Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Hal Penting yang Harus Dilakukan saat Anak Tenggelam
Pexels/kindelmedia
  • Anak yang tenggelam harus segera dicek kesadarannya dan diberikan RJP dengan kombinasi pijatan dada serta napas buatan untuk memperbesar peluang selamat.
  • Orangtua perlu mengenali tanda anak tenggelam yang sering tidak disertai teriakan, seperti tubuh mengapung tengkurap atau mulut megap-megap tanpa suara.
  • Meskipun anak tampak membaik setelah tenggelam, tetap perlu pemantauan karena risiko dry drowning dan secondary drowning bisa muncul beberapa jam kemudian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus anak tenggelam masih sering terjadi, bahkan hanya dalam hitungan detik dan di air yang tidak terlalu dalam. Belakangan, banyak dokter dan tenaga medis juga mengingatkan bahwa pertolongan pertama pada anak tenggelam berbeda dengan orang dewasa, terutama karena tubuh anak lebih cepat mengalami kekurangan oksigen.

Dilansir dari Instagram @dryunianak, seorang dokter spesialis anak, kondisi anak yang tenggelam harus ditangani secepat mungkin karena otak anak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Sayangnya, masih banyak orangtua yang panik dan justru terlambat memberikan pertolongan pertama.

Padahal, tindakan sederhana seperti mengecek respons anak dan segera melakukan resusitasi jantung paru (RJP) bisa meningkatkan peluang keselamatan si Kecil.

Berikut Popmama.com rangkum 8 hal penting yang harus dilakukan saat anak tenggelam agar Mama tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.

1. Segera cek kesadaran dan respons anak

Pexels/PorapakApichodilok

Saat anak baru dievakuasi dari air, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek respons tubuhnya.

Mama bisa memanggil nama anak sambil menepuk perlahan bagian bahu atau tubuhnya. Perhatikan apakah anak merespons, menangis, bergerak, atau bernapas normal.

Jika anak tidak merespons dan napasnya terlihat tidak normal, segera anggap kondisi tersebut sebagai keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera.

2. Jangan terlalu lama mencari denyut nadi

Pexels/kindelmedia

Saat panik, banyak orang langsung mencoba mencari denyut nadi anak. Padahal menurut dokter, langkah ini justru bisa membuang waktu penting.

Dalam kondisi darurat, denyut nadi sering sulit dirasakan, apalagi saat penolong sedang cemas. Akibatnya, pertolongan utama jadi terlambat dilakukan.

Karena itu, jika anak tidak sadar dan tidak bernapas normal, lebih baik langsung mulai tindakan RJP sambil meminta bantuan.

3. Segera minta tolong dan hubungi tenaga medis

Pexels/kindelmedia

Begitu melihat anak tenggelam, jangan menangani semuanya sendirian jika ada orang lain di sekitar.

Segera berteriak meminta bantuan agar ada yang:

  • Menghubungi ambulans atau rumah sakit

  • Membantu proses evakuasi

  • Menggantikan RJP jika penolong mulai kelelahan

Dalam kasus tenggelam, waktu sangat menentukan keselamatan anak.

4. Lakukan RJP dengan kombinasi pijatan dada dan napas buatan

Pexels/JuanSalamanca

Dr. yuni juga membagikan bahwa pada anak tenggelam, penyebab utama henti napas biasanya karena kekurangan oksigen. Itu sebabnya napas buatan menjadi sangat penting.

Untuk penolong awam, lakukan:

  • 30 kali pijatan dada

  • Dilanjutkan 2 kali napas buatan

Cara melakukannya:

  • Tekan bagian tengah dada anak dengan cepat dan cukup kuat

  • Setelah itu dongakkan sedikit kepala anak

  • Tiup mulut anak hingga dada terlihat mengembang

Yang sering disalahpahami, pijatan dada saja tidak cukup untuk kasus tenggelam pada anak.

5. Napas buatan sangat penting pada kasus anak tenggelam

Pexels/PorapakApichodilok

Berbeda dengan serangan jantung pada orang dewasa, anak tenggelam umumnya mengalami kekurangan oksigen terlebih dahulu sebelum jantung berhenti.

Karena itu, hanya memijat dada tanpa memberikan napas buatan dapat menurunkan peluang keselamatan anak.

Tubuh dan otak anak membutuhkan pasokan oksigen secepat mungkin agar kerusakan organ tidak semakin parah.

6. Kenali tanda anak sedang tenggelam, karena sering kali tidak berteriak

Pexels/PorapakApichodilok

Banyak orang mengira anak tenggelam pasti berteriak atau mengangkat tangan. Padahal kenyataannya sering jauh lebih sunyi dan sulit disadari.

Dilansir dari cpreducatorsinc.com, beberapa tanda anak sedang tenggelam yang perlu diperhatikan:

  • Mulut hanya terlihat megap-megap

  • Kepala mendongak ke atas agar tidak kemasukan air

  • Tangan bergerak seperti mendorong air ke bawah

  • Tubuh mengapung tengkurap terlalu lama

  • Anak tidak muncul kembali setelah menyelam

  • Anak terlihat diam dan jauh dari pengawasan orang dewasa

Karena itu, orangtua perlu benar-benar memperhatikan anak saat bermain air.

7. Anak tetap perlu dipantau meski sudah terlihat membaik

Pexels/atalanticambience

Dalam beberapa kasus, anak bisa tampak baik-baik saja setelah tenggelam, tetapi ternyata masih mengalami gangguan pernapasan beberapa jam kemudian.

Dilansir pediatricfirstaid.co.uk, kondisi ini dikenal sebagai:

  • Dry drowning, yaitu gangguan napas akibat saluran napas kejang setelah kemasukan air

  • Secondary drowning, yaitu kondisi ketika air masuk ke paru-paru dan menyebabkan peradangan

Gejalanya bisa muncul beberapa jam setelah kejadian, seperti:

  • Batuk terus-menerus

  • Napas cepat

  • Lemas

  • Mengantuk berlebihan

  • Bibir membiru

Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera bawa anak ke rumah sakit.

8. Pencegahan tetap jadi langkah paling penting

Pexels/sunshinedesign

Pertolongan pertama memang penting, tetapi pencegahan tetap menjadi perlindungan terbaik untuk anak.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua:

  • Awasi anak 100 persen saat berada dekat air

  • Hindari bermain HP ketika menjaga anak di kolam atau pantai

  • Berikan pagar pengaman di sekitar kolam renang rumah

  • Ajarkan anak keterampilan bertahan hidup di air sejak dini

  • Pastikan anak selalu dalam jangkauan tangan orang dewasa

Karena pada banyak kasus, anak bisa tenggelam hanya dalam waktu singkat dan tanpa suara.

Itulah beberapa hal penting yang perlu Mama ketahui saat menghadapi kondisi anak tenggelam. Semoga informasi ini tidak perlu digunakan dalam situasi nyata, tetapi penting dipahami sebagai bekal pertolongan darurat untuk melindungi si Kecil.

Editorial Team

Related Article