Heroik! Kisah Pemberani Anak SD yang Melawan Penyusup Selamatkan Ibunya

- Rangga, bocah 9 tahun asal Aceh Timur, dikenal berprestasi dan berbakti kepada orangtua, baru pindah untuk menemani ibunya karena sang ayah sering melaut.
- Pada dini hari 10 Oktober 2020, Rangga menghadapi penyusup bersenjata yang masuk ke rumahnya dan dengan berani melindungi ibunya meski diminta untuk menyelamatkan diri.
- Rangga terluka parah hingga meninggal dunia setelah melawan pelaku, sementara ibunya berhasil selamat dan pelaku kemudian diamankan oleh pihak kepolisian.
Keberanian tidak selalu datang dari orang dewasa, Ma. Terkadang, keberanian justru hadir dari hati seorang anak yang ingin melindungi orang yang paling ia sayangi.
Hal itulah yang ditunjukkan Rangga, bocah berusia 9 tahun asal Aceh Timur. Di usianya yang masih belia, ia berusaha melindungi sang ibu saat rumah mereka disusupi pelaku bersenjata yang berniat jahat.
Keberanian Rangga ini berhasil menyentuh hati banyak orang.
Berikut Popmama.com telah rangkum kisah heroik Rangga, sang pahlawan kecil yang melawan penyusup demi keselamatan ibunya
Table of Content
1. Dikenal sebagai anak berprestasi dan berbakti kepada orangtua

Melansir CNN Indonesia, Rangga baru saja datang dari Sumatera Utara untuk tinggal bersama sang ibu di Aceh Timur. Keputusannya itu bukan tanpa alasan Ma.
Ayah Rangga bekerja sebagai nelayan yang kerap melaut dalam waktu lama. Karena itu, Rangga ingin menemani ibunya di rumah.
Tak hanya dikenal sebagai anak yang penyayang, Serambinews.com menyebut Rangga juga berprestasi di sekolah. Ia kerap meraih juara kelas dan dikenal pandai membaca Al-Qur'an.
Sosoknya dikenang sebagai anak yang baik, cerdas, dan dekat dengan keluarganya
2. Aksi heroik Rangga yang pasang badan demi sang ibu

Peristiwa kelam ini bermula pada dini hari, 10 Oktober 2020.
Saat itu, seorang pria masuk ke rumah Rangga sambil membawa senjata tajam. Pelaku diduga hendak melakukan tindak keji terhadap ibu Rangga yang sedang terlelap.
Mendengar teriakan sang ibu, Rangga terbangun dan menyadari situasi yang sedang terjadi.
Melihat penyusup bersenjata di dalam rumahnya, Rangga sama sekali tidak melarikan diri. Meskipun sang ibu berulang kali berteriak memohon agar Rangga lari menyelamatkan diri.
Dengan berani, Rangga berada di sana sambil berusaha menghentikan pelaku.
3. Pengorbanan tanpa ragu Rangga di detik-detik terakhir

Keberanian Rangga membuat pelaku menyerangnya hingga mengalami luka berat.
Di tengah rasa sakit dan detik-detik terakhir hidupnya, pikiran Rangga masih tertuju pada keselamatan sang ibu. Kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya begitu memilukan:
"LARI, MAK... LARI!"
Sebuah teriakan yang menjadi bukti betapa besarnya keinginan Rangga agar ibunya selamat, bahkan ketika ia sendiri harus mempertaruhkan nyawanya.
4. Pelaku berhasil diamankan

Setelah menyerang Rangga, pelaku membawa sang ibu keluar rumah. Beruntung, ibunya berhasil melepaskan diri dan meminta pertolongan warga sekitar.
Beberapa jam kemudian, Rangga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pihak kepolisian kemudian mengamankan pelaku dan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.
5. Keberanian Rangga akan selalu dikenang

Kepergian Rangga meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Di balik tragedi yang terjadi, kisahnya menjadi pengingat tentang besarnya kasih sayang seorang anak kepada orangtuanya.
Keberanian Rangga dalam berusaha melindungi sang ibu membuat namanya terus dikenang hingga kini.
Semoga tidak ada lagi anak yang harus menghadapi situasi serupa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.





















