6 Cara Orangtua Erling Haaland Dukung Mimpi Sejak Kecil Meski Cerai

- Erling Haaland tumbuh dari keluarga atlet yang bercerai, namun kedua orangtuanya tetap kompak mendukung dan menciptakan lingkungan positif bagi perkembangan bakatnya sejak kecil.
- Orangtua Haaland memberi kebebasan untuk mencoba berbagai olahraga, belajar mandiri, serta mengambil keputusan sendiri tanpa tekanan berlebihan dari mereka.
- Nilai disiplin, kerendahan hati, dan fokus pada proses menjadi fondasi penting yang ditanamkan orangtua Haaland hingga membentuk karakternya sebagai pesepak bola profesional dunia.
Kesuksesan Erling Haaland sebagai salah satu pesepak bola terbaik dunia tentu bukan diraih dalam semalam. Di balik deretan gol dan prestasi yang ia torehkan, ada peran besar kedua orangtuanya yang sejak kecil berusaha menciptakan lingkungan terbaik agar putranya dapat tumbuh sesuai potensi yang dimiliki.
Menariknya, perjalanan keluarga Haaland tidak selalu berjalan mulus. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, dan sang ibu, Gry Marita Braut, telah berpisah. Meski begitu, keduanya tetap kompak mendampingi dan mendukung perjalanan Erling hingga berhasil menjadi salah satu striker paling ditakuti di dunia. Kehadiran mereka membuktikan bahwa hubungan orangtua yang berakhir tidak selalu menghalangi anak untuk tumbuh dengan baik.
Dari berbagai wawancara Erling Haaland, Alf-Inge Haaland, pelatih masa kecilnya, hingga laporan media luar negeri seperti TIME, The Telegraph, dan sejumlah media Norwegia, ada banyak pelajaran parenting yang bisa dipetik.
Berikut Popmama.com rangkum parenting orangtua Erling Haaland yang bisa menjadi inspirasi bagi Mama dan Papa!
1. Tidak memaksakan anak mengikuti jejak orangtua

Erling Haaland lahir dari keluarga atlet. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, merupakan mantan pesepak bola profesional yang pernah bermain di Liga Inggris, sedangkan sang ibu, Gry Marita Braut, adalah mantan atlet heptathlon. Meski begitu, keduanya tidak pernah memaksakan Erling Haaland untuk mengikuti jejak mereka sebagai atlet, apalagi menjadi pesepak bola profesional sejak kecil.
Dalam wawancaranya bersama TIME, Erling Haaland mengungkapkan bahwa kedua orangtuanya selalu memberinya kebebasan untuk menentukan jalan yang ia sukai. Mereka tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu, melainkan memberikan dukungan penuh terhadap minat yang dipilihnya. Pendekatan ini membuat Erling Haaland tumbuh dengan motivasi yang berasal dari dirinya sendiri, bukan karena tekanan dari orangtua.
2. Membiarkan anak mencoba banyak olahraga

Sebelum dikenal sebagai salah satu striker terbaik dunia, Erling Haaland ternyata tidak hanya bermain sepak bola. Saat kecil, ia juga aktif mencoba berbagai cabang olahraga, seperti handball, atletik, hingga golf. Orangtuanya percaya bahwa pengalaman dari berbagai aktivitas fisik akan membantu perkembangan tubuh dan kemampuan motoriknya secara menyeluruh.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa anak yang mencoba lebih dari satu jenis olahraga cenderung memiliki koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik. Baru ketika Erling Haaland menemukan kecintaannya pada sepak bola, ia mulai fokus menekuni olahraga tersebut hingga akhirnya berkembang menjadi atlet profesional.
3. Memberi ruang bagi anak untuk belajar mandiri

Menurut pelatih masa kecil Erling Haaland, orangtuanya tidak terlalu banyak mengatur setiap langkah yang ia lakukan di lapangan. Mereka justru memberi ruang agar Erling Haaland bisa bermain sepak bola bersama teman-temannya, mencoba berbagai hal, bahkan belajar dari kesalahan yang ia buat sendiri.
Cara ini membuat Erling Haaland terbiasa mengambil keputusan tanpa selalu bergantung pada arahan orang dewasa. Pengalaman bermain secara bebas juga membantu mengembangkan kreativitas, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan membaca situasi di lapangan, keterampilan yang hingga kini masih menjadi salah satu keunggulannya sebagai penyerang.
4. Menjadi mentor, bukan orangtua yang memberi tekanan

Sebagai mantan pesepak bola profesional, Alf-Inge Haaland tentu memiliki banyak pengalaman yang bisa dibagikan kepada putranya. Namun, ia memilih berperan sebagai mentor yang memberikan masukan ketika dibutuhkan, bukan sebagai sosok yang terus menuntut atau mengkritik penampilan Erling Haaland.
Alf-Inge juga membiarkan Erling Haaland mengambil keputusan sendiri dalam perjalanan kariernya, termasuk saat memilih klub maupun menentukan langkah berikutnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa orangtua tetap dapat membimbing anak tanpa mengambil alih seluruh keputusan yang berkaitan dengan masa depannya.
5. Tetap menjaga hubungan yang hangat dengan kedua orangtua

Meski kedua orangtuanya telah berpisah, Erling tetap memiliki hubungan yang dekat dengan ayah maupun ibunya. Keduanya terus hadir dalam berbagai momen penting perjalanan karier Erling dan memberikan dukungan dari balik layar.
Salah satu bentuk penghormatan Erling kepada sang ibu terlihat ketika ia beberapa kali menggunakan nama "Braut" pada jersey Tim Nasional Norwegia. Pilihan tersebut menjadi simbol bahwa ia tetap menghargai peran ibunya dalam perjalanan hidupnya. Kehangatan hubungan ini menunjukkan bahwa perceraian orangtua tidak selalu menghalangi anak untuk tetap merasakan kasih sayang dari kedua belah pihak.
6. Mengajarkan kerendahan hati dan disiplin sejak dini

Di balik berbagai prestasi yang diraih, Erling dikenal sebagai sosok yang disiplin menjaga pola latihan, istirahat, hingga pola makan. Dalam berbagai wawancara, ia juga kerap menekankan pentingnya fokus pada proses dibandingkan sekadar mengejar hasil atau popularitas.
Nilai-nilai tersebut tidak lepas dari pendidikan yang diberikan kedua orangtuanya sejak kecil. Meski berasal dari keluarga atlet dan kini menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia, Erling tetap dikenal rendah hati serta tidak cepat merasa puas dengan pencapaiannya. Sikap inilah yang membuatnya terus berkembang dan konsisten tampil di level tertinggi sepak bola dunia.
Itulah tadi parenting orangtua Erling Haaland yang bisa ditiru. Haaland besar dari orangtua yang bercerai, tetapi mereka kompak mengutamakan dan memberi jalan Haaland meraih mimpinya setinggi mungkin.






-e3hkDbqTRXtlRRwWVpa0Ed2cH6D9xac4.png)














