Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Menumbuhkan Karakter dan Jiwa "Fight" pada Anak
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
  • Artikel menyoroti pentingnya peran orangtua dalam menumbuhkan jiwa juang atau “Fight” pada anak agar tumbuh menjadi pribadi tangguh, berani, dan percaya diri menghadapi tantangan hidup.
  • Ditekankan tujuh langkah efektif seperti mengajarkan bangkit dari kegagalan, membangun komunikasi hangat, memberi kesempatan mengambil keputusan, hingga menjadi teladan positif di lingkungan keluarga.
  • Penciptaan lingkungan aman dan suportif disebut sebagai kunci akhir agar anak merasa nyaman belajar dari kesalahan serta tumbuh dengan mental pantang menyerah dan semangat juang tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap anak tentu memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berani dan percaya diri. Namun, dalam tumbuh kembangnya, tak sedikit anak justru tumbuh dengan sifat ragu atau bahkan menarik diri saat dihadapkan pada suatu situasi tertentu.

Sebagai orangtua, tentunya Mama memiliki harapan besar agar anak tumbuh dengan sifat berani dan berjuang tinggi agar kelak ketika dewasa dapat menjalani hidup dengan baik. Menurut studi, anak yang memiliki jiwa Fight atau daya juang yang tinggi, cenderung lebih mampu bangkit dari kegagalan serta tak mudah putus asa ketika menghadapi tantangan di masa depan.

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orangtua dan orang terdekat guna menciptakan lingkungan yang aman suportif agar anak merasa dihargai serta percaya pada kemampuannya sendiri.

Untuk memahami informasi ini secara mendalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum cara menumbuhkan jiwa juang anak. Disimak, ya!

1. Ajarkan bangkit ketika jatuh

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Mengajarkan anak untuk bangkit ketika jatuh, secara harafiah merupakan langkah penting dalam menanamkan arti perjuangan yang sesungguhnya, Ma. Dalam kehidupan sehari-hari, anak akan sering menghadapi kegagalan kecil seperti mendapatkan nilai yang rendah, kalah saat bermain, atau mengalami kesulitan dalam belajar.

Momen-momen inilah yang dapat menjadi kesempatan berharga bagi orangtua untuk membantu anak memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses belajar. Menurut Dr. Carol S. Dweck, mengungkapkan bahwa anak yang dibiasakan untuk mencoba kembali setelah gagal dinilai memiliki daya juang lebih tinggi. Anak yang memiliki sifat ini juga cenderung lebih siap menghadapi tekanan dan berani mengambil tantangan baru dalam proses belajarnya.

Ketika anak mengalami kekecewaan, dampingi dengan empati dan berikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaannya. Setelah itu, ajak anak untuk mencari solusi dengan cara yang lebih baik. Pendekatan ini terbukti dapat membantu anak dalam melatih kesabaran serta menumbuhkan keberanian untuk menghadapi tantangan tanpa rasa takut yang berlebihan.

2. Bangun komunikasi yang hangat

Freepik/Lifestylememory

Membangun komunikasi yang terbuka adalah salah satu fondasi utama yang tak kalah penting dalam membangun keberanian serta daya juang pada diri anak. Ajak anak berbicara tentang perasaan, ketakutan serta hal yang membuatnya ragu. Saat anak merasa didengarkan dan dipahami, ia akan jauh lebih berani untuk mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi.

Ciptakan juga suasana yang nyaman saat berbicara. Suasana yang nyaman diketahui memberikan rasa aman pada anak sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.

Hal ini sejalan menurut Dr. Laura Markham, menilai bahwa komunikasi yang hangat dan penuh perhatian dinilai dapat membantu anak merasa aman secara emosional. Rasa aman inilah yang menjadi fondasi penting bagi anak untuk berani mencoba, menghadapi tantangan serta bangkit ketika mengalami kegagalan.

3. Beri anak kesempatan mengambil keputusan sendiri

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Memberi anak ruang untuk memilih, merupakan langkah yang tak kalah penting dalam melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab anak sejak dini. Hal ini dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membiarkan anak memilih pakaian yang ingin dikenakan, menentukan menu camilan, atau memutuskan aktivitas yang ingin dilakukan saat akhir pekan. Kesempatan ini membantu anak merasa dihargai sekaligus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Saat anak diberi kepercayaan, ia belajar mengenali kemampuan dirinya sendiri. Dari proses inilah tumbuh rasa percaya diri dan keteguhan hati yang berperan besar dalam membentuk jiwa Fight yang kuat pada anak. Anak belajar bahwa setiap keputusan memerlukan pertimbangan serta keberanian untuk bertanggung jawab.

4. Hadapi rasa takut secara bertahap

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Sering kali terhambatnya sifat daya juang atau Fight pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rasa takut. Tentunya rasa takut tak selamanya buruk pada kehidupan sehari-hari anak. Anak perlu belajar bahwa rasa takut merupakan bagian dari perkembangan emosi yang dialami setiap individu.

Menurut psikologi klinis, Dr. Tamar Chansky, menghadapi rasa takut secara bertahap terbukti dapat membantu anak mengembangkan ketahanan mental serta rasa percaya diri yang lebih baik. Saat anak berhasil melewati ketakutannya ia akan merasakan kepuasan dan keyakinan terhadap dirinya sendiri.

Pengalaman inilah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter Fight sehingga anak tumbuh lebih berani, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan hidup kedepannya.

5. Mengajarkan untuk disiplin

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Mengajarkan disiplin sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membentuk mental pada anak. Disiplin membantu anak memahami batasan, mengenali tanggung jawab, serta belajar mengelola perilaku dengan lebih terarah.

Melalui disiplin yang konsisten, ia dapat belajar membedakan mana perilaku yang tepat dan mana yang perlu diperbaiki. Selain itu, penting bagi orangtua untuk menanamkan pemahaman bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan justru menjadi bagian dari proses belajar yang sangat berharga.

Ketika anak mengalami kegagalan, Mama dapat memberikan dukungan emosional dengan menguatkan bahwa setiap orang terkadang dapat gagal dan selalu memiliki kesempatan untuk mencoba kembali. Pendekatan ini, dinilai membantu anak membangun mental pantang menyerah sekaligus menumbuhkan keberanian untuk bangkit saat menghadapi kesulitan.

6. Menjadi teladan yang baik di keluarga

Freepik/tirachardz

Anak belajar melalui apa yang ia lihat setiap hari di lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, sikap dan perilaku orangtua menjadi contoh paling kuat dalam membentuk karakter, keberanian, serta daya juang anak.

Ketika Mama menunjukkan sikap pantang menyerah misalnya, anak dapat merepresentasikan sebagai bentuk tanggung jawab dan mampu mengelola emosi dengan baik. Menurut psikolog dari Kanada, Dr. Albert Bandura, mengungkapkan bahwa anak sejatinya dapat mempelajari perilaku melalui proses observasi dan peniruan. Artinya, sikap orangtua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak.

Ketika orangtua mampu menjadi teladan yang baik dalam bersikap, berkomunikasi dan menyelesaikan masalah. Anak akan tumbuh dengan mental yang lebih berani serta memiliki semangat juang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupannya.

7. Ciptakan lingkungan yang aman dan penuh dukungan

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Sebagai langkah terakhir untuk menumbuhkan daya juang pada anak adalah dengan menciptakan lingkungan yang aman dan suportif pada anak Ma. Meski terdengar cukup sederhana, namun hal ini tentunya dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan karakter dan jiwa Fight pada anak.

Lingkungan yang suportif membantu anak merasa nyaman dalam belajar, berproses dan menghadapi kegagalan. Dari sinilah mental tangguh dan daya juang tinggi terbentuk secara alami.

Itulah ma informasi penting cara efektif menumbuhkan jiwa daya juang tinggi pada anak. Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan melalui pelukan serta perhatian yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari untuk tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

Editorial Team