"Dari gerak-geriknya tenang banget, kayak udah sering (melakukan pencurian)," ujar seseorang dalam video tersebut.
Aksi Anak Kecil Curi Tas Pasangan Muda di Bekasi, Bukan yang Pertama?

Orangtua mempunyai peran penting dalam membangun kepribadian anak di masa depannya. Mama dan Papa bertugas mengoptimalkan segala tumbuh kembang anak. Mulai dari kemampuan berpikir, bersosialisasi, bersikap, bertindak, hingga membangun mental yang kuat.
Salah satu kewajiban orangtua adalah mengajarkan budi pekerti dan teladan kepada si Kecil. menurut Kamus akbar Bahasa Indonesia (KBBI) budi pekerti ialah suatu tingkah laku, akhlak, tabiat, perangai.
Budi pekerti juga diartikan sebagai kesadaran perilaku atau perbuatan seseorang terhadap orang lain.
Mama dan Papa semestinya sudah menanamkan dan mengajarkan budi pekerti ke si Kecil sejak usia dini. Pembelajaran ini meliputi nilai-nilai tentang tata krama, bertanggung jawab, disiplin, jujur, tolong menolong, saling membantu, hingga perilaku 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Tujuan pembelajaran budi pekerti ini guna membentuk watak, kepribadian, dan perilaku terpuji yang nantinya anak terapkan di dalam kehidupan sosialnya. Dengan begitu, anak akan lebih diterima di dalam kehidupan bermasyarakat karena ia mampu memperlakukan setiap orang dengan baik.
Kelalaian orangtua yang tidak menanamkan nilai luhur tersebut berimbas pada perilaku menyimpang yang sangat mungkin terjadi pada si Kecil. Misalnya saja peristiwa anak kecil curi tas pasangan muda di Bekasi.
Begini ulasan Popmama.com tentang tragedi tersebut yang bikin geleng-geleng kepala.
Korban Tak Berpikir Anak Itu Berniat Mengambil Tasnya

Tragedi naas tersebut menimpa pasangan muda yang tengah menghabiskan waktu di salah satu mal yang ada di Bekasi, Jawa Barat. Dua sejoli ini sedang berada di tempat bermain anak-anak yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
Awalnya, pelaku masuk ke arena bermain tersebut dengan tenang sambil memperhatikan orang-orang yang ada di sana. Entah apa yang ia pikirkan, kemungkinan besar ia sedang menentukan "targetnya." Tak lama, ia akhirnya menuju dua sejoli yang berada di bagian tempat bermain basket.
Pemilik akun Instagram @indiraalvianitaa selaku korban menuliskan bahwa ia dan sang Pacar memang sadar sudah diikuti sejak memulai permainan yang ada di sana. Ia lantas mengabaikan kehadiran anak tersebut. Indira beranggapan, "Hanya anak kecil yang memang suka melihat melihat saja."
Persepsi korban tentang anak-anak yang mengikuti dirinya dan sang Pacar tak sepenuhnya salah. Lantaran memang anak-anak mempunyai rasa penasaran tinggi terhadap sesuatu.
Akhirnya, bocah-bocah seusia pelaku kerap mengekor orang dewasa sampai akhirnya ia bosan dengan sendirinya. Lalu akhirnya melakukan aktivitas lain yang bagi si Kecil lebih menyenangkan.
Pelaku di Bawah Umur Pantau Keadaan Sekitar Sebelum Melancarkan Aksinya
Dari rekaman kamera pengawas yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), terlihat ada empat mesin permainan bola basket. Kebetulan saat itu hanya Indira dan pacarnya saja yang memainkannya. Mereka memilih mesin kedua dari kanan.
Anak yang menggunakan baju putih dan celana jeans panjang itu terlihat beberapa kali bolak-balik di belakang korban. Tak lain untuk memantau keadaan sekitar aman sebelum akhirnya menggasak tas korban.
Perlahan anak tersebut mendekat ke arah pacar korban dimana terdapat clutch hitam milik Indira. Korban menyimpan tas persegi panjang tersebut di sebelah kiri sang Pacar supaya lebih leluasa saat melemparkan bola basket ke dalam ring.
Sayangnya, sikap positive thinking korban terhadap anak kecil itu justru berujung kemalingan. Anak tersebut melancarkan aksinya ketika Indira dan pacarnya asyik bermain basket Saat ia dan pacar lengah, pelaku di bawah umur itu segera membawa kabur tas milik Indira keluar arena bermain anak tersebut.
"Jadi saya dan pacar saya sedang bermain ke tempat bermain anak sekitar jam 17.10-17.20 WIB," tulis korban.
Tas Berisi Gawai, Uang Tunai, dan Kartu ATM

Atas tragedi kemalingan tersebut Indira jelas mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya di dalam dompet panjang itu terdapat dua buah gawai, uang tunai, kartu-kartu identitas, serta empat kartu ATM dari dua bank yang berbeda.
Lebih lanjut, korban meminta orangtua pelaku, saudara maupun orang yang kenal anak yang ada di dalam video untuk menghubungi dirinya. Harapannya tentu untuk mengembalikan barang-barang yang telah dicuri bocah berbaju putih tersebut.
"Bisa langsung hubungi kami di DM (Direct Message) instagram saya. Saya tunggu itikad anda!!!", tegasnya.
Demikian ulasan tentang anak kecil curi tas pasangan muda di Bekasi. Dari kejadian tersebut jadi refleksi dan pengingat bagi para orangtua terkait penting menanamkan budi pekerti kepada anak. Sia-sia jika pintar akademik tapi tidak mempunyai akhlak yang baik.
Baca juga:



















