Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Psikolog Ungkap Ciri Anak Cerdas dari Film Na Willa!

Psikolog Ungkap Ciri Anak Cerdas dari Film Na Willa!
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Intinya Sih
  • Anak cerdas memiliki rasa ingin tahu tinggi yang berhubungan dengan cara berpikir dan membentuk kemampuan sosial.

  • Enam aspek perkembangan anak perlu distimulasi adalah fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional.

  • Authoritative parenting dan kesediaan orangtua untuk terus belajar sangat penting mendukung potensi anak berkembang optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang Lebaran, film keluarga menjadi pilihan hiburan yang tepat untuk mengisi waktu bersama. Film Na Willa yang diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo hadir sebagai film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga penuh pesan edukatif tentang tumbuh kembang anak.

Film yang dijadwalkan tayang pada 18 Maret 2026 ini mengangkat tema rasa ingin tahu tinggi pada anak melalui sudut pandang Na Willa, seorang anak berusia 6 tahun yang penuh imajinasi dan pertanyaan.

Dalam acara Special Screening & Meet and Greet Kisah Inspiratif Film Na Willa yang merupakan kolaborasi SGM Eksplor & Visinema Pictures di Plaza Senayan XXI pada Minggu (8/3/2026), hadir Praktisi Psikolog Anak Usia Dini, Aninda, S. Psi, M. Psi. T. yang memberikan pandangan menarik tentang karakter anak dalam film ini.

Menurut Aninda, karakter Na Willa dalam film ini mencerminkan ciri-ciri anak yang cerdas dan memiliki potensi tumbuh optimal. Dari sudut pandang psikologi, ada banyak hal yang bisa dipelajari orangtua tentang bagaimana mendukung tumbuh kembang anak.

Berikut Popmama.com rangkum psikolog ungkap ciri anak cerdas dari film Na Willa!

Table of Content

1. Ciri-ciri anak cerdas

1. Ciri-ciri anak cerdas

Produser, pemain, dan juga brand SGM dalam Screening & Meet dan Film Na Willa
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Aninda menjelaskan bahwa salah satu ciri utama anak cerdas adalah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Hal ini terlihat jelas dari karakter Na Willa dalam film yang penuh dengan pertanyaan dan keinginan untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya.

"Kalo di ranah psikologi, kalo rasa ingin tahu tinggi maka akan berhubungan dengan bagaimana cara dia berpikir, bagaimana cara dia ingin tahu banyak hal, banyak nanya, banyak banget celotehannya. Itu sebenarnya salah satu ciri dari anak yang cerdas," jelas Aninda.

Ciri lain dari anak cerdas adalah mereka sangat aktif dalam mengamati lingkungan sekitar. Mereka tertarik dengan hal-hal baru dan selalu ingin mencoba berbagai aktivitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka juga banyak bertanya dan memiliki banyak celotehan.

Anak seperti ini biasanya sangat aktif secara kognitif dan selalu mencari pemahaman yang lebih dalam. Orangtua sering kali merasa kewalahan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan anak.

Namun, ini sebenarnya adalah tanda positif yang menunjukkan anak sedang berkembang dengan baik secara kognitif. Yang penting adalah bagaimana orangtua merespons rasa ingin tahu anak tersebut dengan sabar dan mendukung.

2. Dampak rasa ingin tahu terhadap kemampuan sosial anak

Irma Rihi, Annisa Ardiella Putri, Anggia Kharisma, dan Novi Puspa Sari di acara Screening & Meet and Greet film Na Willa
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Ketika anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mereka akan berusaha mencoba banyak hal, mengeksplorasi lingkungan, dan mencoba untuk bertanya tentang berbagai hal.

"Sebenernya kalo dikaitkan dengan anak zaman sekarang anak cepat tanggap itu pasti anak yang kritis banget. Dia kemampuan berpikirnya kritis, terus juga mudah untuk mengoneksikan antara satu hal dengan yang lainnya," jelas Aninda tentang bagaimana rasa ingin tahu membentuk kemampuan sosial anak.

Dari rasa ingin tahu ini, anak akan menjadi lebih cepat tanggap terhadap berbagai situasi sosial. Mereka belajar membaca situasi, memahami emosi orang lain, dan merespons dengan tepat.

Anak yang cepat tanggap mampu memahami apa yang lingkungannya rasakan, apa yang dia sendiri rasakan, dan apa yang dirasakan oleh teman-temannya.

Untuk mendukung perkembangan kemampuan ini, orangtua perlu memberikan kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dan mengeksplorasi hubungan dengan teman sebaya.

3. Authoritative parenting gabungkan kehangatan dan ketegasan

Irma Rihi, Annisa Ardiella Putri, Anggia Kharisma, dan Novi Puspa Sari di acara Screening & Meet and Greet film Na Willa
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Selain membahas karakter anak, Aninda juga mengulas pentingnya peran ibu dalam tumbuh kembang anak. Ia mengambil contoh dari karakter Mak dalam film Na Willa yang menerapkan pola asuh yang ideal dari sudut pandang psikologi.

Menurut Aninda, peran Mak dalam film ini sangat besar karena menggabungkan kehangatan dengan ketegasan. Karakter Mak digambarkan sangat hangat kepada Na Willa, tetapi di sisi lain juga memberikan aturan-aturan yang jelas.

"Karena kalo dalam psikologi itu dinamakan autoritetive parenting jadi di satu sisi dia hangat, di sisi lain dia juga tegas. Nah akhirnya pola perilaku yang seperti itu akan menghadirkan pembelajaran pembelajaran baru pada diri anak," jelas Aninda tentang pentingnya keseimbangan dalam pola asuh.

Pola asuh yang diterapkan oleh karakter Mak dalam film ini disebut sebagai authoritative parenting dalam ilmu psikologi. Berbeda dengan authoritarian parenting yang terlalu keras atau permissive parenting yang terlalu membebaskan, pola asuh ini mencari keseimbangan yang tepat.

Dengan pola asuh seperti ini, anak belajar banyak hal dari ibunya, termasuk regulasi emosi dan cara menyelesaikan masalah. Anak mengerti bahwa ada batasan yang tidak boleh dilanggar, tetapi juga merasa aman untuk mengekspresikan diri dan bertanya.

Irma Rihi yang memerankan karakter Mak dalam film juga memberikan pandangannya tentang peran ibu. Menurut Irma, peran ibu bukan hanya sekadar peran biasa, tetapi bisa merangkum lebih dari itu. Ibu bisa menjadi guru, teman, sahabat, dan semua yang dibutuhkan anak.

Yang paling penting menurut Irma adalah kehadiran ibu yang mau mendengarkan anak dan memberikan ruang untuk mereka mengeksplorasi. Kehadiran yang konsisten dan penuh perhatian akan membuat anak merasa didukung dalam setiap tahap perkembangannya.

4. Aspek fisik jadi fondasi stimulasi lainnya

Annisa Ardiella Putri dan Anggia Kharisma dalam acara Screening & Meet and Greet film Na Willa
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Aninda menjelaskan bahwa selain pendampingan dan kehangatan, ada aspek-aspek spesifik yang perlu distimulasi oleh ibu untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dari sudut pandang psikologi, terdapat enam aspek penting yang harus diperhatikan.

Keenam aspek tersebut adalah aspek fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional. Setiap aspek memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak secara menyeluruh dan saling mendukung satu sama lain.

"Kalo dari aspek psikologi, yang paling penting itu tuh fisiknya dulu. Karena ketika dia sehat secara fisik, itu pasti aspek stimulasi yang lainnya akan lebih mudah," ungkap Aninda tentang pentingnya aspek fisik sebagai fondasi.

Ketika anak sehat secara fisik, mereka akan lebih mudah menerima stimulasi untuk aspek motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional.

Aspek fisik ini mencakup nutrisi yang baik, tidur yang cukup, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Anak yang kurang gizi atau sering sakit akan kesulitan fokus belajar dan berinteraksi dengan lingkungan, sehingga perkembangan aspek lainnya terhambat.

Setelah aspek fisik terpenuhi dengan baik, barulah aspek-aspek lain bisa distimulasi secara optimal oleh orangtua. Aninda juga menekankan pentingnya kedekatan emosional antara ibu dan anak dalam proses stimulasi ini agar hasilnya lebih efektif.

5. Orangtua harus mau belajar dukung potensi anak

Produser, pemain, dan juga brand SGM dalam Screening & Meet dan Film Na Willa
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Orangtua bisa mulai dengan mengecek tahap perkembangan anak secara psikologis. Setiap usia memiliki milestone perkembangan yang berbeda-beda yang seharusnya sudah dicapai anak.

"Ibu mungkin bisa cari tahu kaya gimana sih tahap perkembangan anak usia 5 tahun? Apakah sudah masuk nih ke tahap perkembangan ini anaknya?" saran Aninda tentang langkah awal yang bisa dilakukan orangtua.

Kesediaan orangtua untuk terus belajar dan tidak berhenti di satu titik adalah hal yang penting. Ketika melihat anak memiliki potensi, orangtua harus mau melakukan upaya lebih untuk mendukung potensi tersebut berkembang maksimal.

Potensi anak tidak akan berkembang optimal jika orangtua malas atau merasa sudah cukup dengan usaha minimal. Anak yang berpotensi membutuhkan orangtua yang juga mau berkembang dan belajar hal-hal baru untuk mendampingi mereka.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan harus datang dari kedua orangtua, bukan hanya salah satu. Peran ayah dan ibu sama pentingnya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kerjasama antara ayah dan ibu akan memberikan hasil yang lebih baik bagi perkembangan anak.

Film Na Willa memberikan pelajaran penting tentang bagaimana peran orangtua, terutama ibu, sangat menentukan perkembangan kecerdasan anak. Anak dengan rasa ingin tahu tinggi tidak terbentuk begitu saja, tetapi hasil dari orangtua yang mau mendengarkan, memberikan ruang eksplorasi, dan konsisten mendampingi.

Tanpa upaya maksimal dari orangtua, potensi kecerdasan anak tidak akan berkembang optimal. Jadi, bagaimana cara Mama mendukung potensi optimal anak di rumah?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More