Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bener Meriah, Korban Diinjak Kepalanya
Instagram.com/acehworldtimes
  • Dugaan pengeroyokan terhadap T (16), siswa kelas 2 asal Pante Raya, terjadi di lahan kosong belakang SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Aceh, dan videonya viral di media sosial.
  • Rekaman memperlihatkan perkelahian awalnya satu lawan satu, tetapi T tetap dipukul, ditendang, dan kepalanya diinjak setelah terjatuh hingga dilaporkan sempat kehilangan kesadaran.
  • T dirawat di RSUD Datu Beru Takengon akibat luka kepala dan sempat sulit bernapas; Polres Bener Meriah menyelidiki saksi serta video, sambil menunggu korban dapat dimintai keterangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar berinisial T (16) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, viral setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Awalnya video itu beredar melalui grup-grup WhatsApp hingga akhirnya sejumlah media lokal mengangkatnya seperti akun @acehworldtimes, @lingkaran_gayo dan @etnisgayo

Dalam video tersebut, seorang pelajar terlihat terlibat perkelahian dengan siswa lainnya sebelum terjatuh dan kembali mendapat kekerasan meski sudah tidak berdaya. Kepala korban bahkan sempat diinjak oleh terduga pelaku.

Korban diketahui merupakan pelajar berusia 16 tahun asal Pante Raya, Bener Meriah. Setelah kejadian tersebut, ia harus mendapatkan perawatan medis akibat mengalami sejumlah luka, termasuk pada bagian kepala.

Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh kepolisian. Berikut Popmama.com rangkum fakta-fakta selengkapnya hingga 24 Agustus 2026.

1. Terjadi di area belakang sekolah

Instagram.com/lingkaran_gayo

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di sebuah lahan kosong di belakang kompleks SMAN Unggul Binaan Bener Meriah, Kampung Burni Telong, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Korban T diketahui merupakan siswa kelas 2 berusia 16 tahun. Sementara itu, pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan disebut merupakan siswa kelas 3 atau kakak kelas korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari dan melibatkan sejumlah pelajar yang berada di sekitar lokasi. Polisi masih mendalami kronologi kejadian untuk memastikan apa yang menjadi pemicu perkelahian.

2. Bermula dari duel antarpelajar lalu pengeroyokan

Instagram.com/lingkaran_gayo

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kejadian tersebut awalnya terlihat seperti perkelahian satu lawan satu. Korban T yang mengenakan seragam pramuka tampak berhadapan dengan seorang pelajar lain yang mengenakan kaus hitam dan celana olahraga.

Keduanya sempat saling melayangkan pukulan. Namun, situasi berubah ketika korban terjatuh ke tanah.

Setelah korban tersungkur, kekerasan yang terjadi kemudian menjadi sorotan karena korban kembali mendapat serangan meski sudah berada dalam kondisi tidak berdaya.

3. Korban tetap mendapat kekerasan setelah terjatuh

Instagram.com/acehworldtimes

Bagian yang mengundang perhatian dalam video viral penganiayaan tersebut adalah ketika korban sudah terjatuh tetapi masih mendapat kekerasan. Dari potongan video yang berbeda, kepala korban terbentur batu hingga terjatuh dan membuatnya kehilangan kesadaran.

Bukannya berhenti, dari video itu pelaku utama malah terlihat kembali melayangkan pukulan dan tendangan ke arah korban T. Bahkan, terdapat adegan ketika kepala korban diinjak oleh terduga pelaku tersebut.

4. Puluhan pelajar disebut menyaksikan kejadian

Instagram.com/acehworldtimes

Peristiwa tersebut tidak terjadi tanpa disaksikan orang lain. Berdasarkan rekaman yang beredar, sejumlah pelajar tampak berada di sekitar lokasi ketika perkelahian berlangsung.

Korban dan pelaku awalnya terlihat terlibat dalam perkelahian satu lawan satu. Namun, situasi berubah setelah korban terjatuh dan tidak lagi mampu melawan. Kekerasan terhadap korban kemudian masih berlanjut hingga membuatnya tidak berdaya.

Para pelajar yang berada di lokasi disebut mencoba melerai setelah korban sudah terjatuh dan tidak berdaya. Rekaman ini kemudian beredar di media sosial pun memicu perhatian serta kecaman dari masyarakat.

5. Korban harus menjalani perawatan di rumah sakit

Instagram.com/acehworldtimes

Akibat kejadian tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Datu Beru Takengon, Aceh Tengah. Korban disebut mengalami masalah pada bagian kepala setelah insiden tersebut.

Kondisi korban juga sempat membuat keluarga khawatir. Menurut sang Mama, T sebelumnya sempat mengalami kesulitan bernapas dan mengalami masalah pada bagian kepala.

Namun, setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi T mulai menunjukkan perkembangan. Keluarga pun kini berusaha memusatkan perhatian pada proses pengobatan dan pemulihannya.

6. Ibu korban pilih fokus pada kesembuhan sang Anak

Instagram.com/acehworldtimes

Di tengah kondisi anaknya yang masih menjalani perawatan, ibu korban, Ahnaf Fairuz dikutip dari Instagram @acehworldtimes memilih mengesampingkan amarah dan lebih memusatkan perhatian pada proses pemulihan sang anak.

Meski kondisi anaknya perlahan membaik, keluarga mengaku masih terpukul, kecewa, dan marah atas dugaan perlakuan yang dialami oleh T. Namun, untuk saat ini, keluarga memilih fokus pada pengobatan dan pemulihan kondisi sang Anak.

Bagi mamanya, melihat anaknya kembali sehat menjadi hal yang paling utama. Ia berharap T dapat segera pulih dan peristiwa yang dialaminya mendapat perhatian serta penanganan yang semestinya.

7. Polisi masih melakukan penyelidikan soal kasus ini

Kasus dugaan penganiayaan terhadap T kini menjadi perhatian Polres Bener Meriah. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial. Polisi juga masih menunggu kondisi korban memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap korban yang masih berstatus anak.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas maupun video korban. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga privasi dan kondisi psikologis korban selama proses penanganan perkara berlangsung.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan sehingga informasi mengenai motif, pihak yang terlibat, serta kronologi lengkap kejadian masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article