kemudian berlanjut pada malam 29 Juli 2026. Korban disebut dipaksa berlutut di kamar dan dipukul menggunakan sebatang kayu pada bagian kaki serta bokong.

Korban juga disebut dipaksa berlutut menghadap pintu hingga sekitar pukul 01.00 dini hari sebelum akhirnya diperbolehkan tidur.

3. Korban diam-diam meminta pertolongan kepada kerabat

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah korban berusaha mencari bantuan. Pada malam 30 Juli 2026, korban memanfaatkan kesempatan ketika berada di luar rumah untuk meminjam telepon seseorang di sekitar tempat tinggalnya.

Anak tersebut kemudian menghubungi pamannya dan meminta pertolongan.

Setelah menerima telepon tersebut, sang paman segera datang menjemput korban dan membawanya ke kantor polisi untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya.

Keberanian korban untuk meminta bantuan menjadi salah satu hal penting dalam terungkapnya kasus tersebut. Anak yang mengalami kekerasan perlu mengetahui bahwa meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya bukanlah sebuah kesalahan.

4. Polisi mengamankan pria yang diduga melakukan kekerasan

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait. Dương Đại Long kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum.

Perkembangan selanjutnya, pada 8 Agustus 2026, kepolisian menyatakan Long telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama dua bulan untuk menjalani penyidikan atas dugaan tindakan menyiksa orang lain. Ia juga disebut telah mengakui perbuatannya kepada penyidik.

Korban turut menjalani pemeriksaan medis setelah kasus tersebut dilaporkan.

Setelah itu, ia dibawa oleh keluarga untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan. Laporan media setempat menyebut kondisi psikologis korban masih terguncang ketika mengingat kembali kejadian yang dialaminya

5. Kekerasan bukan cara untuk mendisiplinkan anak

Pexels/Monstera Production

Kasus di Dong Nai menjadi pengingat bagi orangtua dan orang dewasa di sekitar anak bahwa mendisiplinkan anak tidak harus dilakukan dengan kekerasan.

Kesalahan dalam belajar, nilai yang belum sesuai harapan, atau perilaku anak yang dianggap kurang baik seharusnya menjadi kesempatan untuk mencari tahu kebutuhan dan kesulitan mereka.

Anak membutuhkan arahan, batasan, serta konsekuensi yang sesuai dengan usianya, bukan hukuman fisik yang dapat membuat mereka merasa takut.

Orangtua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku anak.

Anak yang tiba-tiba menjadi pendiam, takut bertemu seseorang, enggan pulang ke rumah, mengalami luka yang tidak jelas penyebabnya, atau menunjukkan perubahan emosi secara drastis mungkin membutuhkan perhatian lebih.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya lingkungan yang aman bagi anak untuk bercerita. Ketika anak berani meminta pertolongan, orang dewasa perlu mendengarkan, mempercayai ceritanya, dan segera mencari bantuan yang tepat.

Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap anak.

Disiplin seharusnya membantu anak belajar memahami kesalahan dan memperbaiki perilakunya, bukan membuat mereka merasa terancam atau terluka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article