Saat ini semakin banyak film animasi keluarga dan kartun anak yang mulai menyertakan representasi karakter atau keluarga LGBT. Fenomena ini tidak hanya terjadi di film produksi Hollywood, pasalnya beberapa karya animasi global dan platform streaming juga sudah mulai memasukkan karakter atau pasangan LGBT dalam cerita mereka.
Karena fenomena tersebut banyak orangtua, terutama di Indonesia justru merasa resah. Mereka khawatir bahwa konten semacam ini bisa mempengaruhi perkembangan pikiran dan nilai anak, terutama jika anak belum cukup dewasa untuk memahami konsep orientasi seksual.
Karena itu, muncul pertanyaan penting: Apakah animasi dengan unsur LGBT ini boleh ditonton anak-anak? Bagaimana posisi orangtua jika anak menonton film animasi ini?
Untuk membahas lebih lanjut mengenai hal itu, berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!
