Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Tips Menjaga Keamanan Remaja saat Bepergian Sendiri, Orangtua Lebih Tenang

7 Tips Menjaga Keamanan Remaja saat Bepergian Sendiri, Orangtua Lebih Tenang
Pexels/Max Fischer
Intinya Sih
  • Survei BPS 2024 menunjukkan 63% remaja Indonesia masih diantar orangtua ke sekolah, menandakan kemandirian bepergian belum menjadi kebiasaan dan perlu dibangun lewat komunikasi terbuka antara anak dan orangtua.
  • Artikel menekankan pentingnya kesiapan remaja menjaga keamanan diri, seperti mempercayai insting, membatasi informasi pribadi, serta menggunakan transportasi resmi agar perjalanan tetap aman.
  • Grab meluncurkan fitur GrabKeluarga Fitur Remaja yang memungkinkan orangtua memantau perjalanan anak secara digital melalui PIN Verification, Trip Monitoring, Three-Way Chat, dan Emergency Help.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Seiring bertambahnya usia, anak berusia remaja membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan bepergian secara mandiri, baik untuk keperluan sekolah, ekstrakulikuler, maupun aktivitas bermain bersama teman. 

Namun, masih banyak orangtua yang tidak rela melepas anaknya bepergian sendiri.  Kondisi ini juga terlihat dari pola mobilitas harian remaja yang masih banyak bertumpu pada pendampingan keluarga. 

Berdasarkan survei BPS tahun 2024, sekitar 63% remaja Indonesia usia 13–18 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar oleh orangtua.

Data ini menunjukkan bahwa perjalanan mandiri bagi remaja belum sepenuhnya menjadi kebiasaan, sehingga diperlukan proses bertahap untuk membangun kesiapan anak sekaligus kepercayaan orangtua.

Maka dari itu, berikut Popmama.com siap membahas beberapa tips menjaga keamana remaja saat bepergian sendiri. 

Table of Content

1. Dibutuhkan komunikasi terbuka antara orangtua dan anak

1. Dibutuhkan komunikasi terbuka antara orangtua dan anak

Dibutuhkan komunikasi terbuka antara orangtua dan anak
Magnific/jcomp

Seiring bertambahnya usia remaja, keseimbangan antara kemandirian dan pendampingan menjadi sangat penting. Pada fase ini, remaja perlu belajar mengambil keputusan, dan menjadi lebih peka terhadap situasi yang dihadapinya. 

Proses tersebut perlu dibangun secara bertahap lewat komunikasi terbuka. Sebelum berangkat, biasakan remaja untuk memberi tahu ke mana mereka akan pergi, dengan siapa, serta perkiraan waktu berangkat dan pulang. 

Kebiasaan sederhana ini membantu orangtua mengetahui keberadaan anak apabila terjadi perubahan rencana atau keadaan darurat. Selain itu, ajarkan remaja untuk segera mengabari orangtua apabila ada perubahan tujuan, terlambat pulang, atau berpindah lokasi. 

Komunikasi yang terbuka bukan berarti membatasi kebebasan anak, melainkan menjadi langkah penting agar orangtua dapat memberikan bantuan dengan cepat jika diperlukan.

“Saat remaja mulai meminta lebih banyak kebebasan, orang tua tetap perlu hadir untuk mendampingi proses tersebut sesuai dengan usia dan kesiapan anak,” kata Psikolog Keluarga, Pritta Tyas, M.Psi., saat acara ‘Media Talkshow: Panduan Tenang Keluarga bersama GrabKeluarga’ di Bale Nusa, Selasa (30/6/2026). 

2. Percaya insting dan jangan ragu mencari bantuan

Percaya insting dan jangan ragu mencari bantuan
Magnific/freepik

Remaja perlu memahami bahwa perasaan tidak nyaman atau curiga terhadap seseorang maupun situasi tertentu tidak boleh diabaikan.

Jika merasa terancam, mereka sebaiknya segera menjauh dari lokasi atau mencari tempat yang lebih ramai dan aman. 

Ajarkan juga kepada anak untuk tidak malu meminta bantuan kepada petugas keamanan, polisi, pegawai toko, atau orang dewasa yang berada di tempat umum apabila menghadapi keadaan darurat. Meminta bantuan adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri, bukan tanda kelemahan.

3. Hindari menggunakan ponsel secara berlebihan saat perjalanan berlangsung

Hindari menggunakan ponsel secara berlebihan saat perjalanan berlangsung
Unsplash/Đức Trịnh

Saat bepergian, usahakan remaja tidak terlalu fokus pada layar ponsel. Pasalnya, terlalu asyik bermain gawai dapat membuat mereka kurang waspada terhadap lingkungan sekitar. 

Sebaiknya anak tetap memperhatikan kondisi di sekitarnya dan hanya menggunakan ponsel jika memang diperlukan. Dengan begitu, mereka dapat lebih cepat mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan yang tepat apabila situasi berubah.

4. Anak perlu memaksimalkan fungsi ponsel dan menyimpan nomor darurat

Anak perlu memaksimalkan fungsi ponsel dan menyimpan nomor darurat
Unsplash/Georgiy Lyamin

Anak perlu menyadari bahwa smartphone yang ia pegang diibaratkan sebagai ‘nyawa’ saat bepergian. Pastikan anak selalu membawa power bank agar baterai ponsel tidak mati di tengah jalan. 

Ponsel yang dipegang anak berfungsi sebagai penghubung komunikasi. Pastikan remaja menyimpan nomor telepon penting, seperti orangtua, anggota keluarga lain, atau kontak darurat yang dapat dihubungi sewaktu-waktu. 

Mereka juga perlu mengetahui cara menghubungi layanan darurat apabila menghadapi situasi yang membahayakan. 

5. Ajarkan anak untuk membatasi informasi rahasia pada orang asing

Ajarkan anak untuk membatasi informasi rahasia pada orang asing
Pexcel/Ron Lach

Bersikap ramah kepada orang asing bukanlah hal yang salah. Namun, remaja perlu memahami bahwa ada batasan dalam membagikan informasi pribadi kepada orang yang baru dikenal. 

Saat diajak mengobrol oleh orang asing, ajarkan anak untuk menjawab pertanyaan dengan sopan tanpa mengungkapkan terlalu banyak informasi tentang dirinya.Hal ini penting karena tidak semua orang memiliki niat baik. 

Ada oknum yang sengaja menggali informasi pribadi, seperti alamat rumah, sekolah, atau kebiasaan sehari-hari, untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. 

Jika anak terlalu terbuka, informasi tersebut bisa disalahgunakan dan justru membahayakan keselamatannya. Karena itu, ajarkan remaja untuk selalu berhati-hati saat berbicara dengan orang yang belum dikenal.

6. Pilih transportasi dan akomodasi yang resmi serta terpercaya

Pilih transportasi dan akomodasi yang resmi serta terpercaya
Unsplash/Kevin Doyle

Saat bepergian sendiri, keamanan sebaiknya menjadi prioritas utama. Karena itu, jangan mudah tergiur dengan harga yang jauh lebih murah jika harus mengorbankan faktor keselamatan. 

Ajarkan remaja untuk menggunakan transportasi umum resmi atau layanan transportasi online yang identitas pengemudi dan rute perjalanannya dapat dilacak. Dengan begitu, perjalanan anak dapat terpantau dengan baik. 

7. Manfaatkan GrabKeluarga Fitur Remaja untuk pantau perjalanan anak

GrabKeluarga
Popmama.com/Sania Chandra

Grab kini memperkenalkan fitur GrabKeluarga Fitur Remaja yang dirancang bagi remaja usia 13-18 tahun agar dapat bepergian secara mandiri, namun tetap dalam pendampingan digital orangtua. 

Melalui fitur ini, orangtua dapat memantau perjalanan anak dari awal perjalanan hingga sampai ke lokasi. Dengan begitu, orangtua dapat memperoleh rasa tenang tanpa harus selalu mendampingi remaja secara langsung.

“Kemandirian remaja tidak terjadi dalam satu hari. Ada proses membangun kepercayaan antara orang tua dan anak, dan teknologi dapat membantu menjembatani proses tersebut. Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang,” ujar Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Grab Indonesia.

Fitur-fitur di dalam GrabKeluarga Fitur Remaja dirancang untuk menjawab tiga kebutuhan utama keluarga. Di antara lain:

  • Membantu memastikan anak masuk ke kendaraan yang tepat melalui PIN Verification. 

  • Menjaga orang tua tetap terhubung selama perjalanan melalui Trip Monitoring dan Three-Way Chat, yang memungkinkan orang tua, anak, dan Mitra Pengemudi berkomunikasi dalam satu ruang chat. 

  • Memberikan perlindungan tambahan melalui Emergency Help dan Always-on AudioProtect yang tersedia khusus untuk layanan GrabCar.

Nah, itu dia beberapa tips menjaga keamanan remaja saat bepergian sendiri. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi para orangtua, ya. 

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
6 Nama Negara dari Huruf C

6 Nama Negara dari Huruf C

08 Jul 2026, 00:05 WIBBig Kid