Walaupun ada banyak soft skill spesifik yang diperlukan untuk anak pelajari, sebenarnya secara umum ada tiga skill yang perlu anak kembangkan sejak dini.
Yang pertama adalah skill kognitif, yang berarti perlu memecahkan masalah sehari-hari, menciptakan ide baru, dan berpikir sistematis.
Skill kognitif dapat dikembangkan dengan membiasakan anak berbagi pendapat dengan orangtua, atau secara lebih sederhana lagi memberikan anak pilihan terbatas untuk dirinya sendiri.
"Misal, orangtua dapat bertanya pada anak, mau pakai baju merah atau biru," papar Saskhya Aulia Prima, M.Psi , Psikolog dalam acara HP x TigaGenerasi New Asian Learning Experience Webinar: Future Skills for Children (24/3/2022).
Selain kognitif, aspek sosial emosional juga perlu anak kembangkan. Aspek sosial emosional berarti kemampuan untuk memahami perasaan orang lain dan diri sendiri, kontrol diri, serta kerja sama.
Hal ini dapat dikembangkan dengan membiasakan anak membicarakan perasaannya dengan sehat. Selain itu, orangtua juga perlu menjadi pendengar yang aktif ketika anak bercerita untuk membiasakan anak membicarakan dan memahami emosinya sendiri.
"Kalau anak marah, kita gak juga langsung ikut marah, tapi validasi dulu perasaan anak, 'oh iya kakak lagi kesal karena mainannya diambil, ya,'" contoh Saskhya.
Hal terakhir yang perlu dikembangkan anak adalah kemampuan fisik dan praktis yang melibatkan kemampuan untuk menggunakan berbagai alat agar tujuan yang diinginkan tersampai.
Kemampuan fisik praktis dapat dikembangkan dengan memberikan anak stimulasi yang meliputi berbagai indera, mulai dari penglihatan, pendengaran, dan juga peraba dan perasa.
Selain melatih motorik kasar dan halus, mengembangkan kemampuan fisik praktis juga mampu mendorong anak untuk belajar sabar.
"Mengembangkan kemampuan physical practical juga sekaligus mengajarkan kesabaran pada anak, karena skill ini gak mungkin langsung bisa anak lakukan, tapi perlu pengulangan dan mencoba lagi," tutur Saskhya.