Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Sedekah dan 7 Hal yang Wajib Diajarkan ke Anak
Freepik
  • Sedekah adalah semua bentuk kebaikan, tidak terbatas pada uang, dan menjadi amal berpahala besar terutama di bulan Ramadan.

  • Bentuk sedekah meliputi senyuman, bantuan tenaga, berbagi ilmu, memberi makanan atau minuman, menyingkirkan gangguan di jalan, serta berbuat baik kepada hewan.

  • Membiasakan sedekah sejak dini membentuk karakter dermawan, peduli, dan membawa keberkahan dunia serta akhirat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sedekah bukan hanya tentang memberikan uang, tetapi juga tentang berbagai bentuk kebaikan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah adalah investasi terbaik yang tidak akan pernah rugi, karena Allah akan membalas dengan pahala berlipat ganda.

Banyak yang belum menyadari bahwa sedekah bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, bahkan tanpa mengeluarkan uang sekalipun. Senyuman kepada sesama, membantu orang yang kesulitan, atau sekadar menyingkirkan batu dari jalan adalah bentuk sedekah yang bernilai di sisi Allah.

Berikut Popmama.com rangkum 7 hal tentang sedekah yang perlu Mama ketahui dan ajarkan ke anak di bulan Ramadan!

1. Sedekah dan perbedaannya dengan infaq dan zakat

Freepik

Sedekah secara bahasa berarti "pemberian" atau "kebaikan". Secara terminologi Islam, sedekah adalah segala bentuk kebaikan yang dilakukan dengan tulus karena Allah SWT, baik berupa harta, tenaga, maupun perbuatan baik lainnya.

Sedekah memiliki cakupan yang paling luas dibandingkan dengan infaq dan zakat. Dalam Islam, hampir semua perbuatan baik bisa dikategorikan sebagai sedekah, mulai dari senyuman, membantu orang lain, hingga memberikan harta.

Sedekah berbeda dengan infaq dan zakat.

Zakat adalah ibadah yang bersifat wajib bagi Muslim yang memenuhi syarat tertentu. Zakat memiliki nisab (batas minimum harta) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Penerima zakat juga sudah ditentukan, yaitu hanya untuk 8 golongan yang disebutkan dalam Al-Quran. Tidak menunaikan zakat bagi yang mampu termasuk dosa besar.

Infaq bersifat sunnah dan lebih fokus kepada pemberian harta. Infaq tidak memiliki nisab atau batasan minimum, sehingga siapa pun bisa berinfaq sesuai kemampuan. Penerima infaq lebih luas dibandingkan zakat, bisa untuk siapa saja yang membutuhkan atau untuk kepentingan umum.

Perbedaan utama sedekah dengan infaq adalah sedekah bisa berupa apa saja (tidak harus harta), sementara infaq lebih spesifik ke pemberian harta. Sedekah juga bisa dilakukan kapan saja, oleh siapa saja, dan untuk siapa saja tanpa batasan.

2. Bentuk-bentuk sedekah selain uang

Freepik

Tidak semua orang mampu bersedekah dengan uang, tetapi setiap orang pasti mampu bersedekah dalam bentuk lain. Misalnya:

  • Sedekah senyuman adalah bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa senyuman kepada saudara Muslim adalah sedekah. Senyuman yang tulus bisa menghibur orang yang sedang sedih dan membuat suasana menjadi lebih hangat.

  • Sedekah tenaga dilakukan dengan membantu orang lain yang membutuhkan bantuan fisik. Membantu tetangga yang kesulitan mengangkat barang, membantu orangtua yang sedang membereskan rumah adalah bentuk sedekah tenaga yang sangat berharga.

  • Sedekah ilmu adalah bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun sudah meninggal. Mengajarkan anak-anak mengaji, berbagi informasi yang bermanfaat, atau membantu teman memahami pelajaran yang sulit adalah sedekah ilmu yang sangat mulia.

  • Sedekah makanan atau minuman bisa dilakukan dengan berbagai cara. Memberikan makanan kepada orang yang kelaparan, memberi minum orang yang kehausan, atau sekadar berbagi makanan dengan tetangga adalah sedekah yang sangat dicintai Allah.

  • Berbuat baik kepada hewan juga termasuk sedekah. Memberi makan kucing jalanan, memberi minum burung, atau merawat hewan peliharaan dengan baik adalah sedekah yang Allah hargai.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

Kullu sulaamaa minan naasi 'alaihi shadaqatun kulla yaumin tathlu'u fiihisy syamsu ta'dilu bainatsnaini shadaqatun wa tu'iinur rajula fii daabbatihi fatahmiluhu 'alaihaa au tarfa'u lahu 'alaihaa mataa'ahu shadaqatun wal kalimatuth thayyibatu shadaqatun wa bikulli khuthwatin tamsyiihaa ilas shalaati shadaqatun wa tumithul adzaa 'anith thariqi shadaqah.

Artinya: "Setiap persendian manusia harus bersedekah setiap hari ketika matahari terbit: mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah, membantu seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang kamu ayunkan menuju shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits di atas, Mama bisa melihat bahwa sedekah sangat luas dan tidak terbatas pada harta. Setiap Muslim, apapun kondisi ekonominya, mampu bersedekah dalam berbagai bentuk.

3. Adab dan etika bersedekah yang benar

Freepik

Meskipun sedekah adalah perbuatan baik, ada adab dan etika yang harus diperhatikan agar sedekah yang diberikan tidak sia-sia dan benar-benar mendatangkan pahala.

Sedekah harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan untuk pamer. Sedekah yang dilakukan karena ingin dipuji orang atau untuk mencari nama baik tidak akan mendapat pahala di sisi Allah. Niat ikhlas karena Allah harus menjadi landasan utama.

Selain itu, tidak menyakiti perasaan penerima sedekah adalah hal yang sangat penting. Memberikan sedekah dengan cara yang merendahkan atau membuat malu penerima akan menghilangkan pahala sedekah tersebut. Berikan sedekah dengan cara yang santun dan menjaga kehormatan penerima.

Jangan mengungkit-ungkit sedekah yang sudah diberikan adalah larangan yang tegas dalam Islam. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu laa tubtiluu shadaqaatikum bil manni wal adzaa.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)." (QS. Al-Baqarah: 264)

Ayat ini menjelaskan bahwa mengungkit-ungkit sedekah dan menyakiti perasaan penerima akan menghapus pahala sedekah yang telah diberikan.

Lebih baik sedekah secara sembunyi-sembunyi adalah anjuran yang sangat disukai Allah. Sedekah yang dilakukan secara diam-diam lebih terjaga dari riya dan lebih menunjukkan keikhlasan. Meskipun sedekah terang-terangan juga boleh, sedekah yang tersembunyi memiliki keutamaan tersendiri.

4. Siapa saja yang boleh menerima sedekah

Freepik

Berikut ini adalah orang-orang yang boleh menerima sedekah:

  • Orangtua adalah penerima sedekah yang paling utama, bahkan jika mereka tidak tergolong fakir miskin. Memberikan sesuatu kepada orangtua dengan niat sedekah dan berbakti adalah amal yang sangat mulia dan pahalanya berlipat ganda.

  • Tetangga yang membutuhkan juga sangat berhak menerima sedekah. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga. Membantu tetangga yang kesulitan, baik dengan harta, tenaga, atau makanan, adalah sedekah yang sangat dianjurkan.

  • Teman yang sedang kesulitan juga pantas menerima bantuan dalam bentuk sedekah. Membantu teman yang sedang sakit, kehilangan pekerjaan, atau mengalami musibah adalah bentuk solidaritas dan kepedulian yang sangat dihargai.

  • Orang yang kelaparan di jalan, meskipun tidak mengenalnya, berhak menerima sedekah. Memberikan makanan atau uang kepada orang yang terlihat membutuhkan adalah sedekah yang tidak boleh diabaikan.

  • Hewan yang membutuhkan juga bisa menjadi penerima sedekah. Ada kisah dalam hadits tentang seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing yang kehausan. Ini menunjukkan bahwa sedekah kepada makhluk hidup apapun sangat dihargai Allah.

Tidak ada batasan ketat seperti pada zakat. Selama ikhlas karena Allah dan sedekah tersebut bermanfaat, maka siapapun boleh menerimanya.

5. Nominal dan waktu sedekah yang tepat

Freepik

Tidak ada batasan minimal untuk bersedekah. Sedekah bisa dalam jumlah berapa pun, yang penting dilakukan dengan ikhlas.

Sesuaikan sedekah dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Seseorang yang mampu boleh bersedekah dalam jumlah besar, sementara yang kemampuannya terbatas bersedekah sesuai yang bisa diberikan. Allah tidak melihat seberapa besar nominalnya, tetapi seberapa tulus niatnya.

Sedekah bisa dilakukan kapan saja tanpa ada waktu khusus yang ditentukan. Pagi, siang, sore, atau malam, setiap waktu adalah waktu yang baik untuk bersedekah. Melihat orang yang membutuhkan bantuan adalah waktu yang tepat untuk bersedekah.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى

Khairushadaqati maa kaana 'an zhahri ghinaa.

Artinya: "Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan dari kelebihan (setelah mencukupi kebutuhan)." (HR. Bukhari)

Hadits ini menjelaskan bahwa sedekah yang terbaik adalah yang diberikan setelah mencukupi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Jangan sampai bersedekah membuat keluarga kekurangan atau tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar.

Jangan sampai menyusahkan diri sendiri dengan bersedekah melebihi kemampuan. Dahulukan kebutuhan pokok keluarga, kemudian sisanya boleh disedekahkan. Sedekah yang membuat diri sendiri atau keluarga kesulitan bukanlah sedekah yang dianjurkan.

6. Pahala berlipat ganda di bulan Ramadan

Freepik

Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak sedekah. Pahala setiap amal kebaikan di bulan Ramadan berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, termasuk pahala sedekah.

Allah SWT berfirman:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Man jaa-a bil hasanati falahu 'asyru amsaalihaa.

Artinya: "Barangsiapa membawa amal kebajikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya." (QS. Al-An'am: 160)

Ayat ini menjelaskan bahwa setiap kebaikan akan dibalas dengan minimal sepuluh kali lipat. Di bulan Ramadan, kelipatan ini bisa menjadi jauh lebih besar karena keberkahan bulan ini.

Sedekah membersihkan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan bersedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan jiwanya dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.

7. Mengajarkan anak gemar bersedekah

Freepik/rawpixel.com

Berikut adalah cara yang bisa Mama lakukan untuk mengajarkan anak bersedekah:

  • Ajarkan bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Ini sangat penting agar anak tidak merasa bahwa hanya orang kaya yang bisa bersedekah. Jelaskan bahwa membantu teman, berbagi mainan, atau bahkan tersenyum adalah bentuk sedekah.

  • Latih anak berbagi mainan dengan teman. Ketika ada teman yang datang bermain, ajarkan anak untuk berbagi mainan yang dimilikinya. Ini melatih anak untuk tidak egois dan mau berbagi dengan orang lain.

  • Ajak anak memberi makan hewan jalanan. Kegiatan sederhana seperti memberi makan kucing atau burung di sekitar rumah bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga tentang kasih sayang dan kepedulian terhadap makhluk Allah.

  • Ajarkan untuk membantu teman yang kesulitan. Jika ada teman sekelas yang kesulitan memahami pelajaran, ajarkan anak untuk membantu menjelaskan. Jika ada teman yang lupa membawa bekal, ajarkan anak untuk berbagi makanannya.

  • Beri contoh nyata dengan sering bersedekah di depan anak. Anak adalah peniru ulung. Jika mereka melihat Mama dan Papa sering bersedekah, baik dengan uang, makanan, atau membantu orang lain, mereka akan meniru kebiasaan baik tersebut.

  • Ceritakan manfaat sedekah dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Jelaskan bahwa dengan bersedekah, mereka membantu orang lain yang membutuhkan, dan Allah akan membalas kebaikan mereka dengan pahala dan rezeki yang lebih banyak.

Dengan memahami berbagai bentuk sedekah, adab bersedekah, dan siapa saja yang berhak menerimanya, Mama bisa menjalankan ibadah sedekah dengan lebih baik dan penuh makna. Sudahkah Mama mengajarkan anak untuk gemar bersedekah sejak dini?

FAQ Seputar Sedekah

Apa yang dimaksud dengan sedekah?

Secara etimologis, sedekah berasal dari bahasa Arab sadaqa yang bermakna kebenaran atau ketulusan. Dalam ajaran Islam, sedekah adalah setiap bentuk pemberian yang dilakukan dengan niat ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT, tanpa menginginkan balasan dari manusia. Wujudnya tidak terbatas pada materi seperti uang atau barang, tetapi juga mencakup tindakan sederhana seperti tersenyum, berbagi ilmu, maupun perbuatan baik lain yang membawa manfaat bagi sesama.

Apa definisi sedekah menurut BAZNAS?

Berdasarkan Peraturan BAZNAS Nomor 2 Tahun 2016, sedekah diartikan sebagai pemberian berupa harta maupun nonharta yang dikeluarkan oleh individu atau badan usaha di luar kewajiban zakat untuk kepentingan kemaslahatan umum. Amalan ini termasuk perbuatan yang sangat dianjurkan dan dicintai oleh Allah SWT karena mengandung nilai kepedulian sosial dan kebaikan.

Apa dalil Al-Qur’an tentang sedekah?

Salah satu ayat yang membahas sedekah terdapat dalam Al-Qur'an surat Surah Al-Baqarah ayat 271. Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya serta memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Editorial Team