Mengajarkan Anak 10 Amalan Sunah Puasa Ramadan

Bisa menambah pahala dan keberkahan puasa, Ma

8 April 2021

Mengajarkan Anak 10 Amalan Sunah Puasa Ramadan
Pexels/Gabby K

Bulan Ramadan merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu umat Islam. Pada bulan suci ini, Allah SWT banyak menurunkan rahmat dan keberkahan bagi umat-Nya. 

Kaum muslim pun berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Tidak hanya menunaikan ibadah yang wajib, seperti berpuasa dan salat saja, tetapi juga menambah pahala dengan melaksanakan perkara sunah lainnya. 

Ada banyak amalan puasa Ramadan yang telah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber. Yuk, ajak anak mama dan papa mengamalkannya!

1. Makan di waktu sahur

1. Makan waktu sahur
Pexels/Gabby K

Sebelum menunaikan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, umat muslim disunahkan untuk makan sahur. Meski tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena akan mendatangkan pahala. 

Sebagaimana dalam hadis dari Anas RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Makan sahurlah, karena sahur itu barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ajaklah si buah hati dan keluarga untuk selalu makan sahur selama puasa Ramadan, Ma. Meski tidak banyak, seperti sabda Rasulullah SAW berikut.

Dari Abi Said al-Khudri RA, “Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad)

2. Menyegerakan berbuka puasa

2. Menyegerakan berbuka puasa
Pexels/Gabby K

Ajarkan anak mama untuk senantiasa menyegerakan berbuka puasa sebelum salat maghrib. Dengan membatalkan puasa segera mungkin ketika adzan maghrib telah berkumandang, meski hanya dengan seteguk air. 

Hal ini merupakan perkara sunah yang dapat mendatangkan pahala sehingga dianjurkan untuk dilakukan. Berikut hadis yang menerangkan perkara menyegarakan berbuka.

Dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Berdoa saat berbuka puasa

3. Berdoa saat berbuka puasa
Pexels/Gabby K

Saat berbuka puasa tiba, jangan lupa untuk membiasakan anak mama mengucapkan doa. Membaca doa berbuka puasa akan menambah keberkahan puasa.

Selain itu, doa berbuka puasa termasuk dalam bacaan mustajab sehingga sangat dianjurkan. Sebagaiman sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Ada 3 orang yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doa orang yang terdzolimi.”

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW beliau membaca doa berikut ini saat berbuka:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah 

Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”

Adapun doa berbuka puasa yang dapat orangtua ajarkan pada anak, yaitu:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.”

4. Buka puasa dengan kurma atau air putih

4. Buka puasa kurma atau air putih
Pexels/Naim Benjelloun

Adapun hidangan yang disunahkan untuk berbuka puasa, yaitu kurma atau air putih, Ma. Hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadis. 

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa kurma matang dan basah sebelum melangsungkan salat. Kalau tidak ada kurma basah, Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma kering. Bila tidak ada kurma kering, ia meminum beberapa teguk air.” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi)

Editors' Picks

5. Memberi makan pada orang yang berpuasa

5. Memberi makan orang berpuasa
Pexels/Mentatdgt

Memberi makan kepada orang berpuasa di bulan Ramadan juga termasuk amalan sunah yang sebaiknya orangtua ajarkan pada anak.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Siapa yang memberi makan (saat berbuka) untuk orang yang berpuasa, maka dia mendapat pahala seperti orang yang diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya.” (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaemah)

Mama dan Papa dapat memulainya dengan melibatkan anak dalam mengolah hidangan buka puasa untuk keluarga di rumah. Bisa juga dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti berbagi takjil gratis di lingkungan sekitar.

6. Membaca ayat-ayat suci Alquran

6. Membaca ayat-ayat suci Alquran
Pexels/Pok Rie

Amalan sunah lain yang sebaiknya Mama dan Papa ajarkan, yaitu membaca ayat-ayat suci Alquran. Lebih bagus lagi, jika dapat menyelesaikan bacaan Alquran (khatam) setidaknya 1 kali selama bulan Ramadan. 

Anjuran untuk membaca Alquran saat Ramadan berasal dari Rasulullah SAW. Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma menceritakan bahwa:

“Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Alquran bersamanya (Rasulullah SAW).” (HR. Bukhari)

7. Perbanyak sedekah

7. Perbanyak sedekah
Pexels/Gabby K

Ajaklah anak untuk memperbanyak sedekah selama bulan Ramadan seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Anas bin Malik memberi kesaksian bahwa, "Rasulullah adalah orang yang paling berani dan sangat dermawan." (HR Bukhari-Muslim).

Mama dan Papa dapat mengajarkan anak sedekah dengan cara mengajak mereka membagikan hidangan berbuka pada kaum fakir atau dhuafa. Bisa juga dengan berbagi alat tulis atau mainan dengan anak-anak panti asuhan dan anak jalanan. 

8. Menjaga perkataan dan perilaku

8. Menjaga perkataan perilaku
Pexels/Herbert Santos

Selain menahan rasa haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, puasa Ramadan juga bermakna agar umat Islam dapat menjaga perkataan serta perilakunya.

Dari Abi Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya).” (HR. Bukhari, Abu Daud, At Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah)

Maka, jelaskanlah pada anak untuk menghindari perkataan dan perilaku yang mengarah pada kejahatan. Ajaklah mereka untuk terus memperbanyak ibadah dengan melakukan kebaikan. 

9. Mandi besar sebelum fajar

9. Mandi besar sebelum fajar
Pexels/Karolina Grabowska

Mandi besar merupakan perkara yang wajib dilakukan jika anak mama telah mengalami menstruasi atau mimpi basah. Mandi besar yang dianjurkan selama bulan Ramadan, ialah sebelum terbitnya fajar.

Hal ini bertujuan agar anak yang mimpi basah atau telah selesai dari masa menstruasi dapat menunaikan puasa Ramadannya kembali. Mandi besar sebelum terbit fajar juga menghindari kekhawatiran air masuk ke anggota tubuh, seperti mulut, telinga, dan anus, yang dapat membatalkan puasa.

Apabila anak tidak bersedia mandi besar dalam waktu tersebut, orangtua bisa mengarahkan mereka untuk mencuci anggota tubuh yang dimaksud dan membaca niat mandi besar.

10. Itikaf di masjid

10. Itikaf masjid
Pexels/Abdullah Ghatasheh

Amalan sunah puasa lainnya yang bisa orangtua ajarkan pada anak selama bulan Ramadan, yaitu itikaf. Itikaf berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang dilakukan selama itikaf dapat berupa dzikir, salat sunah, atau membaca Alquran. 

Itikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah selama 10 hari terakhir Ramadan. Sebagaimana yang tertera dalam hadis berikut.

Dari Ubay bin Ka’ab dan A’isyah, Rasulullah SAW beritikaf pada satu hari terakhir di bulan Ramadan, hingga Allah SWT menjemputnya (wafat).

Itulah 10 amalan puasa Ramadan yang dapat Mama dan Papa ajarkan pada anak. Semoga dapat menginspirasi untuk rajin beribadah dan berbuat kebaikan, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.