Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Fakta Heat Exhaustion saat Cuaca Panas, Bisa Sampai Pingsan
Pexels/marytaylor
  • Heat exhaustion terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat paparan panas berlebih, membuat sistem pengatur suhu tubuh kewalahan.
  • Gejalanya meliputi keringat berlebihan, lemas, pusing, mual, hingga jantung berdebar cepat; anak-anak dan lansia lebih rentan mengalaminya.
  • Penanganan cepat seperti memindahkan ke tempat sejuk, memberi cairan, serta mencari bantuan medis bila gejala tak membaik dapat mencegah kondisi memburuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini cuaca di berbagai daerah di Indonesia terasa semakin panas dan menyengat. Aktivitas sederhana seperti menjemput anak sekolah, bermain di taman, atau sekadar berjalan kaki di siang hari bisa terasa jauh lebih melelahkan dibanding biasanya.

Di tengah suhu yang terus meningkat, ada satu kondisi yang perlu diwaspadai, yaitu heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kesulitan mengatur suhu dan kehilangan terlalu banyak cairan. Jika tidak segera ditangani, heat exhaustion bahkan dapat berkembang menjadi heat stroke yang jauh lebih berbahaya.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa fakta penting tentang heat exhaustion yang perlu diketahui.

1. Apa Itu heat exhaustion yang terjadi saat tubuh kehilangan terlalu banyak cairan?

Pexels/marytaylor

Heat exhaustion adalah kondisi ketika tubuh mengalami kelelahan akibat paparan suhu panas yang berlebihan. Kondisi ini biasanya terjadi karena tubuh mengeluarkan banyak keringat sehingga kehilangan cairan dan elektrolit penting dalam tubuh.

Akibatnya, sistem pengatur suhu tubuh mulai kewalahan. Tubuh sebenarnya berusaha mendinginkan diri melalui keringat, tetapi ketika cairan yang hilang tidak segera diganti, berbagai keluhan mulai muncul.

Kondisi ini sering terjadi saat seseorang berada terlalu lama di lingkungan panas atau melakukan aktivitas fisik berat tanpa asupan cairan yang cukup.

Sebenarnya seringkali tubuh memberikan alarm ketika seseorang mengalami heat exhaustion. Akan tetapi tak sedikit juga orang yang mengabaikan tanda-tandanya di awal. Inilah yang bisa menyebabkan seseorang pingsan saat kepanasan ekstrem.

2. Gejalanya tidak hanya merasa kepanasan

Pexels/jonchampaigne

Banyak orang mengira heat exhaustion hanya ditandai dengan rasa gerah atau kepanasan. Padahal, gejalanya bisa jauh lebih beragam.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Berkeringat sangat banyak

  • Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga

  • Pusing atau sakit kepala

  • Mual hingga muntah

  • Kram otot

  • Kulit terasa dingin, lembap, atau pucat

  • Jantung berdebar lebih cepat

  • Merasa seperti akan pingsan

Jika gejala-gejala ini muncul setelah beraktivitas di bawah terik matahari atau berada di ruangan yang panas, jangan abaikan ya.

3. Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan mengalaminya

Pexels/nahmadhassan

Heat exhaustion sebenarnya bisa dialami siapa saja. Namun, anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu belum seefektif orang dewasa.

Selain anak-anak, lansia, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, serta mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga memiliki risiko lebih tinggi.

Karena itu, penting bagi orangtua untuk memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik, terutama saat bermain di luar ruangan atau mengikuti aktivitas olahraga.

4. Pertolongan pertama yang cepat bisa mencegah kondisi memburuk

Pexels/marytaylor

Saat seseorang menunjukkan tanda-tanda heat exhaustion, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membantu menurunkan suhu tubuhnya sesegera mungkin.

Segera lakukan beberapa hal berikut:

  • Pindahkan anak ke tempat yang lebih sejuk atau teduh

  • Longgarkan pakaian yang terlalu tebal atau ketat

  • Tempelkan handuk dingin pada area leher, ketiak, dan lipatan paha

  • Berikan air putih atau minuman yang mengandung elektrolit jika anak masih sadar dan mampu minum

  • Istirahatkan tubuh sambil berbaring dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi

Penanganan yang cepat sering kali membantu gejala mereda sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

5. Segera cari bantuan medis jika gejala tidak membaik

Pexels/martaylor

Dilansir dari www.nhs.uk, sebagian besar kasus heat exhaustion dapat membaik dalam waktu sekitar 30 menit setelah tubuh didinginkan dan diberikan cairan yang cukup.

Segera cari pertolongan medis jika menemukan keadaan berikut:

  • Keluhan tidak membaik setelah 15–30 menit

  • Alami muntah terus-menerus

  • Sakit kepala semakin berat

  • Bingung atau linglung

  • Kehilangan kesadaran

  • Suhu tubuh terus meningkat

Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa heat exhaustion mulai berkembang menjadi heat stroke, yang merupakan keadaan darurat medis.

6. Cara mencegah heat exhaustion saat cuaca sedang panas

Pexels/kampusproduction

Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan. Saat cuaca sedang terik, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu melindungi keluarga:

  • Perbanyak minum air putih sepanjang hari

  • Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat

  • Batasi aktivitas berat di luar ruangan saat matahari sedang terik

  • Usahakan berada di tempat yang teduh atau memiliki sirkulasi udara baik

  • Kurangi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol

  • Pastikan anak beristirahat cukup setelah bermain atau berolahraga

  • Tutup tirai rumah pada siang hari untuk membantu menjaga suhu ruangan tetap nyaman

Cuaca panas mungkin terlihat seperti hal biasa, tetapi dampaknya pada tubuh tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali gejala heat exhaustion sejak dini, kamu bisa mengambil tindakan lebih cepat dan membantu menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga selama musim panas berlangsung.

Editorial Team

Related Article