Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rompi Pintar ADAPT-V, Inovasi Penenang Tantrum Anak Autis Temuan Mahasiswa UB
prasetya.ub.ac.id
  • Mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan rompi pintar ADAPT-V untuk membantu meredakan tantrum anak autis melalui tekanan lembut berbasis Deep Pressure Therapy.
  • ADAPT-V memadukan IoT, sensor denyut jantung dan gerakan, serta Machine Learning SVM untuk mendeteksi tanda tantrum dan mengaktifkan rompi secara responsif.
  • Perangkat dilengkapi jam tangan sensor dan aplikasi pemantauan real-time; Wakil Presiden Gibran mendorong percepatan paten, produksi massal, serta masuk e-catalog pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru-baru ini mahasiswa Universitas Brawijaya membuat inovasi yang dapat membantu orangtua yang memiliki anak autis. Disebut dengan rompi pintar ADAPT-V dengan tujuan untuk meredakan emosi saat anak autis sedang tantrum.

Rompi pintar ADAPT-V bekerja dengan memanfaatkan metode Deep Pressure Therapy (DPT) yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan Machine Learning

Melalui teknologi tersebut, rompi akan mendeteksi dua sensor utama pada anak autis, yaitu sensor jantung dan pergerakan. Tujuannya untuk mengetahui tanda-tanda anak autis akan tantrum. Cara bekerja rompi tersebut adalah mengembang dan memberikan tekanan lembut seperti pelukan hangat yang efektif menenangkan sistem saraf anak. 

Selain perangkat fisik rompi dan jam tangan sensor, inovasi ini juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone khusus bagi orangtua dan terapis.

Aplikasi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi fisik anak dilakukan secara real-time sekaligus memberikan notifikasi seketika jika tantrum terjadi. 

Lebih jelasnya Popmama.com rangkum 5 hal penting yang perlu diketahui tentang rompi pintar ADAPT-V, inovasi penenang tantrum anak autis.

1. Memakai teknologi Deep Pressure Therapy

prasetya.ub.ac.id

Melalui inovasi rompi ADAPT-V yang memanfaatkan metode Deep Pressure Therapy (DPT), dapat membantu anak autis yang terdeteksi tantrum. Tekanan ini akan menyedot udara dari luar untuk masuk ke dalam rompi, sehingga memberikan sensasi menyerupai seperti dipeluk hangat, sehingga efektif meredakan tantrum dan membuat anak merasa nyaman. 

Nantinya, setelah tantrum pada anak autis mereda, katup solenoid pada rompi akan terbuka secara perlahan sehingga udara di dalam rompi dapat keluar. Mekanisme pelepasan udara secara perlahan ini memastikan proses relaksasi berjalan alami tanpa mengejutkan atau mengganggu kenyamanan fisik anak.

Dengan demikian, tubuh anak dapat kembali rileks secara bertahap seiring berangsurnya penurunan tingkat emosi mereka.

2. Terintegrasi Machine Learning dan sensor deteksi tantrum

Instagram.com/adaptv.ub

Rompi ini juga dipadukan dengan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Machine Learning menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Sistem ini bekerja melalui dua sensor utama, sensor denyut jantung dan sensor gerakan. 

Ketika kedua sensor mendeteksi adanya gerakan anomali serta peningkatan denyut jantung (BPM) yang melewati batas standar, data dikirimkan untuk mengklasifikasikan apakah anak sedang mengalami tantrum atau tidak. Penerapan kecerdasan buatan ini memungkinkan penanganan emosi anak dilakukan secara cepat presisi sebelum kondisi tantrum memburuk.

Keakuratan deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah timbulnya cemas berlebih pada anak secara responsif.

3. Pemantauan real-time via aplikasi

Instagram.com/gibran_rakabuming & Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Tidak hanya rompi ADAPT-V, tetapi tim pengembang rompi inovatif ini juga mengembangkan jam tangan pintar ber-sensor, rompi, manual book serta aplikasi smartphone. Aplikasi ini memungkinkan orangtua maupun terapis untuk memantau kondisi anak secara real-time

Selain itu tujuannya juga untuk mengendalikan terapi pada anak autis serta menerima notifikasi langsung ketika anak terdeteksi mengalami tantrum.

Kehadiran rompi ADAPT-V dan aplikasi ini memberikan kemudahan kontrol jarak jauh bagi para orangtua atau pengasuh harian. Data riwayat pemantauan yang tersimpan di aplikasi juga sangat berguna sebagai bahan evaluasi berkala bersama dokter maupun tim medis.

4. Didorong masuk E-catalog dan Mass Production

Instagram.com/gibran_rakabuming & Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Dalam pertemuan bersama mahasiswa pengembang, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi tinggi karya ini.

Pemerintah mendukung alur hilirisasi, mulai dari percepatan paten teknologi, produksi massal (mass production), hingga pengusulan agar masuk ke dalam e-catalog pemerintah agar dapat disalurkan secara lebih luas.

Melalui video instagram @gibran_rakabuming, Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T. yang merupakan salah satu guru besar di Universitas Brawijaya menyebutkan “Pesan dari mas wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tapi harus berhenti sampai hilirisasi dan produk ini harus punya manfaat.”

Dukungan penuh dari pemerintah ini diproyeksikan bakal memangkas birokrasi distribusi sehingga alat dapat segera diproduksi secara komersial. Skema e-catalog juga membuka peluang besar bagi fasilitas kesehatan dan sekolah berkebutuhan khusus untuk mengadopsinya secara resmi.


5. Harapan besar dan curahan hati para orangtua

Instagram.com/gibran_rakabuming

Kehadiran inovasi ini disambut antusias oleh para orangtua yang memiliki anak dengan spektrum autisme. Banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar rompi ADAPT-V ini bisa segera dipasarkan serta dijangkau dengan harga yang terjangkau.

Kehadiran teknologi tepat guna ciptaan mahasiswa Indonesia ini memberikan berkas harapan baru bagi kehidupan yang lebih inklusif dan ramah anak autis di masa depan. 

Seperti yang disebutkan oleh salah satu akun, @reny.eagle31  pada kolom komentar instagram @gibran_rakabuming, “Pak Wapres, kami orang tua dari anak2 Autisme, berharap pemerintah dapat memberikan bantuan rompi ini secara gratis, keringanan biaya terapi dan sekolah gratis bagi anak2 kami.. semoga kelak menjadi amal jariyah bagi Pak Wapres dan adik2 mahasiswa yg menciptakan inovasi ini..”

Itu dia penjelasan rompi pintar ADAPT-V, inovasi penenang tantrum anak autis.

Inovasi rompi pintar ADAPT-V memberikan harapan baru bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

Dukungan nyata dari pemerintah dalam mendorong hilirisasi karya anak bangsa ini sangat krusial agar teknologi tepat guna tersebut dapat segera diproduksi massal dan dijangkau oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.

Oleh karena itu, keberhasilan pengembangan ADAPT-V diharapkan mampu menjadi pemantik lahirnya berbagai inovasi teknologi kesehatan lokal lainnya di Tanah Air.

Semoga rompi pintar ini dapat segera dipasarkan secara luas demi terwujudnya lingkungan yang lebih ramah, inklusif, dan penuh rasa aman bagi tumbuh kembang anak-anak penyandang autisme di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article