Cara agar Remaja Tidak Overthinking, Buat Lelah dengan Kegiatan Fisik

- Aktivitas fisik dapat membantu remaja mengalihkan perhatian dari kekhawatiran, menurunkan stres dan kecemasan, serta mendukung kesehatan mental menurut penelitian BMC Public Health 2025.
- Olahraga membantu menurunkan kortisol, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas tidur; gerak serta fokus pada aktivitas membuat pikiran negatif tidak terus berputar.
- Yoga, bersepeda, basket, badminton, berenang, dan jalan santai dapat dicoba; beberapa kegiatan juga membuka ruang interaksi hangat dengan keluarga atau teman.
Cara agar remaja tidak overthinking ternyata tidak selalu rumit, Ma.
Selain mendapat dukungan dari orangtua, mengajak anak lebih aktif bergerak juga bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan mentalnya.
Hal ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health tahun 2025. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, sekaligus mendukung kesehatan mental anak dan remaja.
Nah, kegiatan fisik apa saja yang bisa dicoba agar anak tidak terus terjebak dalam overthinking? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya.
Table of Content
Mengapa Kegiatan Fisik Bisa Membantu Mengurangi Overthinking?

Saat overthinking, pikiran remaja sering dipenuhi berbagai kekhawatiran yang datang silih berganti.
Kondisi ini dapat membuat mereka lebih mudah cemas, sulit berkonsentrasi, bahkan merasa lelah secara emosional.
Salah satu cara sederhana untuk membantu mengalihkan pikiran tersebut adalah dengan melakukan aktivitas fisik.
Ketika tubuh bergerak, perhatian anak akan lebih terfokus pada aktivitas yang sedang dilakukan sehingga pikiran negatif tidak terus berputar.
Mengutip Mayo Clinic, olahraga dapat membantu menurunkan hormon stres (kortisol), memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kualitas tidur.
Tidur yang lebih nyenyak berperan penting dalam membantu tubuh dan otak pulih setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Yoga untuk Menenangkan Pikiran

Yoga bukan hanya bermanfaat untuk melatih kelenturan tubuh, tetapi juga membantu anak belajar mengatur napas dan menenangkan pikirannya.
Gerakan yang dipadukan dengan latihan pernapasan membuat remaja lebih fokus pada momen saat ini, sehingga pikirannya tidak terus larut dalam berbagai kekhawatiran.
Selain itu, yoga termasuk olahraga ringan yang cocok dilakukan anak usia 10–12 tahun, baik di rumah maupun di kelas olahraga.
Bersepeda sambil Menikmati Suasana Luar Rumah

Mengayuh sepeda bisa menjadi kegiatan fisik yang menyenangkan untuk membantu remaja mengurangi overthinking, Ma.
Saat bersepeda, anak akan lebih fokus menjaga keseimbangan, mengatur kecepatan, dan memperhatikan kondisi jalan.
Aktivitas ini membantu mengalihkan pikirannya dari berbagai kekhawatiran yang terus berputar.
Tak hanya itu, bersepeda juga menjadi kesempatan bagi anak untuk menikmati udara segar sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.
Bermain Basket Bersama Teman

Jika anak menyukai olahraga beregu, basket bisa menjadi pilihan yang tepat.
Saat bermain basket, anak akan fokus menggiring bola, mengoper kepada teman, hingga memasukkan bola ke ring.
Tanpa disadari, perhatian mereka akan lebih tertuju pada permainan daripada berbagai pikiran yang mengganggu.
Selain membuat tubuh aktif bergerak, basket juga melatih kerja sama, komunikasi, dan rasa percaya diri karena dimainkan secara berkelompok.
Bermain Badminton untuk Melatih Fokus

Tak perlu lapangan yang besar untuk menikmati permainan badminton, Ma.
Saat bermain, anak perlu mengikuti arah kok, mengatur langkah kaki, dan menentukan waktu yang tepat untuk memukul.
Konsentrasi inilah yang membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang berlebihan.
Badminton juga melatih koordinasi tubuh, kelincahan, dan daya tahan fisik, lho, Ma
Jika dimainkan bersama keluarga atau teman, olahraga ini sekaligus menjadi momen menyenangkan untuk mempererat hubungan.
Berenang agar Tubuh dan Pikiran Lebih Rileks

Berada di dalam air memberikan sensasi yang berbeda dibandingkan olahraga lainnya.
Saat berenang, anak akan lebih fokus mengatur gerakan tubuh dan pola pernapasan sehingga pikirannya tidak terus terpaku pada berbagai kekhawatiran.
Selain menyegarkan tubuh, berenang juga melatih hampir seluruh otot sehingga energi anak tersalurkan dengan baik.
Setelah selesai berenang, tubuh biasanya terasa lebih rileks dan suasana hati pun menjadi lebih baik.
Jalan Santai Bersama Keluarga

Meski terlihat sederhana, jalan santai juga bisa menjadi kegiatan fisik yang membantu mengurangi overthinking.
Mama dapat mengajak anak berjalan santai di taman, area car free day, atau lingkungan sekitar rumah.
Selain membuat tubuh lebih aktif bergerak, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobrol santai tanpa membuat anak merasa sedang diinterogasi.
Percakapan yang hangat sering kali membuat anak lebih nyaman menceritakan apa yang sedang dirasakan atau dipikirkannya.
Overthinking pada remaja memang tidak bisa hilang dalam semalam, Ma.
Namun, mengajak anak rutin melakukan kegiatan fisik bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan mentalnya.
Manakah kegiatan fisik yang akan Mama rekomendasi ke anak remaja Mama?





















