Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 “Baterai Kasih Sayang” yang Perlu Diisi Saat Anak Sedang Terpuruk
Pexels/RDNEstockproject
  • Artikel menyoroti pentingnya peran orangtua dalam membantu anak yang sedang tertekan secara emosional dengan memberikan rasa aman, cinta, dan penerimaan tanpa menghakimi.
  • dr. Tita Riskana menjelaskan lima ‘baterai kasih sayang’ yang perlu diisi orangtua: pelayanan, pelukan, waktu berkualitas, pujian tulus, serta hadiah sebagai bentuk apresiasi.
  • Dengan konsistensi perhatian dan komunikasi hangat, anak akan merasa lebih dihargai serta memiliki ketahanan emosional untuk menghadapi tantangan selama masa tumbuh kembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua anak yang sedang mengalami masalah akan langsung bercerita kepada orangtuanya. Ada yang memilih diam, menjadi lebih sensitif, bahkan menunjukkan keluhan fisik seperti pusing, sesak napas, dada berdebar, atau tidak mau pergi ke sekolah. Dari hal-hal tersebut orangtua perlu waspada, bisa jadi sang anak sedang mengalami tekanan emosional yang bisa saja didapatkan dari bullying

Saat anak sedang menghadapi tekanan emosional, mereka sebenarnya membutuhkan lebih dari sekadar nasihat. Anak perlu merasa aman, dicintai, dan diterima. Dilansir dari instagram @dr.titariskana seorang ia menjelaskan salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan mengisi kembali “baterai kasih sayang” anak melalui perhatian yang konsisten dalam keseharian.

Lalu, apa saja baterai kasih sayang yang perlu Mama dan Papa perhatikan? Berikut Popmama.com rangkum 5 Baterai kasih sayang yang perlu orangtua berikan menurut dr. Tita Riskana

1. Pelayanan

Pexels/mikhailnilov

Kasih sayang tidak selalu harus ditunjukkan lewat kata-kata. Terkadang, tindakan kecil justru lebih bermakna bagi anak.

Membantu menyiapkan sarapan favoritnya, menemani mengerjakan tugas sekolah, atau sekadar menanyakan bagaimana harinya bisa membuat anak merasa bahwa orangtuanya selalu ada untuknya.

Ketika anak sedang menghadapi masalah, perhatian sederhana seperti ini dapat memberikan rasa aman yang mereka butuhkan.

2. Pelukan yang memberi rasa nyaman

Pexels/cottonbrostudio

Sentuhan fisik memiliki peran penting dalam hubungan antara orangtua dan anak. Pelukan dapat membantu anak merasa lebih tenang saat sedang sedih, takut, atau kecewa.

Mama tidak perlu buru-buru mencari solusi ketika anak menangis. Terkadang, pelukan hangat dan kehadiran orangtua sudah cukup untuk membuat mereka merasa didengar dan dimengerti.

3. Luangkan waktu tanpa distraksi

Pexels/vikaglitter

Di tengah kesibukan sehari-hari, waktu berkualitas menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang paling berharga bagi anak.

Cobalah menyediakan waktu khusus untuk mengobrol, bermain, atau melakukan aktivitas yang disukai anak tanpa gangguan pekerjaan maupun gawai. Momen sederhana ini dapat membantu membangun kepercayaan sehingga anak lebih nyaman bercerita saat menghadapi masalah.

4. Berikan pujian yang tulus

Pexels/timamiroshnichenko

Anak membutuhkan apresiasi untuk membangun rasa percaya diri. Namun, pujian tidak harus selalu diberikan saat mereka mendapatkan nilai tinggi atau memenangkan perlombaan.

Mama juga bisa memuji usaha, keberanian, atau sikap baik yang ditunjukkan anak setiap hari. Pujian yang tulus membuat anak merasa dihargai dan membantu mereka melihat nilai positif dalam dirinya sendiri.

5. Hadiah sebagai bentuk apresiasi

Pexels/vikaglitter

Hadiah tidak selalu berarti barang mahal. Bentuknya bisa berupa makanan favorit, waktu bermain bersama, atau pengalaman menyenangkan yang disukai anak.

Yang terpenting, hadiah diberikan sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan pencapaian anak, bukan sebagai alat untuk mengontrol perilaku mereka. Dengan cara ini, anak akan memahami bahwa dirinya dihargai karena proses yang dijalani, bukan hanya hasil akhirnya.

6. Jangan Lupakan Satu Hal Penting: Dengarkan Anak

Pexels/mikhailnilov

Saat anak sedang terpuruk atau menghadapi masalah di sekolah, sering kali yang paling mereka butuhkan adalah orangtua yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.

Daripada langsung bertanya, “Kamu kenapa?” atau memaksa anak berhenti menangis, cobalah memberikan ruang agar mereka bisa mengungkapkan perasaannya dengan nyaman.

Ketika lima “baterai kasih sayang” ini terisi dengan baik, anak akan merasa lebih aman secara emosional. Perasaan aman tersebut bisa menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama masa tumbuh kembang.

Editorial Team

Related Article