Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta dan Profil Azka Clash of Champions Season 3, Besar di Inggris

Fakta dan Profil Azka Clash of Champions Season 3, Besar di Inggris
Instagram.com/brother_azka
Intinya Sih
  • Azka Hafizh Adziman, mahasiswa University of Oxford asal Bandung, dikenal berprestasi dengan IPK sempurna dan sederet penghargaan akademik internasional di bidang sains serta teknologi.
  • Ia aktif memimpin organisasi seperti Oxford Robotics Club dan OXONIS, juga terlibat dalam riset AI di University of Tokyo serta penelitian baterai di Oxford.
  • Selain akademik, Azka merupakan atlet korfball universitas dan kini menjadi peserta Clash of Champions Season 3 setelah menolak dua musim sebelumnya karena jadwal kuliah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nama Mohammad Azka Hafizh Adziman atau Azka menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan setelah diperkenalkan sebagai peserta Clash of Champions (CoC) Season 3 Batch 8. Mahasiswa University of Oxford ini mencuri perhatian berkat rekam jejak akademiknya yang cemerlang, mulai dari meraih predikat First-Class Honours dengan nilai setara IPK 4,00 hingga sederet prestasi di ajang olimpiade sains internasional.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Azka juga aktif memimpin organisasi mahasiswa, menjadi atlet universitas, hingga menjalani berbagai proyek riset di bidang kecerdasan buatan (AI). 

Berikut Popmama.com rangkum fakta dan profil Azka Clash of Champions 3 lengkapnya.

Biodata Azka Clash of Champions Season 3

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka
  • Nama Lengkap: Mohammad Azka Hafizh Adziman
  • Nama Panggilan: Azka
  • Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 5 Desember 2004
  • Ayah: Fauzan Adziman (Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek)
  • Kewarganegaraan: Indonesia (WNI), namun memiliki status Home Student di Inggris

Riwayat Pendidikan

  • S1 & Integrated Master's: University of Oxford, Inggris (Angkatan 2023)
  • Jurusan: Engineering Science dengan spesialisasi Information Engineering (Fokus pada machine learning, AI, dan robotika)
  • IPK (GPA): 4.00 / 4.00 (Predikat First-Class Honours)
  • Pencapaian: Peringkat ke-10 mahasiswa terbaik dari 187 mahasiswa di tahun pertama
  • Pendidikan Menengah: Bartholomew School, Oxford
  • Pendidikan Dasar: William Fletcher Primary School, Oxford

Prestasi Akademik & Penghargaan

  • British Physics Olympiad (BPhO): Peraih Top Gold Award (Round 1) dan Silver Award (Round 2) pada tahun 2023
  • UK Royal Society of Chemistry (RSC) Olympiad: Peraih Gold Award 2023 (Masuk dalam jajaran top 9,2%)
  • Isaac Physics Senior Physics Challenge: Peraih Diamond Award dan masuk dalam daftar 50 besar pemecah masalah terbaik di Inggris
  • UK CREST Gold Award: Diperoleh melalui proyek robotika menggunakan machine learning untuk mendeteksi keparahan facial palsy
  • The East Scholarship: Penerima beasiswa dari Exeter College, Oxford
  • UKMT Maths Challenge: Berbagai medali emas di tingkat Junior, Intermediate, hingga Senior

Pengalaman Organisasi & Kepemimpinan

  • President of Oxford Robotics Club: Memimpin tim robotika universitas (OxBots) meraih juara 2 di UniBots Cambridge Regionals
  • President of OXONIS: Memimpin organisasi mahasiswa sarjana Indonesia di Universitas Oxford
  • Tutor Akademik: Mengajar Matematika, Fisika, dan Kimia untuk siswa sekolah menengah di Inggris
  • Summer Research Intern: Pernah menjalani riset di University of Tokyo (bidang AI) dan University of Oxford (bidang baterai)

Minat dan Aktivitas Lain

  • Olahraga:
    • Tim Utama Korfball Universitas Oxford (Peraih status Half Blue)
    • Kapten Tim Basket Exeter College
    • Anggota tim dayung Exeter College Boat Club
  • Hobi: Origami, bersepeda, dan kuliner
  • Media Sosial:
    • Instagram: @brother_azka
    • TikTok: azkaadziman
    • LinkedIn: Azka Adziman

Fakta Azka Clash of Champions Season 3

1. Lahir di Bandung dan tumbuh di lingkungan akademik

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Mohammad Azka Hafizh Adziman atau akrab disapa Azka lahir di Bandung pada 5 Desember 2004. Ia merupakan putra Dr. Mohammad Fauzan Adziman, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Meski berasal dari keluarga akademisi, Azka mengungkap bahwa dirinya tidak pernah dipaksa belajar sejak kecil. Sang papa justru membangun lingkungan yang mendorong rasa ingin tahu dan membiarkan anak mengeksplorasi minatnya sendiri. Bahkan, selama kuliah di Inggris, Azka dibiasakan hidup mandiri dengan bekerja sebagai tutor untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-harinya.

Sejak kecil, Azka juga telah tinggal di beberapa negara. Ia menghabiskan sekitar enam tahun di Jepang, tiga tahun di Wales, kemudian menetap di Oxford, Inggris, selama lebih dari satu dekade.

2. Menempuh studi Engineering Science di University of Oxford

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Azka menempuh pendidikan dasar di William Fletcher Primary School dan melanjutkan pendidikan menengah di Bartholomew School, Oxford.

Saat ini ia menjalani program Integrated Master's di University of Oxford pada jurusan Engineering Science dengan spesialisasi Information Engineering, yang berfokus pada machine learning, artificial intelligence (AI), dan robotika.

Pada tahun ketiganya, Azka berhasil menyelesaikan jenjang sarjana dengan predikat First-Class Honours, setara dengan GPA 4,00/4,00. Ia kemudian melanjutkan tahun keempat sebagai bagian dari program integrated master's. Saat menempuh tahun pertama kuliah, Azka juga berhasil masuk dalam 10 besar dari 187 mahasiswa di jurusannya.

Selain itu, ia menerima The East Scholarship dari Exeter College dan berhak mengenakan Scholar's Gown saat ujian sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademiknya.

3. Memiliki sederet prestasi internasional

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Kemampuan Azka di bidang sains dan matematika telah dibuktikan melalui berbagai kompetisi bergengsi di Inggris.

Beberapa pencapaiannya antara lain meraih Top Gold Award pada British Physics Olympiad (BPhO) Round 1, Silver Award pada BPhO Round 2, Gold Award pada UK Royal Society of Chemistry Olympiad, serta Diamond Award pada Isaac Physics Senior Physics Challenge.

Ia juga masuk dalam Top 50 pemecah masalah matematika dan fisika terbaik di Inggris melalui Isaac Physics dari University of Cambridge. Selain itu, Azka memperoleh UK CREST Gold Award berkat proyek machine learning yang dikembangkannya untuk membantu mendeteksi tingkat keparahan facial palsy.

4. Aktif memimpin organisasi dan melakukan riset

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Tak hanya fokus pada akademik, Azka juga aktif berorganisasi selama berkuliah di Oxford.

Ia dipercaya menjadi President of Oxford Robotics Club (OxBots) dan berhasil membawa timnya meraih posisi runner-up pada kompetisi UniBots Cambridge Regionals. Azka juga menjabat sebagai President of OXONIS, organisasi mahasiswa sarjana Indonesia di University of Oxford.

Di bidang penelitian, Azka pernah mengikuti program summer research di University of Tokyo dengan fokus pada artificial intelligence serta melakukan riset mengenai teknologi baterai di University of Oxford.

5. Atlet korfball hingga gemar menulis blog

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Di luar dunia akademik, Azka menjalani berbagai aktivitas yang mencerminkan filosofi "total student", yakni berkembang secara akademik maupun nonakademik.

Ia merupakan atlet korfball tim utama University of Oxford dan memperoleh penghargaan Half Blue, sebuah pengakuan bagi mahasiswa yang berprestasi dalam olahraga antarkampus. Selain itu, Azka pernah menjadi kapten tim basket Exeter College dan aktif mengikuti olahraga dayung.

Adapun hobi yang ia tekuni antara lain origami, bersepeda, mencoba kuliner, serta menulis blog bertajuk 101 Things to Do Before You Graduate yang berisi pengalaman dan tips selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Oxford.

6. Bergabung di Clash of Champions Season 3

azka coc 3
Instagram.com/brother_azka

Azka menjadi salah satu peserta Clash of Champions Season 3 Batch 8 yang paling dinantikan publik. Menariknya, ia mengungkap telah menerima undangan untuk mengikuti Clash of Champions sejak musim pertama. Namun, saat itu ia belum merasa siap. Kesempatan kembali datang pada musim kedua, tetapi harus ditolak karena jadwal syuting bertepatan dengan ujian di University of Oxford.

Baru pada musim ketiga Azka akhirnya dapat bergabung. Ia mengaku salah satu tantangan terbesar adalah kembali membiasakan diri berbicara dalam bahasa Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal dan menempuh pendidikan di Inggris. 

Meski begitu, ia melihat ajang ini sebagai kesempatan untuk bertemu mahasiswa-mahasiswa terbaik Indonesia sekaligus mengasah kemampuan berbahasa Indonesianya.

Itulah tadi  fakta dan profil Azka Clash of Champions 3. Wah, keren banget nih Azka!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
6 Nama Negara dari Huruf C

6 Nama Negara dari Huruf C

08 Jul 2026, 00:05 WIBBig Kid