Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Intip Fasilitas Sekolah Internasional untuk Tumbuh Kembang Anak, ACG School Jakarta
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
  • ACG School Jakarta menawarkan kurikulum internasional lengkap dari usia 3 hingga 18 tahun, mencakup IB PYP, Cambridge IGCSE, dan IB Diploma untuk membentuk kesiapan akademik global.

  • Sekolah menyediakan area hijau luas seperti garden, mud kitchen, dan playground kreatif yang mendorong eksplorasi alam serta pengembangan motorik dan kreativitas anak di luar ruang kelas.

  • Dilengkapi fasilitas olahraga modern, laboratorium sains, ruang seni, studio musik, perpustakaan digital etis, hingga sistem keamanan dan kantin sehat demi mendukung keseimbangan fisik serta mental siswa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih lingkungan dan pendidikan terbaik untuk masa depan anak bukan sekadar mencari sekolah yang memprioritaskan nilai akademis di atas kertas ya, Ma. 

Untuk melihat langsung bagaimana sarana akademis dan prasarana pendukung diintegrasikan dalam sebuah kurikulum dunia, Popmama.com berkesempatan mengikuti kegiatan School Tour and Interview di ACG School Jakarta pada Kamis (21/5/2026) yang berlokasi di Jati Padang, Jakarta Selatan didampingi langsung oleh Myles Piers Loryn D Airelle, Kepala Sekolah ACG School Jakarta dan Lucky Andreadi Purboyo (Digital Marketing and Branding Practitioner).

Berikut Popmama.com rangkum secara detail pengelompokkan fasilitas, area kelas, hingga sarana olahraga dan ruang kreatif yang ada di ACG School Jakarta!

1. Pengelompokkan kelas dan kurikulum internasional

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Sebagai sekolah internasional yang komprehensif, pembagian lantai dan kurikulum di sekolah ini disesuaikan secara presisi demi mendukung fase perkembangan psikologis dan kebutuhan akademik siswa di setiap tingkatan usia.

Kelas yang tersedia di ACG School Jakarta di antaranya adalah:

  • Kindergarten (K3 & K4 untuk anak usia 3-4 tahun)

Ruangan kelas usia dini dirancang sangat luas tanpa sekat dan dibagi menjadi dua fungsi utama. 

Bagian depan berisi deretan bangku berbentuk lingkaran untuk melatih interaksi sosial dan kerja kelompok. Bagian sebelahnya berupa area karpet lantai untuk sesi musik, bercerita (story time), dan membaca di reading corner

Di bagian belakang kelas, terdapat ruang semi-outdoor privat yang dilengkapi perosotan, ayunan, alat panjat kecil, dan jalur khusus sepeda.

Kelas ini menerapkan larangan penggunaan gadget dan menjadwalkan waktu tidur siang (nap time) pukul 11.00 khusus untuk jenjang K3. 

  • Primary (Year 1 hingga Year 6 untuk anak usia 5-11 tahun),

Berdasarkan standar kurikulum resmi, jenjang sekolah dasar ini menerapkan kerangka IB Primary Years Programme (PYP). 

Fokus utamanya adalah metode berbasis inkuiri (Units of Inquiry) yang memanfaatkan rasa ingin tahu alami anak untuk mendalami materi sains, sosial, matematika, dan bahasa secara aktif.

Penggunaan buku cetak fisik di jenjang ini dibatasi karena fokus pada eksplorasi.

  • Secondary (Year 7 hingga Year 11 untuk anak usia 11-16 tahun)

Memasuki jenjang sekolah menengah, kurikulum beralih menggunakan sistem Cambridge Lower Secondary (Year 7-9) sebagai fondasi akademik, dan dilanjutkan dengan program Cambridge IGCSE (Year 10-11). 

Fokus pembelajaran bergeser pada penguatan struktur akademik, pemikiran kritis, dan kemandirian belajar untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian internasional tertulis di akhir Year 11.

  • Pre-University (Year 12 hingga Year 13 - Usia 16-18 Tahun), tingkat tertinggi di sekolah ini menerapkan IB Diploma Programme (IB DP)

Program pra-universitas dua tahun yang diakui global ini mewajibkan siswa memilih 6 mata pelajaran dan menyelesaikan tiga elemen inti yaitu Theory of Knowledge (TOK), Extended Essay (EE), dan Creativity, Activity, Service (CAS) guna mencetak lulusan berwawasan holistik.

Melalui pembagian jenjang kelas yang terstruktur dari usia 3 hingga 18 tahun ini, sekolah memastikan setiap anak mendapatkan porsi pembelajaran yang pas, mulai dari pemanfaatan rasa ingin tahu alami di masa kecil hingga kesiapan akademik matang menuju universitas global.

2. Area taman dan eksplorasi luar ruangan untuk asah kreativitas

Dok. ACG School Jakarta

Di luar ruang kelas tertutup, sekolah sangat memprioritaskan pemanfaatan area terbuka hijau sebagai sarana stimulasi sensorik, ketahanan fisik, dan pembentukan rasa percaya diri anak.

Beberapa fasilitas yang dirancang untuk mengasah eksplorasi anak di antaranya adalah:

  • Garden & mud kitchen

Sebuah taman terbuka hijau yang luas dan teduh oleh pepohonan.  Di sini terdapat fasilitas Mud Kitchen tempat anak-anak diizinkan bermain tanah dan lumpur secara bebas. 

Sekolah sengaja membiarkan anak-anak "kotor" saat jam istirahat (20 menit) atau saat kelas luar ruangan agar mereka berani bereksplorasi tanpa takut.

  • PE Playground Area

Area bermain luar ruangan berukuran besar yang dilengkapi jembatan jalan, perosotan, dan alat panjat. 

Struktur mainan di sini bersifat tetap, artinya anak-anak dapat membongkar dan menyusun kembali bagian-bagian tersebut untuk membangun struktur baru sesuai imajinasi mereka guna melatih otot dan motorik halus. 

Di bagian bawah (ground) juga digambar permainan ketangkasan seperti hopscotch dan twister.

  • Material kayu

Tersedia beragam balok kayu di area bermain yang dibiarkan bebas digunakan anak-anak untuk membangun "bangunan" imajinatif seperti rumah-rumahan. 

Sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha dan karya anak, para guru dan petugas kebersihan tidak menyentuh atau merapikan bangunan buatan siswa tersebut agar bisa dimainkan kembali pada minggu berikutnya.

Kebebasan mengeksplorasi alam dan material luar ruangan ini membuktikan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, melainkan lewat interaksi langsung dengan lingkungan yang menghargai kreativitas anak.

3. Fasilitas olahraga skala internasional untuk dukung kebugaran

Dok. ACG School Jakarta

Pihak sekolah memfasilitasi kebutuhan energi dan ketangkasan fisik anak melalui penyediaan berbagai jenis lapangan olahraga modern yang disesuaikan dengan tingkatan usia.

Beberapa fasilitas yang disediakan sekolah untuk dukung kesehatan dan kebugaran siswanya di antaranya adalah:

  • Semi-Indoor Multi Courts (untuk K2 & dasar)

Lapangan olahraga beratap yang digunakan untuk basket, badminton, sepak bola, dan voli. 

Desain semi-indoor ini dipilih agar anak-anak tetap bisa aktif bergerak dengan aman dan menjaga energi mereka meskipun cuaca sedang hujan.

  • Semi-Indoor Multi Courts (Secondary)

Lapangan serupa yang dikhususkan bagi siswa usia remaja (Secondary). 

Lapangan ini mendukung partisipasi aktif sekolah dalam liga olahraga antar-sekolah internasional bergengsi, seperti ASAC (ASEAN Sports and Activities Conference), JASIS, dan JAAC, di mana tim voli junior mereka baru saja bertanding ke Vietnam.

  • Indoor Multi Courts & Hall

Lapangan dalam ruangan berukuran besar yang juga dilengkapi dengan panggung utama. 

Selain untuk olahraga, ruangan ini dialihfungsikan sebagai aula besar untuk kegiatan presentasi, pembiasaan siswa, maupun acara pertemuan sekolah.

  • Aquatic Area

Menyediakan dua tipe kolam renang yang kebersihan airnya dipantau ketat, yaitu kolam kecil khusus anak-anak usia dini (Kindergarten) dan kolam besar sepanjang 25 meter untuk siswa tingkat lanjut.

  • Fitness Room

Ruangan kebugaran khusus berisi alat-alat berat, sepeda statis (tersedia ukuran anak-anak dan dewasa), dan tiang pull-up untuk siswa usia 10-12 tahun ke atas. 

Ruangan berdinding kaca transparan ini posisinya dibuat agak masuk ke dalam untuk menjaga kenyamanan dan privasi siswa perempuan saat berolahraga, namun tetap mudah diawasi dari luar.

Kelengkapan fasilitas olahraga ini tidak hanya menjaga kebugaran fisik harian siswa, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk berprestasi dan berkompetisi di ranah olahraga internasional.

4. Laboratorium, ruang seni kreatif, dan pusat literasi

Dok. ACG School Jakarta

Untuk mengimbangi kemampuan akademis, sekolah menyediakan sarana yang mendukung pengembangan bakat non-akademis, sains praktis, hingga literasi digital secara bertanggung jawab.

Di antaranya adalah:

  • Laboratorium Sains

Sekolah menyediakan 2 ruang laboratorium khusus untuk mendukung kegiatan praktik mata pelajaran sains, yang terbagi menjadi Laboratorium Biologi serta Laboratorium Fisika & Kimia.

  • Art Rooms & Design Space

Ruang seni khusus yang dipenuhi berbagai jenis cat dan perkakas kerajinan tangan, berdekatan dengan ruang terpisah untuk mata pelajaran desain dan teknologi guna mendukung kreativitas siswa.

  • Ruang Musik & Studio

Fasilitas studio bernyanyi dan ruang instrumen (keyboard, drum, gitar) untuk jenjang Kindergarten hingga Year 11. 

Budaya lokal sangat ditonjolkan melalui kewajiban bermain alat musik tradisional seperti angklung dan gamelan pada tingkat Primary.

  • Dancing & Dancing-Drama Room

Ruangan berlantai khusus untuk latihan menari tradisional (seperti tarian Bali dan Aceh) maupun modern (K-Pop), yang terhubung dengan ruang drama sebagai sarana penyegaran pikiran siswa usai ujian.

  • Library

Perpustakaan yang digunakan sebagai area belajar mandiri dan istirahat bagi siswa Secondary, serta jadwal kelas membaca mingguan (library lesson) untuk siswa Primary yang materinya diselaraskan dengan tema pelajaran di kelas.

Di sini siswa diajarkan cara melakukan sitasi formal dengan sitasi MLA, serta diajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab sebagai alat bantu (support system) yang beretika, bukan sebagai sumber utama.

Pihak sekolah mengizinkan penggunaan AI murni hanya sebagai pendukung, bukan sebagai sumber informasi utama. Ketika mencari di internet, AI mengambil data dari berbagai sumber. Maka, siswa di sana diajarkan cara mengambil langsung dari sumber utamanya, agar yang dijadikan ujukan adalah sumber utama, bukan AI.

Sekalipun para siswa diperbolehkan mencari bahan, melakukan riset, atau menyusun draf tugas menggunakan bahasa ibu mereka masing-masing (seperti bahasa Jepang atau Korea), mereka dilarang keras hanya sekadar menerjemahkan mentah-mentah hasil tersebut karena menerjemahkan saja terlalu mudah.

Mereka wajib menjelaskan dan memaparkan seluruh isi materi tersebut menggunakan bahasa Inggris hasil pemahaman mereka sendiri.

5. Layanan pendukung, kantin sehat, dan sistem keamanan tinggi

Dok. ACG School Jakarta

Sebagai penunjang kenyamanan dan keselamatan seluruh warga sekolah, penyediaan konsumsi, transportasi, dan pengawasan keamanan di area operasional dilakukan secara ketat.

Di antaranya adalah:

  • Kantin sekolah

Menerapkan aturan ketat bebas kacang untuk menghindari risiko alergi berat pada siswa asing. 

Sekolah melarang keras siswa membawa permen, permen karet, minuman bersoda, serta melarang pemesanan makanan luar secara daring (take-away). 

Menu dari katering terkenal di Jakarta diinformasikan kepada orangtua setiap dua minggu sekali, dan area bangku duduk dipisahkan rapi per kelompok kelas (seperti barisan khusus K3, K4, dsb).

  • Ruang pelengkap

Tersedia ruang konseling khusus untuk menjaga kesehatan mental, ruang belajar agama terpisah (Islam, Kristen, dll), ruang belajar bahasa Indonesia/Inggris, serta kelas penguatan bahasa (language support) bagi anak lokal maupun asing yang belum fasih berkomunikasi.

  • School Bus Services

Layanan jemput-antar bus sekolah khusus yang mencakup rute Jakarta Selatan hingga area SCBD (meliputi Kemang, Dharmawangsa, Senayan, Kuningan, dan Pondok Indah) dengan syarat minimal pendaftaran 5 siswa per rute kendaraan.

Melalui keselarasan antara desain fasilitas fisik yang ramah anak, ketersediaan ruang eksplorasi luar ruangan yang membebaskan kreativitas, hingga penerapan kurikulum internasional yang terstruktur sejak usia dini, sekolah dapat menjadi rumah kedua yang aman bagi tumbuh kembang si Kecil. 

Jadi, apakah Mama sudah menentukan sekolah yang tepat untuk perkembangan anak mama ke depannya?

Editorial Team

Related Article