Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

9 Fakta Adhara Pérez Sánchez, Anak Jenius dengan IQ Melebihi Einstein

9 Fakta Adhara Pérez Sánchez, Anak Jenius dengan IQ Melebihi Einstein
Instagram.com/marieclaire_la
  • Adhara Pérez Sánchez, anak asal Meksiko dengan IQ 162, memiliki kecerdasan melebihi Einstein dan Hawking serta menunjukkan kemampuan akademik luar biasa sejak usia dini.

  • Meski sempat mengalami perundungan dan kesulitan sosial karena spektrum autisme, dukungan keluarga dan sekolah khusus membantu Adhara berkembang optimal.

  • Adhara menyelesaikan pendidikan sarjana di usia 11 tahun, kini menempuh magister, bercita-cita jadi astronot, dan bekerja sama dengan Mexican Space Agency untuk menginspirasi generasi muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tidak semua anak yang terlihat “berbeda” berarti memiliki kekurangan. Beberapa justru menyimpan potensi luar biasa yang belum dipahami lingkungannya. Hal inilah yang dialami Adhara Pérez Sánchez, seorang anak perempuan asal Meksiko yang dikenal memiliki IQ mencapai 162.

Angka tersebut bahkan disebut lebih tinggi dibanding IQ Albert Einstein dan Stephen Hawking. Namun di balik kepintarannya, Adhara ternyata sempat mengalami perundungan hingga kesulitan beradaptasi di lingkungan sosial.

Kini, kisahnya justru menjadi inspirasi banyak orang tua untuk lebih memahami potensi unik yang dimiliki anak.

Berikut Popmama.com telah merangkum fakta-faktanya.

  1. 1. Adhara memiliki IQ mencapai 162

    Adhara Sanchez berdiri di mimbar
    Instagram.com/adhara_perez11

    Adhara Pérez Sánchez dikenal sebagai salah satu anak dengan IQ tertinggi di dunia. IQ-nya disebut mencapai 162, lebih tinggi dibandingkan skor IQ yang sering dikaitkan dengan Albert Einstein dan Stephen Hawking.

    Kemampuan akademiknya sudah terlihat sejak usia sangat kecil. Ia bahkan mulai mempelajari aljabar secara otodidak dan mampu menghafal unsur-unsur tabel periodik saat masih anak-anak.

  2. 2. Ia sempat merasa kesulitan “fit in” dengan lingkungan

    Adhara Sanchez berdiri di depan papan tulis
    Instagram.com/adhara_perez11

    Sebelum potensinya dikenal banyak orang, Adhara sempat merasa berbeda dari anak-anak lain seusianya. Ia kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di sekolah.

    Namun sebenarnya, bukan Adhara yang bermasalah. Lingkungan sekitarnya belum memahami cara belajar dan pola pikirnya yang berbeda dibanding anak lain seusianya.

  3. 3. Adhara pernah mengalami perundungan dari teman-temannya

    Adhara Perez berpose dengan seorang laki-laki
    Instagram.com/adhara_perez11

    Karena dianggap berbeda, Adhara juga beberapa kali mengalami bullying dari teman-teman sebayanya. Hal ini membuat masa kecilnya tidak selalu mudah.

    Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik penting yang mengubah cara pandang banyak orang tentang kecerdasan dan potensi anak. Tidak semua anak berkembang dengan cara yang sama, dan setiap anak membutuhkan lingkungan yang mampu memahami keunikannya.

  4. 4. Adhara didiagnosis spektrum autisme sejak usia 3 tahun

    Adhara Sanchez berpose di depan kamera
    Instagram.com/adhara_perez11

    Dilansir dari edoo.id, Adhara didiagnosis berada dalam spektrum autisme saat berusia tiga tahun. Kondisi ini membuatnya mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi.

    Meski begitu, diagnosis tersebut tidak menghentikan perkembangan Adhara. Justru setelah memahami kondisinya, keluarganya mulai mencari lingkungan belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

  5. 5. Sang ibu memindahkannya ke sekolah khusus anak berbakat

    Adhara Sanchez berpose di depan kamera
    Instagram.com/adhara_perez11

    Melihat anaknya kesulitan di sekolah biasa, ibu Adhara akhirnya memutuskan memindahkannya ke sekolah khusus anak berbakat intelektual bernama Center for Attention to Talent atau CEDAT.

    Di sekolah inilah kemampuan Adhara mulai berkembang lebih maksimal. Hasil tes IQ-nya pun akhirnya menunjukkan angka luar biasa, yaitu 162.

  6. 6. Adhara menyelesaikan pendidikan jauh lebih cepat

    Akses Sanchez berbicara di atas panggung
    Instagram.com/adhara_perez11

    Kemampuan akademiknya membuat Adhara menyelesaikan pendidikan dengan sangat cepat dibanding anak seusianya.

    Ia lulus sekolah dasar pada usia lima tahun, lalu menyelesaikan pendidikan menengah di usia enam tahun. Setelah itu, Adhara melanjutkan kuliah di CNCI University jurusan Teknik Sistem.

    Hebatnya lagi, ia berhasil mendapatkan gelar sarjana saat usianya baru sekitar 11 tahun.

  7. 7. Kini Adhara melanjutkan pendidikan magister

    Adhara Sanchez saat menjadi pembicara
    Instagram.com/adhara_perez11

    Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Adhara melanjutkan studi magister di Technological University of Mexico dengan jurusan Teknik Industri.

    Karena pencapaiannya ini, Adhara sempat disebut akan memperoleh gelar master di usia yang masih sangat muda.

  8. 8. Adhara bercita-cita menjadi astronot

    Adhara Sanchez berpose dengan kostum astronot
    Instagram.com/adhara_perez11

    Sejak kecil, Adhara sangat tertarik pada dunia sains dan luar angkasa. Ia bahkan bercita-cita menjadi astronot.

    Ia juga pernah mendapat tawaran beasiswa dari University of Arizona untuk jurusan astrofisika. Sayangnya, kesempatan tersebut belum bisa diambil karena kendala visa.

  9. 9. Kini Adhara bekerja sama dengan Mexican Space Agency

    Adhara Sanchez berpose di depan pesawat tempur
    Instagram.com/adhara_perez11

    Saat ini, Adhara diketahui bekerja sama dengan Mexican Space Agency dan menggunakan pengalamannya untuk menginspirasi banyak anak agar tertarik mempelajari sains dan luar angkasa.

    Kisah Adhara menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Terkadang, yang mereka butuhkan bukan tekanan untuk menjadi “normal”, melainkan lingkungan yang mau memahami dan mendukung cara mereka berkembang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More