Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan video seorang remaja yang diduga mengamuk setelah password WiFi di rumah yang ia tumpangi diganti.
Cuplikan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Ada yang menganggap perilakunya berlebihan, sementara yang lain menilai insiden itu bisa menjadi gambaran bagaimana ketergantungan terhadap internet dan media sosial mulai memengaruhi cara remaja mengelola emosi.
Perlu dipahami bahwa tidak semua remaja yang kesal saat internet terputus berarti mengalami kecanduan media sosial.
Namun, ketika kehilangan akses internet memicu kemarahan yang berlebihan hingga sulit mengendalikan diri, orangtua perlu mulai memperhatikan pola penggunaan gadget dan dampaknya terhadap kesehatan emosional anak.
Lantas, mengapa scrolling video pendek bisa membuat remaja sulit berhenti dan memengaruhi cara mereka merespons suatu masalah? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya beserta dampak yang perlu Mama waspadai.
