Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Hal yang Bisa Anak Dapatkan di Sekolah agar Tumbuh Adaptif & Kritis
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
  • Pendidikan internasional di ACG School Jakarta menekankan pembelajaran berbasis studi kasus untuk melatih anak berpikir kritis dan memahami konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal materi pelajaran.

  • Sekolah membangun kepercayaan diri, empati, dan sikap terbuka melalui latihan bertahap, lingkungan inklusif lintas budaya, serta dukungan emosional agar anak nyaman berinteraksi dan menghargai perbedaan.

  • ACG School Jakarta menyediakan keamanan ketat, keterlibatan aktif orangtua, program adaptasi siswa baru, hingga peluang lulusan melanjutkan studi ke PTN atau mengikuti pertukaran pelajar global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berprestasi tentu menjadi kebanggaan besar bagi setiap orangtua ya, Ma. 

Namun, di era modern ini, kesiapan mental, tingkat empati, keterbukaan pemikiran, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan global menjadi pondasi utama yang jauh lebih krusial.

Untuk mengulas bagaimana kurikulum internasional mampu membentuk karakter anak yang tangguh, Popmama.com berkesempatan mengikuti kegiatan School Tour and Interview dengan ACG School Jakarta pada Kamis (21/5/2026) di Jati Padang, Jakarta Selatan bersama Myles Piers Loryn D Airelle (Kepala Sekolah) serta Lucky Andreadi Purboyo (Digital Marketing and Branding Practitioner).

Berikut Popmama.com rangkum poin-poin utama mengenai pentingnya growth mindset dan pendidikan global untuk anak!

1. Mengganti pola hafalan dengan pembelajaran berbasis study case

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Pendidikan internasional tidak lagi berfokus pada metode menghafal materi pelajaran, melainkan melatih anak untuk memahami sebuah konsep secara mendalam agar bisa diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“So that comes from the education that we had, but through Cambridge and IB and the inspired network, we have different programmes who placed the discussion inquiry based learning and analyzed case studies from different subjects.”

Oleh karena itu, proses pendaftaran dan materi pembelajaran di sekolah selalu dikaitkan dengan kurikulum internasional seperti PYP, Cambridge, ataupun IB dengan membawa contoh dan situasi nyata di lapangan. 

Model ini membuat para siswa terbiasa berpikir kritis. Pak Myles menjelaskan bahwa dalam pelatihan guru untuk kurikulum internasional, para pendidik justru ditantang untuk menempatkan diri sebagai murid. 

Guru diminta merancang hal konkret apa dari setiap bab pelajaran yang bisa dibawa ke dunia nyata agar anak-anak lebih mudah memahami esensi ilmu tersebut secara mendalam. 

2. Strategi bertahap melatih kepercayaan diri dan empati anak

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Di ACG School Jakarta, rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dibangun secara perlahan sesuai dengan kenyamanan psikologis anak.

“To the students who might be shy, we have to work more. We just don't ask the student like any other to go in front of hundred people and do a presentation. It might be you start with ‘Okay, let’s start in a small group and a short presentation. Just a small group of your friends, 2 or 3. And make a presentation 2 minutes long’” ujar Pak Myles. 

Semakin sering anak diberikan kesempatan, maka aktivitas tersebut akan terasa semakin biasa dan wajar bagi mereka. Jika kebiasaan ini sudah dibangun sejak jenjang sekolah dasar awal, anak-anak akan merasa jauh lebih rileks dan siap ketika memasuki tingkat sekolah menengah kelak. 

Bahkan, sebelum anak benar-benar melakukan presentasi, guru terkadang mengajak mereka membuat video pendek yang merekam suara mereka sendiri agar anak-anak mulai terbiasa dan nyaman mendengarkan vokal mereka.

Selain memberikan dorongan semangat secara lisan, penguatan emosional juga ditanamkan dengan cara mengasah rasa empati antar siswa sejak dini. Pak Myles memaparkan bahwa sekadar mengucapkan kata-kata motivasi memang penting, namun poin utamanya adalah melatih anak untuk berefleksi. 

Anak diajak memikirkan bagaimana rasanya ketika mereka mendengarkan orang lain, dan apakah mereka juga ingin didengarkan oleh teman-temannya.

3. Menumbuhkan sikap open-mindedness di tengah keberagaman

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Dengan latar belakang siswa yang datang dari berbagai kewarganegaraan dan keyakinan, toleransi tinggi menjadi nilai utama yang wajib dimiliki oleh setiap anak. 

Nilai inilah yang membuat anak-anak di ACG School Jakarta lebih mudah menerima perbedaan, termasuk merangkul Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk belajar bersama di kelas sebayanya tanpa pembedaan maupun perundungan (bullying).

“We are a diverse community, we want to be able open-minded. We might not always agree, but we want people to be able to say ‘i understand what you’re saying, i appreciate what you saying, but for me, this is what i feel,'” jelas Pak Myles.

Terkait isu perundungan, iklim sekolah yang menuntut senior untuk menjaga juniornya membuat lingkungan belajar terasa sangat aman. Konflik yang terjadi biasanya murni gesekan personal biasa antar siswa yang wajar terjadi di mana saja.

“Saya di sini sih belum terlalu lama, 2.5 tahunan. Nggak pernah ada kasus itu, gitu. Yes, ada 2 orang yang, apa, berantem. Itu personal conflict, happens every time. Maksudnya di mana pun, gitu,” jelas Pak Lucky.

4. Growth mindset jadi kunci yang bisa diterapkan orangtua di rumah

Dok. ACG School Jakarta

Memberikan kurikulum berkualitas tinggi memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, bagi orangtua yang belum memiliki kesempatan menyekolahkan anaknya di sekolah internasional, esensi pola pikir utama dari kurikulum IB maupun Cambridge tetap bisa diduplikasi secara mandiri di dalam rumah.

“I think the biggest part is one, is the mindset as you say. So you really need to focus on the growth mindset. So it is very much about 'can i go through?', 'can i learn', 'am i open to think about this differently?', 'can i see what other people see or i see others?' so you had to have that growth mindset,” papar Pak Myles.

Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk memberikan sebanyak mungkin variasi pengalaman baru kepada anak. Ragam aktivitas tersebut sangat efektif dalam membantu anak tetap fokus, sekaligus membentuk sudut pandang yang luas dan menyeluruh (holistic view). 

Langkah nyata ini bisa menjadi solusi alternatif yang sangat baik bagi para orangtua yang saat ini belum memiliki kesempatan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah internasional. 

Bagi anak yang kurang tertarik atau merasa kesulitan pada mata pelajaran tertentu, tugas orangtua dan guru adalah membantunya menemukan titik keberhasilan kecil agar mereka merasa nyaman untuk terus berproses.

Sebab, begitu anak berhasil melewati tantangan kecil itu, mereka mungkin tidak langsung jatuh cinta dengan mata pelajarannya, tapi setidaknya mereka menjadi merasa lebih nyaman dan tidak takut lagi untuk belajar. 

5. Keamanan berlapis dan keterlibatan penuh orangtua

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Rasa aman di area sekolah dibangun secara berimbang dari sisi eksternal maupun internal. Dari sisi fasilitas, ACG School Jakarta memberlakukan aturan keamanan ketat, mulai dari pemasangan CCTV di berbagai sudut, kewajiban menyertakan KTP untuk akses masuk, proses registrasi pengunjung, hingga pembedaan warna name tag khusus bagi orangtua dan tamu.

Keterlibatan orangtua di sekolah ini juga tergolong sangat besar, tidak hanya datang saat momen pembagian rapor saja. Kedekatan hubungan antara pihak warga sekolah dan orangtua ini membuat potensi konflik atau masalah anak di sekolah dapat dideteksi dan diselesaikan secara cepat dan kekeluargaan.

Bagi siswa baru yang masuk di pertengahan jenjang sekolah (misal usia 10 atau 12 tahun), perbedaan budaya (culture shock) tentu menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, ACG menyediakan program konseling khusus di tingkat secondary yang dinamakan Buddy Program.

“Kita melakukan program itu hopefully dengan harapan merasa diterima dan guru-gurunya, gurunya pasti udah lebih paham. Tapi bagaimana anak-anak ini bisa menerima teman yang baru atau dia bisa merasa diterima oleh lingkungan yang baru,” jelas Pak Lucky.

Siswa baru akan ditemani melakukan tur sekolah dan beradaptasi oleh teman selevel yang memiliki latar belakang negara yang sama (misalnya sesama anak Indonesia), sehingga proses pembauran berjalan alami lewat obrolan sebaya.

6. Setelah lulus bisa masuk PTN atau ikut student exchange

Dok. ACG School Jakarta

Bagi Mama yang khawatir mengenai masa depan perguruan tinggi anak, lulusan ACG School Jakarta memiliki fleksibilitas penuh. 

Sekolah ini menerbitkan ijazah resmi yang diakui secara legal, sehingga alumni ACG terbukti tetap bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia, seperti UGM, UI, dan ITB.

Selain itu, terdapat program exchange bergengsi yaitu Inspired Global Exchange Programme yang memfasilitasi pertukaran pelajar selama 5 minggu hingga 1 tahun penuh tanpa perlu khawatir kehilangan kuota kursi (vacancy) di sekolah asal. 

Program ini membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung di 20 sekolah Inspired terkemuka yang tersebar di 10 negara dunia, antara lain:

1. Eropa

  • United Kingdom (London & Wokingham), di antaranya di Fulham School, Reddam House Berkshire

  • Switzerland (Montreux), di St. George's International School

  • Belgium (Waterloo), di St. John's International School

  • Italy (Milan), di International School of Milan

  • Spain (Madrid, Cadiz, Toledo), di antaranya di King’s College (Soto de Viñuelas), Sotogrande International School, International School San Patricio Toledo

  • Portugal (Palmela), di St. Peter's International School

2. Afrika

  • Kenya (Nairobi), di Brookhouse Karen, Brookhouse Runda

  • South Africa (Johannesburg, Pretoria, Western Cape, Kwa-Zulu-Natal), di antaranya di Reddam House (Helderfontein, Waterfall, The Hills, Durbanville, Umhlanga)

3. New Zealand & Asia

  • New Zealand (Auckland & Tauranga), di antaranya di ACG Parnell College, ACG Sunderland, ACG Strathallan, ACG Tauranga

  • Vietnam (Ho Chi Minh City), di antaranya di Australian International School

Selama masa pertukaran, siswa dapat memilih tinggal di asrama sekolah (boarding school) atau bersama Homestay family resmi mengasah kemandirian, adaptabilitas, serta ketangguhan mental mereka di panggung dunia.

Dengan menyelaraskan pola parenting yang suportif di rumah dan pemilihan ekosistem sekolah yang tepat, Mama dapat mengantarkan anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan dunia masa depan.

Editorial Team

Related Article