Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Sebagai sekolah internasional yang komprehensif, pembagian lantai dan kurikulum di sekolah ini disesuaikan secara presisi demi mendukung fase perkembangan psikologis dan kebutuhan akademik siswa di setiap tingkatan usia.
Kelas yang tersedia di ACG School Jakarta di antaranya adalah:
Ruangan kelas usia dini dirancang sangat luas tanpa sekat dan dibagi menjadi dua fungsi utama.
Bagian depan berisi deretan bangku berbentuk lingkaran untuk melatih interaksi sosial dan kerja kelompok. Bagian sebelahnya berupa area karpet lantai untuk sesi musik, bercerita (story time), dan membaca di reading corner.
Di bagian belakang kelas, terdapat ruang semi-outdoor privat yang dilengkapi perosotan, ayunan, alat panjat kecil, dan jalur khusus sepeda.
Kelas ini menerapkan larangan penggunaan gadget dan menjadwalkan waktu tidur siang (nap time) pukul 11.00 khusus untuk jenjang K3.
Berdasarkan standar kurikulum resmi, jenjang sekolah dasar ini menerapkan kerangka IB Primary Years Programme (PYP).
Fokus utamanya adalah metode berbasis inkuiri (Units of Inquiry) yang memanfaatkan rasa ingin tahu alami anak untuk mendalami materi sains, sosial, matematika, dan bahasa secara aktif.
Penggunaan buku cetak fisik di jenjang ini dibatasi karena fokus pada eksplorasi.
Memasuki jenjang sekolah menengah, kurikulum beralih menggunakan sistem Cambridge Lower Secondary (Year 7-9) sebagai fondasi akademik, dan dilanjutkan dengan program Cambridge IGCSE (Year 10-11).
Fokus pembelajaran bergeser pada penguatan struktur akademik, pemikiran kritis, dan kemandirian belajar untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian internasional tertulis di akhir Year 11.
Program pra-universitas dua tahun yang diakui global ini mewajibkan siswa memilih 6 mata pelajaran dan menyelesaikan tiga elemen inti yaitu Theory of Knowledge (TOK), Extended Essay (EE), dan Creativity, Activity, Service (CAS) guna mencetak lulusan berwawasan holistik.
Melalui pembagian jenjang kelas yang terstruktur dari usia 3 hingga 18 tahun ini, sekolah memastikan setiap anak mendapatkan porsi pembelajaran yang pas, mulai dari pemanfaatan rasa ingin tahu alami di masa kecil hingga kesiapan akademik matang menuju universitas global.